Jakarta, MPOL - Dorong percepatan penerbangan
Umrah langsung dan penurunan harga
Avtur di
Aceh demikian anggota
DPD RI asal
Aceh, Darwati A. Gani, mengataksn pada wartawan Senin (22/6) saat pertemuan dengan General Manager Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Setiyo Pramono, di Bandara Sultan Iskandar Muda
Aceh.
Baca Juga:
Darwati menyoroti besarnya potensi jemaah umrah
Aceh yang mencapai puluhan ribu orang setiap tahun. Namun hingga saat ini, sebagian besar jemaah masih harus menggunakan penerbangan transit melalui daerah lain atau luar negeri, sehingga berdampak pada tingginya biaya perjalanan serta lamanya waktu tempuh.
Untuk itu, Ia mendorong pembukaan rute Banda
Aceh–Jeddah (BTJ–JED) melalui skema Technical Stop with Traffic Rights bagi maskapai berbendera Arab Saudi. Skema ini memungkinkan pesawat yang melakukan pendaratan teknis di Bandara Sultan Iskandar Muda juga dapat mengangkut penumpang asal
Aceh menuju Jeddah.
Skema tersebut merupakan solusi realistis untuk menjawab kebutuhan masyarakat
Aceh akan layanan penerbangan umrah yang lebih cepat, efisien, dan terjangkau, sekaligus mengurangi ketergantungan pada penerbangan transit maupun carter yang selama ini relatif mahal.
"Kita berharap Kementerian Perhubungan dapat memberikan dukungan terhadap skema Technical Stop with Traffic Rights sehingga jemaah asal
Aceh memiliki akses yang lebih mudah, cepat, dan efisien menuju Arab Saudi."
Selain isu konektivitas, Darwati juga menyoroti tingginya harga avtur di Bandara Sultan Iskandar Muda yang masih termasuk tiga tertinggi di Sumatera. Kondisi ini dinilai berpengaruh langsung terhadap biaya operasional maskapai, yang pada akhirnya berdampak pada harga tiket penerbangan bagi masyarakat
Aceh.
Karena itu, ia mendorong penghapusan disparitas harga avtur antarbandara agar tercipta tarif yang lebih kompetitif dan berkeadilan. Menurutnya, kebijakan tersebut akan memberikan ruang bagi maskapai untuk membuka lebih banyak rute ke
Aceh serta membantu menurunkan harga tiket secara signifikan.
"Penghapusan disparitas harga avtur bukan hanya penting untuk mendukung penerbangan umrah langsung, tetapi juga untuk meningkatkan konektivitas
Aceh secara keseluruhan. Jika biaya operasional maskapai lebih efisien, maka masyarakat akan mendapatkan harga tiket yang lebih terjangkau baik untuk penerbangan menuju maupun dari
Aceh," tegasnya.
General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda, Setiyo Pramono, menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan dan menegaskan komitmen pihak bandara untuk terus meningkatkan layanan serta mendukung penguatan konektivitas udara
Aceh sebagai salah satu pintu gerbang penerbangan internasional di kawasan barat Indonesia di bawah pengelolaan InJourney Airports.
Komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat
Aceh terkait kemudahan akses ibadah umrah, peningkatan konektivitas udara, serta kebijakan harga avtur yang lebih kompetitif guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pariwisata, dan investasi di
Aceh, tutur Darwati. (ZAR)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani