Rabu, 22 Juli 2026

Beroperasi Desember 2025, BUMDes Bersama Bintang Jaya LKD Surplus Rp300 Juta

Abdul Rahman Manik - Selasa, 21 Juli 2026 18:02 WIB
Beroperasi Desember 2025, BUMDes Bersama Bintang Jaya LKD Surplus Rp300 Juta
Abdul Rahman Manik
Direktur BUMDesma Bintang Jaya LKD, Indah Sri Wahyuni (kanan) bersama pengurus lainnya saat ditemui di kantornya.

Serdang Bedagai, MPOL - Dana Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Bintang Jaya Lembaga Keuangan Desa (LKD) Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara per Juli 2026 surplus sekitar Rp300 juta lebih.

Baca Juga:
Sebuah catatan yang membanggakan dibukukan oleh BUMDesma, yang baru beroperasi Desember 2025 telah berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp300 juta lebih dari modal penyertaan sebesar Rp2.393.796.800.

Ditemui di Kantor BUMDesma, Direktur BUMDesma Bintang Jaya LKD, Indah Sri Wahyuni Tambunan, Selasa (21/7/2026), kepada awak media memberikan keterangan secara gamblang mulai berjalannya BUMDesma hingga tujuh bulan perjalanannya mendapatkan surplus yang cukup signifikan.

Lembaga ekonomi dasar yang dibentuk dari transformasi dari eks PNPM pada tahun 2023, dimana telah mendapat persetujuan nama dari Menteri Desa dengan Nomor AHU-00033.AH.01.35 Tahun 2025 serta memiliki legalitas usaha dari kementerian berupa persetujuan badan hukum dan Nomor Induk Berusaha 18022600466954.

Memasuki Tahun 2025, melalui kebijakan alokasi 20 persen Dana Desa, sebanyak 18 dari 19 desa di Kecamatan Bintang Bayu menyertakan kepada BUMDesma untuk dikelola secara bersama melalui musyawarah antar desa 24 Nopember 2025.

Pada saat itu, lanjut Indah disepakati bahwa BUMDesma menjadi pengelola program Ketahanan Pangan (Ketapang) dengan dua kegiatan utama yaitu kredit usaha kelompok berbasis tematik dan kredit usaha perorangan berbasis Ketahanan Pangan (Ketapang).

"Kegiatan ini difokuskan kepada sektor pertanian, peternakan dan perikanan seperti budidaya pisang, singkong, sayuran, cabai, jagung, ternak sapi, kambing, ayam, serta budidaya ikan lele, gurami dan patin," ujarnya merinci.

Berjalan mulai Desember 2025, kegiatan telah dilaksanakan diberbagai desa dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat untuk pengembangan usaha produksi.

"Pengelolaan dana dilakukan secara bergulir, dimana pengembalian pokok dan jasa dari penerimaan dan pembiayaan telah disalurkan kembali kepada pemanfaat lainnya sehingga program terus berjalan dan berkembang," kata Sri Wahyuni.

Ia mengakui, hingga saat ini kegiatan Ketapang yang dikelola telah menunjukkan hasilnya positif dengan keuntungan jasa yang terus meningkat, dan tidak ada kendala.

Lebih jauh disampaikannya, untuk mendukung pengelolaan yang tertib, seluruh kegiatan dilaksanakan dengan dokumen yang tertib dimana seluruh kegiatan dilaksanakan dengan dokumen administrasi yang lengkap mulai dari proposal perjanjian, SOP, MOU, hingga bukti transaksi dan kartu angsuran.

Ditegaskannya, setiap pembiayaan juga dilengkapi dengan agunan sebagai jaminan seperti BPKB kendaraan bermotor, surat tanah, dan dokumen berharga lainnya.

"11 Dengan sistem pengelolaan yang terstruktur, transparan dan berkelanjutan, BUMDesma Bintang Jaya LKD terus berkomitmen sebagai penggerak ekonomi desa dalam mendukung Ketapang dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkas putri mantan Kepala Desa Sarang Giting Kahan tersebut.

Data yang diperoleh, berikut desa di Kecamatan Bintang Bayu yang turut sertakan modal awal. Panombean Rp134, 856 juta, Sarang Giting Kahan Rp135, 619 juta, Dolok Masango Rp137, 862 juta, Pergajahan Kahan, Rp132, 524 juta, Damak Tolong Buho Rp145, 974 juta, Sarang Giting Hulu Rp136, 497 juta, Bandar Negeri Rp139, 095 juta dan Kampung Kristen Rp118, 997 juta.

Selanjutnya, Marihat Dolok Rp139, 767 juta, Huta Durian Rp137, 201 juta, Siahap Rp134, 071 juta, Gudang Garam Rp137, 257 juta, Bintang Bayu Rp136, 478 juta, Pergajahan Hulu Rp121, 777 juta, Bandar Pinang Rambe Rp125, 397 juta, Ujung Negeri Kahan Rp137, 329 juta, Bandar Pinang Kebun Rp132, 497 juta dan Ujung Negeri Hulu Rp110, 597 juta. (ARM)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru