Kotapinang, MPOL - Tidak biarkan anak disabilitas berjuang sendiri, komitmen Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (
Labusel) dalam mewujudkan visi "Membangun, Menjaga dan Merawat Kampung Kita" kembali dibuktikan dengan tindakan nyata. Melalui Dinas Sosial Kabupaten
Labusel, seorang penyandang disabilitas intelektual dan tuna wicara asal Desa Sisumut, Kecamatan Kotapinang, Boy Sandi (23), resmi diberangkatkan untuk mendapatkan pembinaan dan rehabilitasi sosial di UPT Pelayanan Sosial Tuna Rungu dan Tuna Wicara (UPT-PSTRTW) Kota Pematangsiantar, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga:
Keberangkatan Boy bukan sekadar pemindahan tempat tinggal, melainkan langkah besar pemerintah dalam menyelamatkan masa depan seorang anak yatim piatu yang selama enam tahun terakhir harus menjalani hidup tanpa kedua orang tuanya setelah meninggal dunia akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2020.
Plt Kepala Dinas Sosial
Labusel melalui Kabid Rehabilitasi Sosial, Niastina Butar Butar, menjelaskan bahwa Boy selama ini hidup dalam keterbatasan. Selain mengalami disabilitas intelektual dan tuna wicara, ia juga tidak memiliki keluarga inti yang dapat memberikan pendampingan secara maksimal.
"Selama ini Boy mendapatkan perhatian dari masyarakat dan Pemerintah Desa Sisumut. Namun kondisi yang dialaminya membutuhkan penanganan yang lebih khusus agar ia memiliki kesempatan berkembang, mampu berkomunikasi, dan hidup lebih mandiri," ujar Niastina.
Menurutnya, Dinas Sosial
Labusel telah melakukan asesmen dan koordinasi intensif selama beberapa bulan terakhir untuk memastikan Boy memperoleh layanan rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Boy resmi diterima sebagai warga binaan UPT-PSTRTW Pematangsiantar, sebuah lembaga milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang memberikan pelayanan khusus bagi penyandang tuna rungu dan tuna wicara.
Di tempat tersebut, Boy akan mendapatkan layanan rehabilitasi sosial, terapi, pemeriksaan kesehatan, pembelajaran bahasa isyarat, pembinaan mental, hingga pelatihan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.
Bahkan jika menunjukkan perkembangan yang baik, Boy berkesempatan mengikuti pelatihan keterampilan produktif seperti menjahit, bordir dan pangkas rambut sebagai bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri di masa depan.
"Ini adalah awal kehidupan baru bagi Boy. Harapan kami, ia tidak hanya mendapatkan perawatan yang layak, tetapi juga memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk hidup mandiri," tambah Niastina.
Proses penyerahan Boy diterima langsung oleh pihak UPT-PSTRTW Pematangsiantar yang diwakili Lauren Sinaga. Kegiatan tersebut turut didampingi perangkat Desa Sisumut serta Tika, pegawai desa yang selama ini menjadi sosok ibu asuh dan pendamping bagi Boy.
Bupati Labuhanbatu Selatan Fery Sahputra Simatupang, menegaskan bahwa langkah yang dilakukan Dinas Sosial merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus.
"Kami tidak ingin ada warga
Labusel yang tertinggal, terlebih mereka yang hidup dalam keterbatasan. Boy adalah bagian dari keluarga besar
Labusel. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan memastikan ia mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik," tegas Bupati.
Keberangkatan Boy Sandi ke Pematangsiantar menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya menjalankan program administratif semata, tetapi juga menghadirkan harapan bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Dari Desa Sisumut menuju Pematangsiantar, Boy kini memulai lembaran baru kehidupan dengan peluang, pembinaan, dan masa depan yang lebih cerah. (Can)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani