Minggu, 31 Mei 2026

Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila, Hadi Suhendra Tekankan Penguatan Moral Generasi Muda

Rifki Warisan - Minggu, 31 Mei 2026 19:40 WIB
Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila, Hadi Suhendra Tekankan Penguatan Moral Generasi Muda
Istimewa
Wakil Ketua Dewan DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra, SH, saat acara Penyebarluasan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wasbang di Jalan Sumatera No. 01, Kecamatan Medan Belawan, Minggu (31/5/2026)

Medan, MPOL -Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Hadi Suhendra, SH, secara konsisten akan terus menggencarkan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang). Kegiatan tersebut digelar di Jalan Sumatera No. 01, Kecamatan Medan Belawan, Minggu (31/5/2026), sebuah kawasan yang menjadi perhatian khusus demi menyelamatkan moralitas dan masa depan generasi muda bangsa.

Baca Juga:
​Dalam pemaparannya, Hadi Suhendra menekankan bahwa wawasan kebangsaan bukanlah agenda formalitas, sosialisasi peraturan (sosper), ataupun masa reses biasa. Kegiatan ini merupakan panggilan moral untuk mengembalikan jati diri bangsa yang belakangan ini dinilai mulai memudar di tengah arus modernisasi.

​Hadi Suhendra menyayangkan fenomena sosial yang cukup memprihatinkan terkait penurunan nilai etika, adab, dan sopan santun di kalangan remaja saat ini. Ia membandingkan kuatnya rasa segan dan hormat anak muda zaman dulu kepada para senior atau orang tua, yang kini berbanding terbalik dengan realitas di lapangan.

​"Pancasila itu tidak muluk-muluk, ia mengajarkan kita tentang etika, adab, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Sangat miris jika hari ini kita melihat adik-adik kita mulai kehilangan rasa hormat. Ada pergeseran moral dimana anak muda sudah berani bersikap kurang ajar atau berteriak kasar di depan orang tua," ungkap Hadi Suhendra.

​Politisi Partai Golkar ini menegaskan, pengakuan terhadap Pancasila harus selaras dengan tindakan nyata. "Jangan lantang bilang cinta Pancasila jika kita tidak menghargai yang lebih tua dan tidak menyayangi yang lebih muda. Kita ingin memastikan generasi umur 15 tahun ke depan tahu cara menghormati abang-abangannya, dan yang tua pun menuntun mereka dengan kasih sayang," ujarnya.

​Lebih lanjut, politisi yang akrab disapa Hendra itu mengatakan, Pancasila yang diambil dari bahasa Sansekerta bermakna lima dasar negara memiliki intisari yang digali dari bumi pertiwi sendiri, yaitu semangat gotong royong.

Menurut dia, menghidupkan gotong royong berarti menumbuhkan kembali rasa kepedulian sosial, saling menghargai antarkelompok, serta rasa cinta terhadap wilayah tempat tinggal sendiri.

​"Pancasila adalah filter budaya sekaligus sumber dari segala sumber hukum di republik ini. Tanpa nilai-nilai ini, persatuan di Indonesia, khususnya di wilayah Medan Belawan yang kita sayangi, tidak akan mungkin terwujud secara kokoh. Kita butuh aksi nyata di sektor ekonomi, sosial, dan budaya untuk saling menguatkan," tegasnya.

Demi mencairkan suasana sekaligus memotivasi pemahaman para peserta, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Medan Belawan itu juga menggelar kuis interaktif secara spontan. Ia memberikan hadiah bagi warga maupun pelajar yang mampu melafalkan lima sila dasar negara beserta maknanya secara lengkap.

​Di sela-sela dialog interaktif bersama warga, Hendra juga mengungkapkan adanya oknum-oknum tertentu yang berupaya menjatuhkan kredibilitas dan memfitnah kinerjanya demi kepentingan kontestasi politik. Namun ia memilih merespon hal tersebut dengan kepala dingin sesuai esensi pengamalan nilai Pancasila.

​"Orang tua saya mendidik saya sejak kecil untuk selalu membalas keburukan dengan kebaikan. Di media sosial saya terus dijelek-jelekkan oleh orang yang sebenarnya saya kenal. Sebagai manusia biasa tentu ada batas kesabaran, namun saya ingatkan kepada mereka, jangan memancing-mancing. Fokus saya hari ini adalah berbuat nyata dan bekerja tulus untuk membangun Medan Belawan, bukan membalas dendam," tegas Hendra yang disambut tepuk tangan dari warga.

​Di akhir kegiatan, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai
tokoh agama, tokoh pemuda, hingga para orang tua untuk tidak pulang dengan tangan kosong. Hendra meminta agar nilai-nilai kebaikan, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta budi pekerti yang didiskusikan dalam pertemuan ini segera ditularkan di lingkungan rumah masing-masing.

​"Pertemuan ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan perilaku dan norma kehidupan kita sehari-hari. Saya berharap sepulang dari sini, bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian menyampaikan pesan ini kepada keluarga. Benteng utama moralitas anak-anak kita dimulai dari rumah, dan tugas kita bersama adalah menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa ini," pungkasnya. (Ki)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
GENERASI EMAS

GENERASI EMAS

Bukan waktunya berpangku tangan,Bukan saatnya hanya bermimpi.Generasi emas lahir dari perjuangan,Bukan dari hidup yang serba diberi.Ba

Artikel