Medan, MPOL -Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sumut menjadi motor pemersatu organisasi kepemudaan (OKP) dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang dihadapi generasi muda, mulai dari narkoba, judi online hingga pengiriman tenaga kerja ilegal ke luar negeri.
Baca Juga:
Pesan tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri pelantikan pengurus
DPD AMPI Sumut masa bakti 2026-2031 yang kembali dipimpin David Luther Lubis di Regale International Convention Centre, Medan, Minggu (21/6/2026).
Menurut Bobby, banyak persoalan kepemudaan yang tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh satu organisasi saja. Karena itu, ia mendorong AMPI mengambil peran lebih besar dengan mengajak seluruh OKP di Sumut duduk bersama merumuskan masalah dan solusi yang dapat dijalankan secara kolektif.
"Banyak persoalan yang dihadapi anak muda hari ini, mulai dari narkoba hingga pengiriman TKI ilegal ke Kamboja. Tidak semuanya bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Saya berharap AMPI bisa mengajak seluruh organisasi kepemudaan duduk bersama, merumuskan persoalan dan menyelesaikannya bersama-sama," kata Bobby.
Pemerintah Provinsi Sumut, lanjutnya, siap mendukung program-program pengembangan sumber daya manusia yang dijalankan AMPI, termasuk melalui fasilitas, dukungan anggaran, serta penghargaan bagi organisasi yang mampu mencetak generasi muda berprestasi.
Dalam kesempatan itu, Bobby juga mengaku memiliki kedekatan emosional dengan AMPI. Ia menyebut organisasi tersebut selama ini konsisten mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
"Saya datang bukan hanya sebagai gubernur, tetapi juga sebagai pribadi yang ingin melihat abang saya dilantik kembali. Terima kasih atas dukungan AMPI kepada kami selama ini. Tidak ada alasan saya tidak memakai jaket AMPI, karena jaket loreng AMPI yang saya miliki mungkin paling banyak," ujarnya disambut tepuk tangan kader.
Ketua
DPD AMPI Sumut David Luther Lubis, mengaku bersyukur kembali dipercaya memimpin organisasi kepemudaan tersebut lima tahun ke depan. Ia menegaskan konsolidasi organisasi menjadi kunci utama keberhasilan AMPI selama ini.
Menurut David, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks, mulai dari maraknya judi slot, penyalahgunaan rokok elektronik (vape), hingga persaingan di era digital yang menuntut kemampuan dan adaptasi tinggi.
"Persoalan anak muda hari ini sangat kompleks. Karena itu kami ingin AMPI hadir memberi manfaat di tengah masyarakat dan menjadi barometer organisasi kepemudaan di Sumatera Utara," katanya. **
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News