358 Jamaah Haji Kloter 06 Debarkasi Medan Pulang
Medan, MPOL Sebanyak 358 jemaah dan petugas Kelompok Terbang (Kloter) 06 Debarkasi Medan telah tiba kembali di Tanah Air pada Senin (08/06
Sumatera Utara
Medan, MPOL - Seorang wanita yang telah menjadi korban pembegalan oleh komplotan pelaku bersenjata tajam (sajam) di Flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur, dikabarkan telah resmi membuat laporan ke Polsek Medan Timur. Diketahui, usai dibegal, video korban sedang menangis dan ketakutan dengan tubuh gemetaran kemudian viral di media sosial.
Baca Juga:
Kanitreskrim Polsek Medan Timur, Iptu Alwan ketika dikonfirmasi membenarkan korban telah membuat laporan. Alwan awalnya mengaku bahwa korban belum membuat laporan polisi usai dibegal pada Minggu (7/6/2026) subuh. Namun, belakangan ia mengatakan bahwa korban telah membuat laporan.
"Sudah (buat laporan) dan sedang dalam penyelidikan," kata Alwan, Senin (8/6/2026) sore.
Namun, saat disinggung kapan korban membuat laporan, Alwan belum merespons.
Sementara itu Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus M. Butarbutar ketika dikonfirmasi mengapa aksi kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) itu masih terus terjadi? Apakah tidak ada lagi dilakukan patroli di lokasi rawan kejahatan, Agus mengaku pihaknya tetap melakukan patroli dan berjanji akan mengungkap kasus begal tersebut.
"Patroli tetap dilaksanakan skala prioritas Jalan Cemara dan kita akan upayakan untuk ungkap," janjinya.
Video viral di media sosial (medsos) menjelaskan seorang wanita menjadi korban kejahatan jalanan saat berangkat kerja. Korban dibegal dengan cara dicegat dan diancam senjata tajam saat melintas di Flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur.
Mirisnya, peristiwa yang dialami korban terjadi saat berangkat mencari nafkah, Minggu (7/6/2026) sekira pukul 05.40 WIB. Korban dikabarkan dihadang sejumlah pelaku dan diancam menggunakan senjata tajam (sajam).
Dari video yang beredar luas di medsos, korban yang mengenakan kacamata dan memakai hoodie berwarna merah sambil menenteng helm tampak menangis dan masih dalam keadaan trauma karena tak menyangka menjadi korban pembegalan.
"Dua kereta (motor) sekitar enam orang. Masih muda-muda (pelakunya), takut aku," katanya sambil menangis dengan tubuh gemetaran.
"Aku dari (Jalan) Krakatau situ bang, mau kerja. Orang itu bawa kayu sama bawa pisau," jelasnya sambil terus menangis.
Dari kejadian tersebut, komplotan pelaku berhasil menggasak sepeda motor matic jenis Vario milik korban.
Kanitreskrim Polsek Medan Timur, Iptu Alwan ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Namun, Alwan mengaku sejauh ini korban belum membuat laporan polisi.
"Belum (buat laporan) kayaknya. Kami selidiki dulu," kata Alwan kepada Medan Pos, Minggu (7/6/2026) malam.
Alwan mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap pelaku begal yang ditangkap Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut yang video penangkapannya juga viral di medsos, hari ini.
"Masih kami kembangkan, ada tidak main di wilkum kami," sebutnya.
Aksi begal yang terjadi menambah daftar kasus kejahatan jalanan di wilayah hukum Polsek Medan Timur kian menjadi momok menakutkan bagi masyarakat yang melintas di waktu malam hingga dini hari.
Sebelumya, seorang Pramugara Kereta Api Indonesia (KAI) juga menjadi korban pembegalan saat melintas di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur. Akibatnya, korban Ridho Tri Syahputra (21) kehilangan sepeda motor Honda Vario warna putih yang dirampas pelaku. Sebelum motornya dirampas, korban yang tinggal di Jalan Perwira II, Medan Timur, ini lebih dulu dipepet komplotan pelaku lalu diancam dengan senjata tajam (sajam) jenis celurit.
"Saya baru pulang kerja di Stasiun Kereta Api Medan sekitar jam 4 subuh. Pas pulang, lewat Jalan Krakatau dipepet dan dihadang sejumlah pelaku berjumlah 7-8 orang mengendarai empat sepeda motor berboncengan. Setelah dicegat, satu pelaku turun mengancam saya dengan celurit," kata korban kepada Medan Pos, Sabtu (23/5/2026) siang.
Korban mengaku tidak ada mengalami firasat buruk ataupun merasa diikuti oleh para pelaku. Malangnya, tiba-tiba saja saat hendak sampai ke rumahnya, korban dibegal komplotan pelaku. Karena jumlah pelaku yang cukup banyak dan membawa sajam, korban yang sudah ketakutan dan merasa jiwanya telah terancam kemudian hanya bisa pasrah walau sempat berteriak meminta pertolongan.
"Kejadiannya, Jumat (22/5/2026) sekira pukul 04.30 WIB. Saya dicegat, yang saya ingat yang didepan memakai hoodie warna hitam. Mereka (pelaku) memang ramai sekali. Lalu, pelaku yang berada di belakang turun mendekati saya sambil mengacungkan celurit ke arah wajah saya. Mereka bawa 4 celurit," ungkapnya.
Akibat dari peristiwa yang dialaminya, korban sangat berharap agar para pelaku segera ditangkap dan sepeda motornya yang digunakan untuk mencari nafkah itu bisa kembali.
Hingga saat ini, kasus yang dialami korban PramugaraKAI itu belum menemui titik terang alias tak kunjung terungkap dan pelaku tak satupun berhasil tertangkap.
Menurut informasi dari sejumlah masyarakat menyebutkan di Jalan Krakatau, Jalan Cemara hingga Flyover Brayan masih menjadi lokasi rawan kejahatan jalanan, terutama begal. *
Medan, MPOL Sebanyak 358 jemaah dan petugas Kelompok Terbang (Kloter) 06 Debarkasi Medan telah tiba kembali di Tanah Air pada Senin (08/06
Sumatera Utara
Medan, MPOL Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan menyatakan, bahwa seorang haji tergabung dalam Kelompok Terbang (Klot
Sumatera Utara
Medan, MPOL Majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan diketuai Yusafrihardi Girsang menyoroti keberadaan surat undangan bimbingan teknis (bim
Hukum
Tapteng, MPOLSatreskrim Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) berhasil mengamankan seorang pria berinisial AN (30), nelayan asal Batu Mundom, Ka
Peristiwa
Binjai, MPOL Tim Cobra Satreskrim Polres Binjai bersama Unit Reskrim Polsek Sei Bingai menangkap tiga pelaku begal masingmasing berinisial
Hukum
Taput, MPOL Pemkab Taput melalui Wabup Dr. Deni Lumbantoruan bersama Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatra Utara, Mujianto melakukan serah t
Sumatera Utara
Medan, MPOL Hadi Yanto, SH, MH, CLA selaku kuasa hukum para pemohon Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), meminta majelis hakim men
Hukum
Medan, MPOL Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terus memperkuat sinergi dengan dunia akademik sebagai bagian dari upaya membangun pem
Pendidikan
Jakarta, MPOL Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan garis pantai sepanjang 108.000 kilometer, Indonesia menggantungkan ketahan
Pendidikan
Langkat, MPOL Diduga sebagai tempat peredan narkoba, Tempat Hiburan Malam (THM) Copricorn yang berlokasi di Desa Lau Mulgap, Kec.Selesai,
Sumatera Utara