Senin, 07 September 2026

Disayangkan Mediasi Ala Lurah Sei Agul Berbuntut Permintaan 45 Juta Untuk Perdamaian

Alfiannur - Senin, 07 September 2026 19:36 WIB
Disayangkan Mediasi Ala Lurah Sei Agul Berbuntut Permintaan 45 Juta Untuk Perdamaian
M Sai Rangkuti, SH,MH, dan rekan saat berkunjung ke Karya Dame Ujung usia kliennya Zulkarnain Parinduri merubuhkan tembok yang menghalangi akses keluar masuk kerumahnya, Jumat,(05/09/2026). (Ist)
Medan, MPOL - Kisah jalanan lingkungan/gang, yang dibeton oleh Dalil Maha dan anak-anaknya seperti Darma Maha, di Jl Karya Dame Sei Agul. Karena Maha dan keluarga meyakini jalan tersebut adalah jalan keluarga. Berujung pada kritik terhadap Lurah Kelurahan Sei Agul Ade Kurniawan.

Baca Juga:

Sebagaimana protes kuasa hukum Zulkarnain Parinduri, M.Sai Rangkuti,.SH, MH dan rekan, saat meninjau kediaman kliennya yang tertutup oleh tembok diatas badan jalan dan parit itu. Hingga mengakibatkan kliennya kehilangan akses keluar masuk rumahnya, Jumat, (05/09/2026).


"Sangat kita sayangkan sikap Lurah, yang terkesan tidak peduli terhadap rakyatnya. Sebaiknya oknum lurah seperti itu, diganti saja. Selain kemampuannya tidak membantu atasannya seperti Camat Medan Barat dan Walikota Medan. Juga menjatuhkan citra dan wibawa Pemko Medan", sebut M. Sai Rangkuti SH, yang hadir bersama timnya, antara lain yakni; Rizky Fatimantara Pulungan, S.H ll, Muhammad Ilham, S.H, MH, Muhammad Rafi Makarim, S.H dan Muhammad Fahmi Hasibuan, SH. Saat meninjau rumah Zulkarnain Parinduri, usai pemilik rumah merubuhkan beton yang menganggu akses keluar masuk kediamannya tersebut.


Disebutkan M. Sai Rangkuti SH,MH, kliennya adalah pemilik rumah dengan sertifikat SHM dari BPN Medan, dan berbatasan dengan jalan/gang. Hingga bila ada yang meragukan ataupun keberatan atas produk hukum dokumen resmi negara itu, sebaiknya menggugat keabsahan sertifikat, dan bukan menghalangi kliennya untuk memanfaatkan akses jalan/gang.


M.Sai Rangkuti juga sangat menyayangkan sikap Lurah Sei Agul, yang dalam acara mediasi antara pihak kliennya dengan pihak kontranya dikelurahan, malah memunculkan wacana penyediaan dana Rp. 45 juta dari Zulkarnain sebagai pelicin perdamaian.


"Artinya lurah terindikasi tidak objektif melihat masalah. Dan tidak merasa tertampar wajahnya karena jalan yang merupakan wilayah kerjanya dikelurahan, dirusak karena dibeton, malah minta warganya menyediakan sejumlah anggaran bagi percepatan perdamaian", keras M.Sai Rangkuti, SH, MH.


Begitupun M.Sai Rangkuti mengatakan pihaknya tengah menampung aspirasi dari keluarga Dalil Maha, agar melakukan perbaikan jalan air(parit), antara kliennya dengan keluarga Dalil Maha. Hingga perkara tidak berlarut-larut, hingga harus diselesaikan secara hukum.


Sementara Dalil Maha yang dikonfirmasi wartawan, mengatakan pihaknya siap melakukan mediasi dengan pihak Zulkarnain Parinduri, meskipun awalnya sempat merasa kesal terhadap sikap tetangganya yang dianggapnya arogan itu. Meskipun mengatakan memiliki alas hak atas jalan, yang sempat disebutkannya sebagai jalan keluarga. Namun Dalil Maha mengatakan, penyelesaian secara kekeluargaan akan lebih baik daripada berlarut larut menempuh jalur hukum.


"Tahulah kalau lewat jalan hukum seperti pengadilan. Menang jadi arang, kalah jadi abu", ujar Dalil Maha seraya menerima kuasa hukum M.Sai Rangkuti SH,MH, dan rekan kedalam kediamannya. (fitri)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru