"Tahu-tahu ternyata itu kereta yang mepet saya dari samping kanan kiri. Kemudian (pelaku) yang sebelah kanan matikan kunci kereta saya, dicabutnya, yang sebelah kiri megang kereta saya terus turun sambil bilang 'tinggal, tinggal!," katanya.
Baca Juga:
Selanjutnya, korban yang sudah ketakutan itu pun turun dari motornya. Korban semakin dibuat terkejut saat dirinya turun ternyata ada pelaku lagi membawa sesuatu seperti benda tajam.
"Saya takut dan berusaha lari sampai jatuh luka di kaki kiri. Saya minta tolong, orang itu kabur. Gak saya perhatikan lagi orang itu, yang penting saya bisa lari," ungkapnya, sambil mengatakan pelaku diperkirakan pelaku masih muda berumur sekitar 20-an tahun.
Korban menceritakan selain sepeda motornya yang raib dirampas para pelaku,
surat tanahnya juga dibawa lari karena diletakkan korban di dalam jok motor.
Setelah kejadian itu, korban menyebut Kapolrestabes Medan, KBP Gidion Arif Setyawan datang menjenguk ke rumahnya. Kapolres, kata korban, bercerita dan meminta doa kepada korban supaya pelakunya lekas tertangkap.
"Sudah datang tadi pak Kapolres. Cerita-cerita sedikit sama saya, saya ceritakan apa adanya. Pak Kapolres bilang doain ya bu supaya cepat terungkap pelakunya. Kita mau terus melacak, bekerja lah," ucap korban menirukan kata Kapolres.
Kapolrestabes Medan PrihatinKapolrestabes Medan, KBP Gidion Arif Setyawan yang mendapat laporan tersebut sangat prihatin lalu bergegas mendatangi rumah korban, Selasa (7/1/2025) sore. Sebelum menemui korban, Kapolres bersama sejumlah anggotanya lebih dulu mengecek lokasi kejadian (TKP) bertujuan untuk mengetahui bagaimana kronologi itu terjadi.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News