Kotapinang, MPOL- Upaya meningkatkan kenyamanan nasabah kembali menjadi sorotan dalam kegiatan "Sapa Pensiun" yang digelar Bank Sumut Cabang Kotapinang, Selasa (05/05/2026) di Jalinsum Kotapinang-Cikampak.
Baca Juga:
Agenda rutin sejak 2025 ini sejatinya menjadi bentuk apresiasi kepada para pensiunan ASN sekaligus ajang mempererat hubungan antara bank dan nasabah.
Acara mengusung tema "Pensiunan Sehat, Pensiunan Produktif, dan Pensiunan Bahagia", kegiatan tersebut diikuti para purna bakti serta masyarakat umum.
Namun di balik kemeriahan seremonial, muncul kritik tajam terkait kondisi pelayanan yang dinilai belum sejalan dengan kebutuhan nasabah yang terus meningkat, dimana ruang parkir yang sempit, bilik ATM kurang, nasabah didalam masih desak-desakan.
Manajemen mengakui bahwa kantor saat ini sudah tidak lagi memadai. Keterbatasan ruang membuat aktivitas pelayanan kerap terganggu, mulai dari area parkir yang sempit, ruang antrean yang padat, hingga waktu tunggu yang relatif lama. Bahkan, kegiatan besar seperti "Sapa Pensiun" harus dilaksanakan di lokasi berbeda karena tidak tertampung di gedung lama.
Manager Bank Sumut Cabang Kotapinang, Zul Ginting saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa kondisi tersebut menjadi alasan utama percepatan relokasi. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan pemindahan ke gedung milik Bank Sumut di Jalan Labuhan yang dinilai lebih representatif.
"Tahun ini sudah kembali dianggarkan dan saat ini dalam tahap pemberkasan di Divisi Umum. Harapan kami proses renovasi dan relokasi bisa segera terlaksana agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal," ujarnya.
Namun di lapangan, harapan itu belum sepenuhnya terjawab. Sejak tahun lalu, rencana relokasi disebut telah dianggarkan, tetapi hingga kini belum terealisasi. Kondisi ini menimbulkan kesan lambannya respons terhadap kebutuhan mendesak nasabah, terutama terkait kenyamanan dan efisiensi layanan.
Ketua Sektor KBPPP, Yudistira, mengingatkan bahwa pihaknya pernah menggelar aksi di depan kantor Bank Sumut di Jalan Bukit. Dalam aksi tersebut, manajemen disebut berjanji akan melakukan relokasi dalam waktu satu tahun, termasuk penambahan fasilitas ATM dan perbaikan manajemen pelayanan.
"Waktu itu mereka minta satu tahun untuk pindah ke gedung di Jalan Labuhan. Tapi sampai hari ini belum terealisasi. Bahkan gedung itu terkesan hanya dijadikan pelengkap kegiatan, bukan difungsikan secara optimal, bisa jadi KBPPPolri akan turun kejalan aksi kembali" tegasnya.
Ia juga menilai, jika gedung yang telah dibeli tersebut tidak segera dimanfaatkan, maka hal itu berpotensi menjadi pemborosan. Menurutnya, dana yang digunakan untuk pembelian aset seharusnya bisa memberikan nilai tambah, baik dalam peningkatan layanan maupun kontribusi terhadap pendapatan bank.
Masyarakat kini menaruh harapan agar relokasi tidak sekadar menjadi janji berulang. Lebih dari itu, perpindahan gedung harus diiringi dengan perubahan nyata mulai dari fasilitas parkir yang memadai, ruang tunggu yang nyaman, hingga pelayanan yang cepat dan profesional.
Dengan jumlah nasabah yang terus bertambah, ini adalah tujuan Bank Sumut nambah nasabah dari berbagai kalangan, percepatan relokasi bukan lagi sekadar rencana, melainkan kebutuhan mendesak. Tanpa langkah konkret, program dan kegiatan yang digelar berpotensi hanya menjadi seremoni.***
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani