Kamis, 20 Agustus 2026

Tanoto Foundation Gelar “Asuh Berpadu, Anak Melaju Sejak Dalam Kandungan"

Hendro - Kamis, 20 Agustus 2026 17:36 WIB
Tanoto Foundation Gelar “Asuh Berpadu, Anak Melaju Sejak Dalam Kandungan"
Medan, MPOL - Penguatan pengasuhan sejak masa kehamilan dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam Talkshow KIARA (Kelas Inspirasi Antar Penggerak) Sumatra Utara 2026 bertajuk "Asuh Berpadu, Anak Melaju" yang digelar Tanoto Foundation, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga:
Psikolog sekaligus Dosen Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU), Rahma Yurliani, M.Psi., mengatakan proses perkembangan psikologis anak tidak baru dimulai setelah kelahiran. Sejak dalam kandungan, telah terbentuk attachment atau kelekatan antara ibu dan anak.

"Kalau dari perspektif psikologi, perkembangan anak sebenarnya bukan dimulai dari nol ketika dia lahir. Sejak dalam kandungan, attachment itu sudah terbentuk," ujar Rahma.

Menurutnya, respons ibu terhadap gerakan bayi, perhatian dan kondisi emosional selama kehamilan menjadi bagian dari proses membangun hubungan emosional dengan anak. Proses tersebut kemudian berlanjut setelah anak lahir melalui hubungan dengan keluarga dan lingkungan.

Karena itu, kondisi psikologis ibu selama kehamilan perlu mendapat perhatian sebagai salah satu fondasi perkembangan anak.

Sementara itu, Penyuluh KB Ahli Madya, Rilmawati Br Tarigan, SKM, MKM, mengatakan pemerintah terus memperkuat pola pengasuhan melalui berbagai program, salah satunya Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak).

Program tersebut memberikan edukasi kepada pengasuh mengenai pola pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan anak sesuai usia, termasuk kebutuhan gizi.

"Tidak semuanya paham bagaimana pengasuhan yang baik sesuai dengan umurnya. Termasuk pola makan yang terkadang disamaratakan," ujarnya.

Rilmawati menegaskan pengasuhan tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu. Ayah, nenek dan anggota keluarga lainnya juga dapat terlibat dalam pengasuhan dengan memahami kebutuhan anak sesuai tahapan perkembangannya.

Pemerintah juga mendorong keterlibatan ayah melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia, termasuk sejak masa kehamilan.

"Ayah juga harus berperan, mulai dari saat kehamilan. Mendampingi istrinya melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan dan mendukung istrinya memberikan ASI eksklusif," katanya.

Dari sisi pemenuhan gizi, Wakil Ketua sekaligus Breastfeeding Counselor AIMI Sumatera Utara, Miranda Agustien, mengatakan persoalan gizi ibu dan anak masih ditemukan di sejumlah wilayah, termasuk Medan Utara.

Menurutnya, kondisi di lapangan terkadang berbeda dengan data yang tersedia. Edukasi mengenai pemenuhan gizi sejak kehamilan hingga masa pertumbuhan anak dinilai masih perlu diperkuat.

"Mulai dari gizi ibu, gizi calon bayi, bayi itu sendiri sampai anak yang berada di golden age, kita harapkan bisa bertumbuh dengan baik. Bukan hanya dari nutrisi, tetapi juga perkembangan sosial, emosional dan lainnya," jelasnya.

Miranda mengatakan pemenuhan gizi membutuhkan kolaborasi pemerintah, akademisi, komunitas dan organisasi masyarakat. AIMI juga terus memperluas pendampingan menyusui di berbagai daerah.

Sementara itu, Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, menekankan pentingnya memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini, terutama literasi dan numerasi.

Menurutnya, tingginya angka partisipasi sekolah dan rasio guru belum otomatis menjamin kualitas hasil belajar. Karena itu, kemampuan dasar anak perlu dibangun sejak pendidikan anak usia dini dan diperkuat pada kelas awal sekolah dasar.

"Kalau kelas 1, kelas 2 itu sudah tertanam dengan baik literasi-numerasi, guru SD lebih enak untuk mengajarkan sesuatu, dengan memfasilitasi pembelajaran. Siswa bisa belajar sendiri," jelasnya.

Medi menilai peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, keluarga dan berbagai pihak lainnya.

Melalui KIARA Sumut 2026, penguatan pengasuhan diharapkan tidak berjalan sendiri, tetapi terhubung dengan pemenuhan gizi, keterlibatan keluarga serta pendidikan untuk membangun fondasi tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. (Dro).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru