Polda Sumut Akan Gempur Perjudian Tembak Ikan Merk AB, Kuasai Wilkum Polresta Deliserdang
Medan, MPOL Polda Sumut akan menggempur lokasi perjudian mesin tembak ikan merk AB yang diduga dikordinir oknum Handoko, penguasa perjudian
Sumatera Utara
Medan, MPOL - Seorang wanita yang telah menjadi korban pembegalan oleh komplotan pelaku bersenjata tajam (sajam) di Flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur, dikabarkan telah resmi membuat laporan ke Polsek Medan Timur. Diketahui, usai dibegal, video korban sedang menangis dan ketakutan dengan tubuh gemetaran kemudian viral di media sosial.
Baca Juga:
- Bea Cukai Belawan Ikuti FGD Survei Efektivitas Layanan Digital Ekspor, Impor, dan Logistik
- Narkoba dan Judi Marak di Sibolangit, Ketua Umum PBK: Kapolda Sumut Jangan Permainkan Astacita Presiden
- Ngerii.. Dua Bandar Judi Narkoba Sibolangit Tantang Kapolrestabes Medan, Beroperasi di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kapolsek Pancurbatu dan Kanit Pidum
Kanitreskrim Polsek Medan Timur, Iptu Alwan ketika dikonfirmasi membenarkan korban telah membuat laporan. Alwan awalnya mengaku bahwa korban belum membuat laporan polisi usai dibegal pada Minggu (7/6/2026) subuh. Namun, belakangan ia mengatakan bahwa korban telah membuat laporan.
"Sudah (buat laporan) dan sedang dalam penyelidikan," kata Alwan, Senin (8/6/2026) sore.
Namun, saat disinggung kapan korban membuat laporan, Alwan belum merespons.
Sementara itu Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus M. Butarbutar ketika dikonfirmasi mengapa aksi kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) itu masih terus terjadi? Apakah tidak ada lagi dilakukan patroli di lokasi rawan kejahatan, Agus mengaku pihaknya tetap melakukan patroli dan berjanji akan mengungkap kasus begal tersebut.
"Patroli tetap dilaksanakan skala prioritas Jalan Cemara dan kita akan upayakan untuk ungkap," janjinya.
Video viral di media sosial (medsos) menjelaskan seorang wanita menjadi korban kejahatan jalanan saat berangkat kerja. Korban dibegal dengan cara dicegat dan diancam senjata tajam saat melintas di Flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur.
Mirisnya, peristiwa yang dialami korban terjadi saat berangkat mencari nafkah, Minggu (7/6/2026) sekira pukul 05.40 WIB. Korban dikabarkan dihadang sejumlah pelaku dan diancam menggunakan senjata tajam (sajam).
Dari video yang beredar luas di medsos, korban yang mengenakan kacamata dan memakai hoodie berwarna merah sambil menenteng helm tampak menangis dan masih dalam keadaan trauma karena tak menyangka menjadi korban pembegalan.
"Dua kereta (motor) sekitar enam orang. Masih muda-muda (pelakunya), takut aku," katanya sambil menangis dengan tubuh gemetaran.
"Aku dari (Jalan) Krakatau situ bang, mau kerja. Orang itu bawa kayu sama bawa pisau," jelasnya sambil terus menangis.
Dari kejadian tersebut, komplotan pelaku berhasil menggasak sepeda motor matic jenis Vario milik korban.
Kanitreskrim Polsek Medan Timur, Iptu Alwan ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Namun, Alwan mengaku sejauh ini korban belum membuat laporan polisi.
"Belum (buat laporan) kayaknya. Kami selidiki dulu," kata Alwan kepada Medan Pos, Minggu (7/6/2026) malam.
Alwan mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap pelaku begal yang ditangkap Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut yang video penangkapannya juga viral di medsos, hari ini.
"Masih kami kembangkan, ada tidak main di wilkum kami," sebutnya.
Aksi begal yang terjadi menambah daftar kasus kejahatan jalanan di wilayah hukum Polsek Medan Timur kian menjadi momok menakutkan bagi masyarakat yang melintas di waktu malam hingga dini hari.
Sebelumya, seorang Pramugara Kereta Api Indonesia (KAI) juga menjadi korban pembegalan saat melintas di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur. Akibatnya, korban Ridho Tri Syahputra (21) kehilangan sepeda motor Honda Vario warna putih yang dirampas pelaku. Sebelum motornya dirampas, korban yang tinggal di Jalan Perwira II, Medan Timur, ini lebih dulu dipepet komplotan pelaku lalu diancam dengan senjata tajam (sajam) jenis celurit.
"Saya baru pulang kerja di Stasiun Kereta Api Medan sekitar jam 4 subuh. Pas pulang, lewat Jalan Krakatau dipepet dan dihadang sejumlah pelaku berjumlah 7-8 orang mengendarai empat sepeda motor berboncengan. Setelah dicegat, satu pelaku turun mengancam saya dengan celurit," kata korban kepada Medan Pos, Sabtu (23/5/2026) siang.
Korban mengaku tidak ada mengalami firasat buruk ataupun merasa diikuti oleh para pelaku. Malangnya, tiba-tiba saja saat hendak sampai ke rumahnya, korban dibegal komplotan pelaku. Karena jumlah pelaku yang cukup banyak dan membawa sajam, korban yang sudah ketakutan dan merasa jiwanya telah terancam kemudian hanya bisa pasrah walau sempat berteriak meminta pertolongan.
"Kejadiannya, Jumat (22/5/2026) sekira pukul 04.30 WIB. Saya dicegat, yang saya ingat yang didepan memakai hoodie warna hitam. Mereka (pelaku) memang ramai sekali. Lalu, pelaku yang berada di belakang turun mendekati saya sambil mengacungkan celurit ke arah wajah saya. Mereka bawa 4 celurit," ungkapnya.
Akibat dari peristiwa yang dialaminya, korban sangat berharap agar para pelaku segera ditangkap dan sepeda motornya yang digunakan untuk mencari nafkah itu bisa kembali.
Hingga saat ini, kasus yang dialami korban PramugaraKAI itu belum menemui titik terang alias tak kunjung terungkap dan pelaku tak satupun berhasil tertangkap.
Menurut informasi dari sejumlah masyarakat menyebutkan di Jalan Krakatau, Jalan Cemara hingga Flyover Brayan masih menjadi lokasi rawan kejahatan jalanan, terutama begal. *
Medan, MPOL Polda Sumut akan menggempur lokasi perjudian mesin tembak ikan merk AB yang diduga dikordinir oknum Handoko, penguasa perjudian
Sumatera Utara
Jakarta, MPOL Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI, Pdt. Penrad Siagian, menyoroti banjir yang melanda sejumlah wilayah di S
Sumatera Utara
Serdang Bedagai, MPOL Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Dr. H. Adlin Umar Yusri Tambunan meninjau secara langsung pelaksanaan kegiatan
Sumatera Utara
Simalungun, MPOL Jika benar apa yang dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Hotbinson Damanik bahwa semua proyek non tender di di
Sumatera Utara
Medan, MPOL Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs Gandi Parapat meng
Nasional
Simalungun, MPOL Kepala Seksi Sekolah Menengah Atas Triwandes Sinurat didampingi kepala seksi Sekolah Menengah Kejuruan UPTD VI Siantar dan
Sumatera Utara
Jajaran Polrestabes Medan gelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).Kegiatan KRYD diawali dengan Apel Gabungan yang dipimpin Wakapolre
Sumatera Utara
Tanjung Pinang, MPOL Narasi di media sosial yang mengklaim Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan kritik keras terhadap arah kebijakan
Internasional
Deli Serdang, MPOL Maraknya praktik perjudian ketangkasan jenis tembak ikan di wilayah hukum (wilkum) Polresta Deliserdang, sepertinya lupu
Sumatera Utara
Batu Bara, MPOL Hujan menjadi persoalan tersendiri bagi sejumlah petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
Sumatera Utara