Jumat, 18 September 2026

HSBC Indonesia Hadirkan Batavia Gold Sharia Equity USD, Akses Saham Tambang Emas & Logam Mulia

Eli Marlina - Jumat, 18 September 2026 11:29 WIB
HSBC Indonesia Hadirkan Batavia Gold Sharia Equity USD, Akses Saham Tambang Emas & Logam Mulia
Medan, MPOL -: PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) memperkuat lini bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management) dengan menghadirkan produk reksa dana Batavia Gold Sharia Equity USD.

Baca Juga:
Produk ini merupakan reksa dana saham berbasis syariah yang dikelola oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) dan memberikan akses kepada nasabah terhadap *reksa dana dengan fokus investasi pada saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia global..
Reksa dana ini juga memiliki fleksibilitas berinvestasi di berbagai kapitalisasi pasar.*

Mengapa emas dan mengapa sekarang?*
Dalam riset HSBC, Invest with Experts: Laporan Our Outlook for Gold Remains Positive Amid Ongoing Geopolitical Conflict, Rodolphe Bohn, FX and Commodities Strategist, HSBC Private Bank and Premier Wealth menilai, meski konflik Timur Tengah memicu volatilitas jangka pendek—termasuk rekor USD 5.415/oz pada Januari 2026 dan terkoreksi sekitar 20%—*prospek emas jangka menengah hingga panjang tetap positif.*

Bagi para investor global, emas kian dipandang bukan sekadar instrumen lindung nilai, tetapi juga aset strategis jangka panjang dalam portofolio. Laporan HSBC Global Affluent Investor Snapshot 2026, *survei terhadap hampir 10.000 investor affluent dan high-net-worth di 10 pasar global menunjukkan, emas (fisik dan digital) kini menjadi aset ketiga paling banyak dimiliki secara global, bahkan mencapai 41% di kalangan Gen Z.*

Ke depan, 9 dari 10 investor secara global berencana mempertahankan atau menambah alokasi emas, menunjukkan tingkat keyakinan tertinggi dibandingkan kelas aset lain dalam survei. Kepemilikan emas juga menonjol di India (61%), Uni Emirat Arab (49%), dan Tiongkok (49%), mencerminkan pergeseran persepsi emas sebagai aset pertumbuhan jangka panjang yang strategis.

Tren ini selaras dengan tema "defend and grow" dari HSBC, di mana investor mengombinasikan kepemilikan inti yang stabil dengan diversifier taktis seperti emas untuk menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

Meningkatnya minat terhadap emas secara umum ini turut memberikan angin segar bagi saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia, karena kinerja saham perusahaan-perusahaan tersebut secara historis sejalan dengan tren harga dan permintaan emas.

Menanggapi tren ini, Lanny Hendra, International Wealth and Premier Banking Director, HSBC Indonesia menjelaskan, "Kami melihat minat yang besar di kalangan investor terkait dengan investasi emas.


Melalui Batavia Gold Sharia Equity USD, nasabah dapat memiliki eksposur ke perusahaan pertambangan emas dan logam mulia, yang juga diuntungkan dari tren positif tadi."Ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat, ( 18/9/ 26)

Prospek positif jangka menengah hingga panjang
Prospek harga emas yang positif ini secara historis turut mendukung kinerja saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia, mengingat pendapatan dan margin perusahaan-perusahaan tersebut umumnya sensitif terhadap pergerakan harga emas.

Namun perlu dicatat bahwa kinerja saham tambang emas juga dipengaruhi oleh faktor spesifik perusahaan seperti biaya produksi dan eksekusi manajemen, sehingga pergerakannya tidak selalu satu banding satu dengan harga emas itu sendiri.

Lilis Setiadi, Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen menambahkan, "Seiring meningkatnya peran emas dalam diversifikasi portofolio, Batavia Gold Sharia Equity USD hadir untuk memberikan akses terhadap potensi pertumbuhan industri emas global melalui investasi yang berfokus pada saham perusahaan pertambangan emas yang memiliki fundamental kuat dan prospek jangka panjang." pungkasnya ( ina/r)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru