Letkol Arm Kiky Hardian, S.Sos Jabat Dandim 0210/TU
Taput, MPOL Letkol Arm. Kiky Hardian, S.Sos di lingkungan TNI AD khususnya Korem Kawal Samudera dipercayakan menjabat Dandim 0210/TU mengga
Sumatera Utara
Medan, MPOL - Seorang wanita yang telah menjadi korban pembegalan oleh komplotan pelaku bersenjata tajam (sajam) di Flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur, dikabarkan telah resmi membuat laporan ke Polsek Medan Timur. Diketahui, usai dibegal, video korban sedang menangis dan ketakutan dengan tubuh gemetaran kemudian viral di media sosial.
Baca Juga:
- Gasak N-Max-Uang Rp 14,5 Juta, Spesialis Curanmor dan Curat Didor Tim JCS
- Aksi Pengejaran di Areal Perkebunan Sawit, Polrestabes Medan Gagalkan Pengiriman 24 Kg Sabu ke Jakarta : BB Diselipkan Di Dinding Mobil
- Bea Cukai Belawan Gandeng Stakeholder Percepat Penyelesaian Dwelling Time Kontainer Kosong
Kanitreskrim Polsek Medan Timur, Iptu Alwan ketika dikonfirmasi membenarkan korban telah membuat laporan. Alwan awalnya mengaku bahwa korban belum membuat laporan polisi usai dibegal pada Minggu (7/6/2026) subuh. Namun, belakangan ia mengatakan bahwa korban telah membuat laporan.
"Sudah (buat laporan) dan sedang dalam penyelidikan," kata Alwan, Senin (8/6/2026) sore.
Namun, saat disinggung kapan korban membuat laporan, Alwan belum merespons.
Sementara itu Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus M. Butarbutar ketika dikonfirmasi mengapa aksi kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) itu masih terus terjadi? Apakah tidak ada lagi dilakukan patroli di lokasi rawan kejahatan, Agus mengaku pihaknya tetap melakukan patroli dan berjanji akan mengungkap kasus begal tersebut.
"Patroli tetap dilaksanakan skala prioritas Jalan Cemara dan kita akan upayakan untuk ungkap," janjinya.
Video viral di media sosial (medsos) menjelaskan seorang wanita menjadi korban kejahatan jalanan saat berangkat kerja. Korban dibegal dengan cara dicegat dan diancam senjata tajam saat melintas di Flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur.
Mirisnya, peristiwa yang dialami korban terjadi saat berangkat mencari nafkah, Minggu (7/6/2026) sekira pukul 05.40 WIB. Korban dikabarkan dihadang sejumlah pelaku dan diancam menggunakan senjata tajam (sajam).
Dari video yang beredar luas di medsos, korban yang mengenakan kacamata dan memakai hoodie berwarna merah sambil menenteng helm tampak menangis dan masih dalam keadaan trauma karena tak menyangka menjadi korban pembegalan.
"Dua kereta (motor) sekitar enam orang. Masih muda-muda (pelakunya), takut aku," katanya sambil menangis dengan tubuh gemetaran.
"Aku dari (Jalan) Krakatau situ bang, mau kerja. Orang itu bawa kayu sama bawa pisau," jelasnya sambil terus menangis.
Dari kejadian tersebut, komplotan pelaku berhasil menggasak sepeda motor matic jenis Vario milik korban.
Kanitreskrim Polsek Medan Timur, Iptu Alwan ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Namun, Alwan mengaku sejauh ini korban belum membuat laporan polisi.
"Belum (buat laporan) kayaknya. Kami selidiki dulu," kata Alwan kepada Medan Pos, Minggu (7/6/2026) malam.
Alwan mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap pelaku begal yang ditangkap Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut yang video penangkapannya juga viral di medsos, hari ini.
"Masih kami kembangkan, ada tidak main di wilkum kami," sebutnya.
Aksi begal yang terjadi menambah daftar kasus kejahatan jalanan di wilayah hukum Polsek Medan Timur kian menjadi momok menakutkan bagi masyarakat yang melintas di waktu malam hingga dini hari.
Sebelumya, seorang Pramugara Kereta Api Indonesia (KAI) juga menjadi korban pembegalan saat melintas di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur. Akibatnya, korban Ridho Tri Syahputra (21) kehilangan sepeda motor Honda Vario warna putih yang dirampas pelaku. Sebelum motornya dirampas, korban yang tinggal di Jalan Perwira II, Medan Timur, ini lebih dulu dipepet komplotan pelaku lalu diancam dengan senjata tajam (sajam) jenis celurit.
"Saya baru pulang kerja di Stasiun Kereta Api Medan sekitar jam 4 subuh. Pas pulang, lewat Jalan Krakatau dipepet dan dihadang sejumlah pelaku berjumlah 7-8 orang mengendarai empat sepeda motor berboncengan. Setelah dicegat, satu pelaku turun mengancam saya dengan celurit," kata korban kepada Medan Pos, Sabtu (23/5/2026) siang.
Korban mengaku tidak ada mengalami firasat buruk ataupun merasa diikuti oleh para pelaku. Malangnya, tiba-tiba saja saat hendak sampai ke rumahnya, korban dibegal komplotan pelaku. Karena jumlah pelaku yang cukup banyak dan membawa sajam, korban yang sudah ketakutan dan merasa jiwanya telah terancam kemudian hanya bisa pasrah walau sempat berteriak meminta pertolongan.
"Kejadiannya, Jumat (22/5/2026) sekira pukul 04.30 WIB. Saya dicegat, yang saya ingat yang didepan memakai hoodie warna hitam. Mereka (pelaku) memang ramai sekali. Lalu, pelaku yang berada di belakang turun mendekati saya sambil mengacungkan celurit ke arah wajah saya. Mereka bawa 4 celurit," ungkapnya.
Akibat dari peristiwa yang dialaminya, korban sangat berharap agar para pelaku segera ditangkap dan sepeda motornya yang digunakan untuk mencari nafkah itu bisa kembali.
Hingga saat ini, kasus yang dialami korban PramugaraKAI itu belum menemui titik terang alias tak kunjung terungkap dan pelaku tak satupun berhasil tertangkap.
Menurut informasi dari sejumlah masyarakat menyebutkan di Jalan Krakatau, Jalan Cemara hingga Flyover Brayan masih menjadi lokasi rawan kejahatan jalanan, terutama begal. *
Taput, MPOL Letkol Arm. Kiky Hardian, S.Sos di lingkungan TNI AD khususnya Korem Kawal Samudera dipercayakan menjabat Dandim 0210/TU mengga
Sumatera Utara
Kotapinang, MPOL Upaya memperkuat sinergi antar penegak hukum terus dibangun di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Kepala Lembaga Pemasyarakat
Sumatera Utara
Medan, MPOL Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi penjualan aluminium alloy PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menghadirkan dua saksi
Hukum
Serdang Bedagai, MPOL Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) bahas penyem
Sumatera Utara
Serdang Bedagai, MPOL Ahli waris guru sekolah minggu almarhumah Arihta Br Ginting, seorang pelayanan gereja di Kecamatan Silinda Kabupaten
Sumatera Utara
Serdang Bedagai, MPOL Truk colt diesel hantam sepeda motor Honda Vario 125 hitam tanpa nomor polisi, Jumat (24/7/2026) sekira pukul 01.00
Peristiwa
Serdang Bedagai, MPOL Keluar gang, becak dayung seorang kakek (lansia) berusia 88 Tahun tertabrak truk tronton Jalan Lintas Sumatera KM 35
Sumatera Utara
Jakarta, MPOL Transaksi Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Kom
Ekonomi
Medan, MPOL PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memastikan proses pendaftaran dan aktivasi rekening Program Indonesia Pintar (P
Sumatera Utara
Medan, MPOL Memperingati Hari Anak Nasional 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyelenggarakan kegiatan yang sejalan dengan tem
Sumatera Utara