Senin, 22 Juni 2026

Dorong Percepatan Penerbangan Umrah Langsung dan Penurunan Harga Avtur di Aceh

Zainul Azhar - Senin, 22 Juni 2026 17:29 WIB
Dorong Percepatan Penerbangan Umrah Langsung dan Penurunan Harga Avtur di Aceh
Jakarta, MPOL - Dorong percepatan penerbangan Umrah langsung dan penurunan harga Avtur di Aceh demikian anggota DPD RI asal Aceh, Darwati A. Gani, mengataksn pada wartawan Senin (22/6) saat pertemuan dengan General Manager Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Setiyo Pramono, di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh.

Baca Juga:
Darwati menyoroti besarnya potensi jemaah umrah Aceh yang mencapai puluhan ribu orang setiap tahun. Namun hingga saat ini, sebagian besar jemaah masih harus menggunakan penerbangan transit melalui daerah lain atau luar negeri, sehingga berdampak pada tingginya biaya perjalanan serta lamanya waktu tempuh.

Untuk itu, Ia mendorong pembukaan rute Banda Aceh–Jeddah (BTJ–JED) melalui skema Technical Stop with Traffic Rights bagi maskapai berbendera Arab Saudi. Skema ini memungkinkan pesawat yang melakukan pendaratan teknis di Bandara Sultan Iskandar Muda juga dapat mengangkut penumpang asal Aceh menuju Jeddah.

Skema tersebut merupakan solusi realistis untuk menjawab kebutuhan masyarakat Aceh akan layanan penerbangan umrah yang lebih cepat, efisien, dan terjangkau, sekaligus mengurangi ketergantungan pada penerbangan transit maupun carter yang selama ini relatif mahal.

"Kita berharap Kementerian Perhubungan dapat memberikan dukungan terhadap skema Technical Stop with Traffic Rights sehingga jemaah asal Aceh memiliki akses yang lebih mudah, cepat, dan efisien menuju Arab Saudi."

Selain isu konektivitas, Darwati juga menyoroti tingginya harga avtur di Bandara Sultan Iskandar Muda yang masih termasuk tiga tertinggi di Sumatera. Kondisi ini dinilai berpengaruh langsung terhadap biaya operasional maskapai, yang pada akhirnya berdampak pada harga tiket penerbangan bagi masyarakat Aceh.

Karena itu, ia mendorong penghapusan disparitas harga avtur antarbandara agar tercipta tarif yang lebih kompetitif dan berkeadilan. Menurutnya, kebijakan tersebut akan memberikan ruang bagi maskapai untuk membuka lebih banyak rute ke Aceh serta membantu menurunkan harga tiket secara signifikan.

"Penghapusan disparitas harga avtur bukan hanya penting untuk mendukung penerbangan umrah langsung, tetapi juga untuk meningkatkan konektivitas Aceh secara keseluruhan. Jika biaya operasional maskapai lebih efisien, maka masyarakat akan mendapatkan harga tiket yang lebih terjangkau baik untuk penerbangan menuju maupun dari Aceh," tegasnya.

General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda, Setiyo Pramono, menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan dan menegaskan komitmen pihak bandara untuk terus meningkatkan layanan serta mendukung penguatan konektivitas udara Aceh sebagai salah satu pintu gerbang penerbangan internasional di kawasan barat Indonesia di bawah pengelolaan InJourney Airports.

Komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Aceh terkait kemudahan akses ibadah umrah, peningkatan konektivitas udara, serta kebijakan harga avtur yang lebih kompetitif guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pariwisata, dan investasi di Aceh, tutur Darwati. (ZAR)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru