Kamis, 18 Juni 2026

Bangun Tembok Ditanah Orang Lain, Dinas Perkim CKTR Medan Diminta Jangan Keluarkan Izin PBG PT SBP di Belawan

Josmarlin Tambunan - Kamis, 18 Juni 2026 19:09 WIB
Bangun Tembok Ditanah Orang Lain, Dinas Perkim CKTR Medan Diminta Jangan Keluarkan Izin PBG PT SBP di Belawan
Belawan, MPOL: Dinas Perkim CKTR Kota Medan supaya tidak memberikan izin PBG kepada PT SBP terkait bangunan tembok yang mereka bangun sejak Kamis 11 Juni 2026 sampai saat ini yang berada di atas tanah PT BI di Jalan Besar Pelabuhan Belawan, Kampung Salam, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

Baca Juga:

"Tanah yang dibangun tembok oleh PT.SBP merupakan lahan milik PT BI. Karena itu, supaya Dinas Perkim CKTR Kota Medan tidak mengeluarkan izin PBG," tegas Kuasa Hukum PT Belawan Indah, Dr Darmawan Yusuf SH SE MH MPd.


Hal itu dikatakan Darmawan Yusuf terkait informasi ada oknum-oknum tertentu yang mendatangi Dinas Perkim Kota Medan untuk mengurus PBG. Bahkan, oknum-oknum tersebut berani menggelontorkan dana asalkan PBG dikeluarkan Dinas Perkim CKTR Kota Medan.Kemudian lagi, ada oknum petinggi di Pemko Medan yang disebut-sebut mengintervensi Dinas Perkim CKTR Medan agar dapat secepatnya mengeluarkan izin PBG.


Pihak PT SBP masih melanjutkan pembangunan tembok tanpa mengindahkan hasil kesepakatan Forkopimcam Belawan.(ist).


Dr Darmawan Yusuf menegaskan, bila Dinas Perkim mengeluarkan izin PBG bangunan tembok itu jelas telah merusak birokrasi karena bangunan sudah mulai rampung baru mengurus izin PBG. "Banyak keanehan bila izin PBG itu bisa benar -benar muncul. Tetapi yang pasti, semua masyarakat Medan akan buat bangunan saja terlebih dahulu baru urus izin PBG akibat kejadian ini," jelasnya.

Tambahnya lagi, "Jangan kotori aturan yang sudah baik dalam prosedur penerbitan izin PBG selama ini di Kota Medan karena dugaan iming-iming maupun tekanan oknum -oknum siapa pun dia, jangan salahkan masyarakat lain ikut -ikutan, bisa berantakan PAD bila dibiarkan," katanya mengingatkan Pemko Medan.

Pengacara Ternama itu mengatakan, merujuk surat yang dikeluarkan Dinas Perkim Kota Medan bahwa pembangunan tembok oleh PT SBP tidak memiliki izin PBG.


Kadis Perkim CKTR Kota Medan John Ester Lase yang dikonfirmasi soal akan dikeluarkannya izin PBG kepada PT SBP, belum menjawab.


Sementara Kabid Perizinan PBG Dinas Perkim CKTR Kota Medan Herdiansyah mengakui kalau PT.SBP belum ada mengajukan permohonan KRK.
"Ybs ((PT SBP) blm ada mengajukan permohonan KRK Pak...," kata Herdiansyah.

Sebagaimana diketahui, pada Kamis 11 Juni 2026 lalu, dilakukan mediasi antara PT SBP dengan PT BI yang dihadiri seluruh unsur Forkopimcam Medan Belawan, yang terdiri dari Camat Medan Belawan, Kajari Belawan, Kapolsek Medan Belawan, Danramil 09/MB dan Dinas Perukim Pemko Medan, yang mana hasil keputusan rapat tersebut menyatakan tegas:

1. PT Sarana Baja Perkasa (SBP), harus memiliki izin PBG dari Pemko Medan terlebih dahulu untuk melanjutkan pembangunan tembok pagar.


2. Kejaksaan negeri Belawan mengimbau agar PT Sarana Baja Perkasa agar mengurus izin PBG dari Pemko Medan terlebih dahulu untuk melanjutkan kegiatan pembangunan tembok pagar.


3. Kapolsek Medan Belawan mengimbau kepada kedua belah pihak, PT Belawan Indah dan PT Sarana Baja Perkasa agar menahan diri agar jangan sampai terjadinya keributan yang menimbulkan tindak pidana.

Kemudian dari Dinas Perumahan, dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang, Pemko Medan mengeluarkan surat peringatan yang isinya: Memerintahkan (PT SBP) untuk menghentikan pelaksanaan kegiatan pembangunan dan membongkar bangunan dimaksud secara mandiri dalam tempo 7x24 jam.

Namun pihak PT SBP tampaknya memandang remeh imbauan dari seluruh badan instansi pemerintah di Kecamatan Medan Belawan itu.

Faktanya, sampai hari ini (Kamis (18/6/2026 red), tembok dimaksud pembangunannya terus dilakukan oleh pihak PT SBP.

Kondisi tersebut diamini sejumlah orang yang berada di lokasi ketika ditanyai wartawan. "Iya Pak, kami hanya pekerja untuk menembok ini targetnya sampai siap ke ujung sana," kata pria yang tidak mau menyebut identitasnya.

Masih di lokasi yang berdampingan dengan sebuah SPBU itu, pria memakai seragam sekuriti juga membenarkan penembokan tidak berhenti sejak keributan kemarin.

"Kerja terus orang ini Bang, paling kalau siang nampak gak ada kerja, mereka istirahat makan, memangnya Abang mau ngapain kemari?" katanya balik bertanya.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru