Senin, 03 Agustus 2026

Foto Jurnalistik Parlemen Jadi Warisan Sejarah Demokrasi Indonesia

Zainul Azhar - Senin, 03 Agustus 2026 12:36 WIB
Foto Jurnalistik Parlemen Jadi Warisan Sejarah Demokrasi Indonesia
Jakarta, MPOL - Foto jurnalistik parlemen jadi sejarah warisan sejarah demijrasi Indonesis demikian anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengatakan saat meluncurkan rangkaian Anugerah Jurnalistik Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) 2026,Senin (3/8) di DPR RI Jakarta.

Baca Juga:
Menurutnya peran strategis jurnalis parlemen dalam mengawal demokrasi dan mencatat perjalanan sejarah bangsa. Menurutnya, setiap karya jurnalistik, khususnya foto-foto yang dihasilkan wartawan parlemen, bukan sekadar dokumentasi visual, melainkan warisan sejarah yang akan menjadi rujukan bagi generasi mendatang dalam memahami proses demokrasi Indonesia.

Rieke mengenang awal perjalanan politiknya ketika pertama kali dilantik sebagai anggota DPR RI lebih dari tiga dekade lalu. Momen tersebut, kata dia, terekam oleh jurnalis parlemen dan menjadi bagian dari perjalanan sejarahnya sebagai wakil rakyat.

"Selama mengemban amanah rakyat di gedung ini saya tidak pernah melangkah sendirian. Selalu ada dedikasi luar biasa dari rekan-rekan media yang tergabung dalam KWP yang mengawal setiap proses demokrasi di parlemen."

Ia menilai media memiliki peran penting dalam memastikan suara masyarakat tetap terdengar di ruang-ruang pengambilan kebijakan. Menurutnya, setiap pembahasan undang-undang, fungsi pengawasan, hingga keputusan politik di DPR tidak dapat dipisahkan dari kerja jurnalistik yang menghadirkan informasi kepada publik.

Rieke mengatakan, 100 karya foto yang dipamerkan dalam "Warna-warni Parlemen #16" bukan hanya menampilkan aktivitas anggota Dewan, tetapi juga merekam dinamika, perjuangan, hingga berbagai momentum penting yang terjadi di parlemen.

"Karya-karya itu sedang merajut memori kolektif perjuangan bangsa. Setiap jepretan lensa bukan sekadar rekaman visual, tetapi menyimpan cerita tentang kerja keras, perdebatan, hingga pengabdian untuk rakyat," tutur Rieke Diiah Pitaloka.

Politikus PDI Perjuangan itu juga mengungkapkan pengalamannya sebagai bagian dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), yang membuatnya semakin memahami pentingnya dokumentasi sebagai bagian dari sejarah bangsa.

Menurut Rieke, perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 tidak mungkin dibangun tanpa keterbukaan informasi dan pengawasan publik. Karena itu, sinergi antara parlemen dan insan pers harus terus diperkuat agar proses demokrasi berjalan secara transparan dan akuntabel.

Pada kesempatan yang sama, Rieke meluncurkan Anugerah Jurnalistik KWP 2026 yang mengusung tema "DPR di Panggung Dunia". Tema tersebut, menurut dia, mencerminkan harapan agar kerja parlemen dalam bidang legislasi, pengawasan, anggaran, hingga diplomasi internasional tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mendapat perhatian masyarakat global.

"Melalui tulisan, analisis mendalam, dan karya foto jurnalistik, dunia dapat melihat bagaimana demokrasi Indonesia tumbuh semakin matang dan bermartabat."

Rieke menegaskan karya jurnalistik yang dihasilkan wartawan parlemen akan menjadi jendela sejarah bagi generasi mendatang untuk memahami perjalanan demokrasi Indonesia.

Ia pun mengajak seluruh jurnalis parlemen terus menjaga independensi, integritas, dan semangat dalam mendokumentasikan setiap peristiwa penting di DPR.

"Dengan memohon rahmat dan ridho Tuhan Yang Maha Esa, Pameran Foto Jurnalistik Warna-warni Parlemen #16 sekaligus rangkaian Anugerah Jurnalistik KWP 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka," tutur Rieke.

Sedangkan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal DPR RI Suprihartini mengatakan pers memiliki peran strategis dalam mengawal perjalanan demokrasi dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Media massa yang independen, kritis, dan berimbang menjadi salah satu pilar penting untuk memastikan proses demokrasi berlangsung secara transparan dan akuntabel.

Suprihartini mengapresiasi konsistensi Koordinator Wartawan Parlemen (KWP) yang telah menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik dan Pameran Foto Parlemen selama 16 tahun berturut-turut. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi bukti komitmen insan pers parlemen dalam membangun budaya jurnalistik yang profesional, berkualitas, dan bertanggung jawab kepada publik.

"Kami atas nama Sekretariat Jenderal DPR RI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Koordinator Wartawan Parlemen yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan ini dari tahun ke tahun. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen membangun budaya jurnalistik yang profesional, berkualitas, dan bertanggung jawab kepada publik."

Ia juga memberikan apresiasi kepada para jurnalis parlemen yang tengah meningkatkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan, termasuk program magister (S2). Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia akan memperkuat kualitas pemberitaan parlemen di masa mendatang.

Suprihartini menilai tema Anugerah Jurnalistik KWP 2026, "Mengawal dan Mewujudkan Indonesia Emas", memiliki relevansi yang kuat dengan tantangan pembangunan nasional menuju tahun 2045.

"Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan kerja keras para penyelenggara negara, tetapi juga memerlukan peran media massa yang independen, kritis, dan berimbang sebagai salah satu pilar penting yang memastikan proses demokrasi berjalan secara transparan dan akuntabel," tutur Suprihatini. (ZAR)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru