Jumat, 14 Juni 2024

Aktivis 98 Ragu Koalisi Indonesia Maju Berkoalisi dengan PDIP dalam Pilkada Serentak 2024

Rini Sinik - Sabtu, 25 Mei 2024 21:45 WIB
Aktivis 98 Ragu Koalisi Indonesia Maju Berkoalisi dengan PDIP dalam Pilkada Serentak 2024
Medan, MPOL - Mantan Aktivis 98 Muhammad Ikhyar Velayati meragukan PDIP bisa bekerjasama dengan Partai yang tergabung di Koalisi Indonesia Maju (Golkar, Gerindra, PAN, Demokrat, PSI, Prima, Gelora) dalam Pilkada serentak 2024 karena berbeda secara programatik dalam membangun Indonesia masa depan.

Baca Juga:
"Saya ragu partai yang tergabung dalam koalisi Indonesia maju bisa bekerjasama dalam Pilkada serentak 2024 dengan PDIP, karena berbeda program dan cara pandang dalam membangun dan menata Indonesia ke depan," jelas Ikhyar di Medan, Sabtu (25/5/2024).

Sebelumnya di beritakan Rakernas PDIP V yang diselenggarakan di Beach City Internasional Stadium, Ancol, Jakarta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menunjuk mantan aktivis 98 Adian Napitupulu menjadi Ketua Tim Pemenangan Pilkada serentak 2024.

Dalam pernyataannya Adian menyebut siap bekerjasama dengan semua partai politik tanpa melihat pengkubuan pada Pilpres 2024.

"Kami berharap bahwa, persoalan Pilpres selesai di Pilpres, tidak diturunkan sampai pada Pilkada, kalau kita mau berbicara tentang bangsa Indonesia yang satu, berbicara tentang keutuhan berbangsa dan bernegara," kata Adian.

Menurut Ikhyar pernyataan koalisi Pilkada partai koalisi Indonesia maju dengan PDIP dalam Pilkada serentak hanya ada dalam teori tetapi sukar untuk di wujudkan

"Menurut saya pernyataan Bung Adian itu hanya ada di angan angan, sukar diwujudkan dalam prakteknya karena kimiawi politiknya tidak ketemu, alasannya pertama, KIM ingin mensukseskan program presiden Prabowo seperti hilirisasi, makan siang bergizi gratis, pembangunan IKN dan kelanjutan program infrastruktur, sementara PDIP menolak program tersebut," ujar Ikhyar.

Ikhyar menambahkan, di sisi lain PDIP sudah memposisikan diri berada di luar pemerintahan, bagaimana mungkinkan partai yang mendeklarasikan diri sebagai oposisi bisa seiring sejalan dengan pemerintahan terpilih padahal berbeda cara pandang dalam membangun Indonesia ke depan, tegasnya.

Dalam Rakernas PDIP V yang diselenggarakan di Beach City Internasional Stadium, Ancol Jakarta, Sabtu (25/5/2024), Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memang memberikan isyarat PDIP akan berada di luar pemerintahan dan mengkritik beberapa program yang dijalankan pemerintahan Jokowi khususnya di bidang hukum dan demokrasi

"Partai kami adalah partai yang mempunyai keteguhan dan kesabaran yang luar biasa. Siapa yang enggak mau ngikut? Ya iyalah, sudahlah enggak zona nyaman, zona nyaman melulu," ujar Megawati di hadapan ribuan kader yang hadir.

Ikhyar memprediksi partai pengusung presiden terpilih yang tergabung dalam koalisi Indonesia maju akan konsisten melanjutkan koalisinya dalam Pilkada serentak 2024 agar program presiden-wakil presiden terpilih bisa berjalan Maximal

"Kepala daerah di provinsi maupun kabupaten/kota merupakan perpanjang tangan pemerintahan pusat, mereka sangat strategis dan efektif dalam mensukseskan program pusat, tidak boleh ada pembangkangan maupun sabotase program oleh pemerintah daerah, oleh karena itu harus dipastikan semua kepala daerah yang terpilih merupakan kader kader yang berasal dari Partai Koalisi Indonesia Maju," jelas Ketua Umum Relawan Persatuan Nasional dengan tegas.***

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Rini Sinik
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru