Kamis, 12 Maret 2026

Rakhmadsyah Sesalkan Penukaran Uang Kertas di BI Tidak Transfaran

Baringin MH Pulungan - Kamis, 12 Maret 2026 16:40 WIB
Rakhmadsyah Sesalkan Penukaran Uang Kertas di BI Tidak Transfaran
Anggota DPRD DS H Rakhmadsyah sedang memberikan sambutan dalam kegiatan reses pertamnya ditahun 2026 ini. (bp)
Deliserdang, MPOL - Anggota DPRD Deli Serdang H Rakhmadsyah SH menyesalkan praktik dugaan curang tumbuh berkembangnya di Bank Indonesia setiap kali menjelang lebaran. Diduga ada oknum di BI yang memanfaatkan system maupun aplikasi penukaran uang baru untuk mencari keuntungan pribadi.

Baca Juga:

Bayangkan, 13 hari puasa kantor BI sudah tidak melayani lagi penukaran uang baru alias tutup. Tapi kita juga menyaksikan betapa mudahnya agen agen penukaran uang baru di lapangan merdeka menjajakan uang pecahan berapa saja, yang jelas pembelian uang baru dipotong 30 persen dari uang pembeliannya.


Penegasan ini disampaikan H Rakhmadsyah SH usai menggelar reses pertama tahun 2026 di Desa Percut, sekaligus silaturahmi yang juga dihadiri Camat PS Tuan Muhammad Kennedy Tarigan, Kades Percut, tokoh masyarakat dan ulama sekitar, penggali kubur, nazir masjid dan anak yatim.


Menurut H Rakhmadsyah, uang pecahan 1000, 2000, hingga 10000 benar-benar didamba masyarakat menjelang lebaran. Ada sebentuk kebahagian di wajah anak-anak ketika dijanjikan mendapat uang pecahan baru. Tradisi memberi angpao dengan uang baru, sudah melekat di hati masyarakat.


Masalahnya, sejak dua tahun belakangan ini, payah didapatkan. Alasannya harus menggunakan aplikasi dan antri, padahal kalau mau mudah, silahkan aja BI menyalurkan uang baru ke bank-bank yang ada agar mudah didapatkan masyarakat.


Sebenarnya bisa saja warga dengan mudah mendapatkan pecahan baru, dengan nilai berapapun melalui penjaja uang kertas baru seperti di seputaran lapangan Merdeka Medan, tapi masalahnya potongannya 30 persen. Sementara kalau dipesan ke kantor BI, pasti jawabannya sudah tutup.


"Saya kira ini mirip mafia uang kertas baru. Karena kalau beli di BI khan gratis uang tukarnya, tapi kalau dijual ke agen agen penjual di tepi jalanan, khan bisa untung lebih 30 persen. Saya kira BI harus mengungkap dugaan adanya kecurangan dalam praktik mendapatkan uang pecahan baru bagi masyarakat," tegasnya. (bp)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru