Batu Bara, MPOL - Hujan menjadi persoalan tersendiri bagi sejumlah petugas Pemadam Kebakaran (
Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (
Satpol PP) Kabupaten Batu Bara yang bertugas di Pos
Damkar Kecamatan
Medang Deras.
Baca Juga:
Pasalnya, kondisi atap pos yang berada di lahan Kantor Pemerintahan Kecamatan
Medang Deras tersebut mengalami kebocoran. Air hujan disebut masuk hingga ke ruang kamar yang digunakan petugas untuk beristirahat.
Kondisi itu disampaikan sejumlah petugas saat ditemui pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 18.09 WIB. Mereka mengaku kesulitan beristirahat ketika hujan turun.
"Bapak lihatlah, atap sengnya bocor. Kalau hujan kami tak bisa tidur, airnya merembes masuk," ujar seorang petugas yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Menurut petugas, terdapat 12 orang yang bertugas di pos tersebut dengan pembagian tiga shift. Setiap shift diisi empat orang.
Mereka berharap kondisi bangunan segera diperbaiki sehingga fasilitas tempat bertugas sekaligus beristirahat dapat digunakan dengan lebih baik.
"Kami 12 orang di sini, setiap shift bertugas empat orang," ungkap petugas lainnya.
Selain mengeluhkan kondisi bangunan, petugas juga menyampaikan bahwa mereka menerima gaji sekitar Rp2,1 juta per bulan. Mereka mengaku kebutuhan makan selama bertugas masih menggunakan biaya pribadi.
Keluhan mengenai kondisi pos juga disampaikan seorang warga, Dedi. Ia mengaku pernah melihat langsung air hujan masuk dan menggenangi bagian dalam pos.
"Saya pernah di situ saat hujan. Air hujan masuk dan menggenangi pos," katanya.
Kecamatan Akui Belum Ada Anggaran
Sekretaris Kecamatan
Medang Deras, Muhammad Reza Akmal SH membenarkan belum adanya anggaran kecamatan untuk perbaikan bangunan tersebut.
"Anggaran kecamatan tidak ada. Akibat efisiensi anggaran, tidak ada yang dianggarkan. Namun sudah kita ajukan ke Dinas Perkim Batu Bara," ujar Reza.
Ia mengatakan Dinas Perkim saat ini lebih fokus terhadap program rumah tidak layak huni (RTLH).
Sementara terkait status kepemilikan aset Pos
Damkar, Kasubbag Program dan Keuangan Kecamatan
Medang Deras, Ester, mengaku belum mengetahui secara pasti apakah bangunan tersebut merupakan aset kecamatan atau
Satpol PP.
"Nantilah Bang, seingatku itu aset
Satpol PP," tulisnya melalui WhatsApp.
Kasatpol PP Kabupaten Batu Bara, Ronal Siahaan, juga telah dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait kondisi Pos
Damkar tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum memberikan jawaban.
Dari pantauan di lokasi, sebagian atap seng terlihat rusak dan terdapat bagian atap yang sudah tidak ada. Di dalam maupun sekitar pos juga terlihat sejumlah barang bekas dan kondisi ruangan yang kurang tertata.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena petugas
Damkar membutuhkan tempat bertugas dan beristirahat yang memadai untuk menunjang kesiapan mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (MA)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani