Medan, MPOL - Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs
Gandi Parapat mengatakan, sudah saatnya pemerintah menyetujui terbentuknya
Provinsi Tapanuli (Protap).
Baca Juga:
Hal tersebut dikemukakan
Gandi Parapat saat ditanya bagaimana menilai keinginan masyarakat Tapanuli agar pemerintah segera membentuk
Protap, padahal dulu PMPHI keberatan dibentuk
Protap.
Kepada wartawan Rabu (26/2/2025),
Gandi Parapat mengaku sangat prihatin atas nasip semua pejuang
Protap yang menjadi korban hingga dipenjara.
" Ya kami dulu ikut protes pembentukan
Protap karena belum saatnya. Namun tidak pernah membenci pejuang- pejuang atau panitia
Protap tersebut walaupun diantara mereka ada yang marah karena kami tidak ikut mendukung, dan kemarahan itu tidak menjadi beban walaupun saya dikucilkan", kata
Gandi Parapat.
Ditambahkan, semangat pembentukan
Protap itu sampai sekarang berlanjut dan ada beberapa kepanitiaan sampai orang yang tidak punya kepentingan mempertanyakan hal itu.
"Kami tetap menganggap hal itu wajar dan itu ada karena semangat lapisan masyarakat Tapanuli dan kepanitiaan yang ada itu bentuk kesinambungan panitia
Protap pertama yang sampai saat ini belum direspon pemerintah pusat padahal sudah waktunya sangat layak ada
Protap", sebutnya.
"Saya selaku masyarakat yang berasal dari Tapanuli sangat menghargai perjuangan para panitia yang menjadi korban akibat keinginan terbentuknya
Protap. Kami harap pemerintah pusat agar tidak memandang hal itu sebelah mata. Artinya kalau ada kelompok atau atas nama panitia
Protap, itu semua semangat dari panitia yang mengalami korban yang tidak diduga",ujarnya.
Disebutkan, jika pun ada beberapa panitia yang bermohon segera diresmikannya
Protap, hal itu bentuk strategi agar segera ada
Protap, bukan penampilan keakuhan. Semua bermuara kepada perjuangan terdahulu.
" Andaikata pemerintah pusat membuat syarat harus jalan kaki dari Tapanuli ke istana negara, atau harus berenang dari laut Tapanuli ke Jakarta, kami akan menyanggupinya asal terwujud
Protap", pungkas
Gandi Parapat.
"Semua masyarakat Tapanuli sudah bulat menyahuti perjuangan panitia
Protap khususnya yang menjadi korban. Sangat wajar masyarakat Tapanuli menghormati pejuang
Protap terutama yang telah duluan dipanggil Tuhan seperti Burhanuddin Rajagukguk Ompung ni si
Protap, Manaor Silitonga dan yang masih sehat seperti Manurung, Butar-Butar, Candra Panggabean, Tahan Panggabean, Sanggam Bakara dan lainnya", tutup
Gandi Parapat.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News