Serdang Bedagai, MPOL - Suasana hari pertama masuk ke Sekolah Rakyat Kabupaten Serdang Bedagai (
Sergai) Sumatera Utara, saat mengantarkan anak untuk tes kesehatan, rupanya banyak memberikan kesan-kesan bagi para orang tua.
Baca Juga:
Diwarnai perasaan bangga bercampur haru. Bangga seluruh siswa ini akan tinggal di asrama dengan sejumlah fasilitas yang luar biasa telah disiapkan pihak Sekolah Rakyat di Jalan Negara, Dusun I Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah.
Haru, dimana anak yang sehari-tinggal bersama orang tua hari ini, Kamis (30/7/2026) sementara berpisah dengan anak yang langsung tinggal di asrama karena esok akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan selanjutnya akan mengikuti program belajar di Sekolah Rakyat.
Pantauan Medan Pos Online dilokasi, tampak orang tua siswa beserta keluarga sangat antusias mengantarkan anaknya untuk menjalani pembelajaran di Sekolah Rakyat.
Sebelumnya anak-anak dilakukan pengecekan kesehatan, kemudian masuk ke ruang kelas untuk sekadar memperkenalkan dan dilanjutkan makan siang bagi orang tua dan siswa.
Raulina Sinaga (68) warga Pergajahan Kahan Kecamatan Bintang Bayu mengaku sangat sedih dan terharu bercampur bangga karena cucunya Rocky pertamanya yang harus terpisah karena masuk Sekolah Rakyat tingkat SMP.
"Semoga cucuku jadi anak yang berguna sampai keatas. Dapat meraih cita-citanya," ucapnya haru.
"Besar hatiku sama Presiden RI bapak
Prabowo Subianto bisa cucuku sekolah di Sekolah Rakyat," sambungnya.
Lain lagi ibu Sugiana (43) warga Dusun I Mangga Dua Kecamatan Tanjung Beringin. Putrinya Maya Alfiza (13) dulu lulus dari SDN 102051 Mangga Dua langsung mau didaftarkan di Sekolah Rakyat.
"Pasti haru karena sementara akan berpisah dengan anak, tapi rasa senang pak itu kami rasakan karena terbantu semua kebutuhan anak kami terpenuhi disini sehingga anak fokus dan mandiri," ucap istri Abdullah (44) yang bekerja sebagai nelayan.
Suasana serupa juga dirasakan Trisnawati (36) yang sehari-hari bekerja serabutan. Suaminya Dedi Darmadi sudah meninggal dunia sehingga ia sangat terbantu dengan masuknya anaknya Nazwa Asahifa (11) warga Dusun Senayan Kecamatan Sei Rampah mencari ilmu di Sekolah Rakyat.
"Penghasilan jauh dari cukup pak, jadi secara ekonomi kami sangat terbantu dengan program Sekolah Rakyat yang digagas bapak
Prabowo Subianto Presiden RI, " ujar Trisnawati.
Suasana hati di kamar para siswa semakin kentara, tidak sedikit orang tua dan anak yang menangis karena akan berpisah sementara.
Seperti apa yang terekam Medan Pos Online, orang tua dari Naila siswa SMP asal Tebing Tinggi, ibu Boru Simare-Mare tak kuasa menahan sedih dan hati menangis diperlukan sang anak.
Namun jiwa ibu yang mencoba kuat sembari memeluk anak memberikan semangat dan support buat Naila.
"Semoga jadi anak yang membanggakan setelah lulus dari sini. Nanti bakal jarang ketemu soalnya dia tinggal di asrama kan di sini, harus kuat," kata Ibu Simare-Mare sembari memeluk anak perempuannya.
Demikian juga yang dilakukan Abdul Rahman (49) paman Nadia Hanna Pratiwi asal Ujung Negeri Hulu Kecamatan Bintang Bayu. Sambil memeluk Pratiwi yang ditinggal merantau Aek Kanopan Kabupaten Labuhan Batu Utara memberikan semangat.
"Harus kuat dan tetap fokus belajar, agar cita-cita mu tercapai. Buktikan kamu bisa," ucapnya sembari mengatakan terima kasih kepada pemerintah.
Ia berharap keponakannya nanti bisa menjadi orang yang lebih baik dan dapat melanjutkan pendidikan ke SMA dan perguruan tinggi, serta mendapatkan pekerjaan yang layak nantinya. (ARM)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani