Kamis, 30 Juli 2026

Abdul Rahman : Kritik Terhadap Pemimpin Sampaikan Secara Proporsional dan Tidak Gunakan Diksi

Josmarlin Tambunan - Kamis, 30 Juli 2026 18:46 WIB
Abdul Rahman : Kritik Terhadap Pemimpin Sampaikan Secara Proporsional dan Tidak Gunakan Diksi
Wakil Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Serdang Bedagai, Abdul Rahman Lubis.(dok)
Medan, MPOL:Wakil Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Abdul Rahman Lubis angkat bicara terkait kritik Ricky Anthony terhadap sikap walk out yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam sebuah agenda.

Baca Juga:
Abdul Rahman Lubis menyayangkan adanya kritik tersebut, terlebih di tengah situasi politik yang dinilai membutuhkan kerja sama seluruh pihak untuk mendorong kemajuan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.

"Di tengah situasi politik sekarang, kita harus saling bahu-membahu untuk kemajuan pembangunan dan masyarakat Sumatera Utara. Bukan saling menyerang," kata pria yang akrab disapa Mamen.

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam dunia politik merupakan hal yang wajar. Namun, ia menilai kritik terhadap seorang pemimpin sebaiknya disampaikan secara proporsional dan tidak menggunakan diksi yang dapat menyudutkan atau menyerang pribadi serta tetap mengedepankan adab dan etika.

Mamen menilai seorang wakil rakyat semestinya dapat menjaga komunikasi politik yang konstruktif, terutama ketika menyampaikan kritik terhadap kebijakan maupun sikap seorang kepala daerah.

"Tidak seharusnya seorang wakil rakyat menyudutkan seseorang dengan kata arogan, kritik boleh tapi tetap mengedepankan adab dan etika," pungkasnya.

Lebih lanjut, Abdul Rahman Lubis mengingatkan bahwa tidak ada pemimpin yang sempurna. Karena itu, menurutnya, kritik dan masukan tetap diperlukan sebagai bagian dari proses demokrasi, tetapi hendaknya disampaikan dengan cara yang membangun.

"Karena tidak ada pemimpin yang sempurna, kritik dan masukan tetap diperlukan. Alangkah baiknya dahulukan adab lalu ilmu," ungkapnya.

Ia berharap seluruh elemen politik di Sumatera Utara dapat mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok maupun perbedaan politik.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, legislatif, partai politik, dan seluruh elemen masyarakat menjadi penting agar pembangunan di Sumatera Utara dapat berjalan secara berkelanjutan.

Mamen mengajak seluruh pihak untuk menjaga suasana politik tetap kondusif serta menghindari polemik yang berpotensi mengganggu fokus pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. (kcu)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru