Medan, MPOL - Polrestabes Medan membeberkan kronologi sekaligus mengungkap motif WLG yang tewas
bunuh diri. Mantan istri dari Brigadir IH penyidik Unitreskrim Polsek Sunggal itu ditemukan tewas berlumuran darah di kamar mandi setelah korban menembakkan
senjata api (
senpi) dinas organik jenis
revolver milik Brigadir IH ke bagian kepala sebelah kanannya.
Baca Juga:
Diketahui, peristiwa berdarah yang menghebohkan publik itu terjadi di rumah Brigadir IH di Kompleks Bumi Asri, Blok G, Jalan Asrama, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu (2/8/2026) sore. Cuaca saat itu dilanda hujan deras.
Kapolrestabes Medan, KBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi, terkait anak korban terkait insiden tersebut.
"Kami sudah memeriksa beberapa saksi utama adalah saksi dengan inisial IH, kemudian yang kedua adalah saksi anaknya M (9). Dua saksi ini yang berada di dalam satu kamar dengan korban sebelum terjadinya kecelakaan atau insiden
bunuh diri," kata Calvijn didampingi Kasatreskrim AKBP Adrian Risky Lubis di Polrestabes Medan, Selasa (5/8/2026).
Calvijn menjelaskan awalnya di dalam kamar ada tiga orang, satu korban dan dua saksi (IH dan anaknya M). Kemudian saksi IH keluar dari kamar dan kembali di kamar dan mendapati anaknya sendiri di dalam kamar. Saat itu IH menanyakan di mana korban.
"Lalu saksi IH melihat tasnya sudah terbuka yang di dalamnya ada
senjata api. Saat itu saksi memeriksa kamar mandi yang persis berada di dalam kamar tersebut. Pada saat mengetuk kamar mandi di situ terjadi komunikasi yang sifatnya pencegahan dengan mengatakan jangan melakukan hal-hal yang tidak layak," sebutnya.
Perkataan itu disampaikan IH, lanjut Calvijn, karena IH tahu persis kondisi korban. Hal itu juga dikuatkan dengan saksi anak yang ikut mengetuk pintu kamar mandi, akan tetapi tidak direspon oleh korban.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News