Sabtu, 25 Juli 2026

Polrestabes Medan Tangkap Mahasiswa Farmasi Jadi Bandar Narkoba : BB 488 Pod Getar Merek Squid Game

Iwan Suherman - Sabtu, 25 Juli 2026 20:52 WIB
Polrestabes Medan Tangkap Mahasiswa Farmasi Jadi Bandar Narkoba : BB 488 Pod Getar Merek Squid Game
Humas
AKBP Rafli Yusuf Nugraha didampingi Iptu Berry Anggara menginterogasi tersangka.
Medan, MPOL -

Baca Juga:
Satres Narkoba Polrestabes Medan mengungkap peredaran narkotika yang dikemas dalam bentuk pod vape narkoba atau pod getar, dengan menangkap seorang oknum mahasiswa farmasi yang diduga berperan sebagai bandar.

Pengungkapan tersebut dilakukan setelah Satres Narkoba Polrestabes Medan mengamankan seorang pria berinisial MZ (21), warga asal Aceh.

MZ disergap di sebuah rumah kos di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru, pada Senin (20/7/26) malam.

Kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang menyebut rumah kos tersebut diduga sering dijadikan lokasi transaksi narkotika.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim 10 Unit III Satres Narkoba Polrestabes Medan yang dipimpin Iptu Berry Anggara melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengidentifikasi keberadaan pelaku.

Saat dilakukan penindakan, petugas mendapati MZ berada di depan rumah kos sambil membawa sebuah tas ransel.

Setelah diperiksa, di dalam tas tersebut ditemukan barang bukti (BB) sebanyak 488 pod getar bermerek Squid Game yang diduga siap diedarkan.

Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, dalam keterangannya via aplikasi whatshApp Sabtu (25/7/26) menjelaskan pengungkapan ini berawal dari pengembangan kasus pod getar yang sebelumnya diungkap di sebuah rumah yang berada di pusat kota Medan.

"Ada 488 pcs pod getar yang kami sita dari pelaku yang masuk dalam sindikat narkoba antar provinsi, dan kami pastikan pelaku merupakan bandar," ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara lanjut Rafli, MZ diketahui baru sekitar dua bulan menjalankan bisnis ilegal tersebut.

Meski terbilang singkat, penyidik mengungkap pelaku telah delapan kali melakukan transaksi, dengan sebagian pembelinya berasal dari kalangan mahasiswa.

"Pelaku baru 2 bulan kebelakang menjalankan bisnis haram ini, tapi sudah 8 kali bertransaksi. Saat ini kami sedang mengejar teman pelaku yang juga memiliki peran yang sama dengan pelaku, yang keberadaannya kami deteksi berada di Aceh. Namun, untuk asal muasal narkoba, kami duga dipasok dari Malaysia," tambah Rafli.

Polisi menduga MZ bukan bekerja sendiri. Satres Narkoba Polrestabes Medan kini terus mengembangkan penyidikan untuk memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut, termasuk pemasok yang berada di tingkat lebih tinggi.

Selain memburu rekan pelaku yang diduga berada di Aceh, penyidik juga menelusuri jalur masuk pod getar yang diperkirakan berasal dari Malaysia.

Pendalaman dilakukan untuk mengungkap secara utuh jaringan peredaran narkotika lintas provinsi hingga lintas negara tersebut.

"Kami pastikan bagaimana pun cara pelaku berkamuflase dan bertransformasi, akan kami selangkah lebih maju dari mereka. Tidak akan ada ruang bagi pelaku narkoba terlebih bandar di kota Medan," pungkas AKBP Rafli Yusuf Nugraha SH SIK MIP didampingi Kanit 3 Satres Narkoba Polrestabes Medan, Iptu Berry Anggara SH MH.(*)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Iwan Suherman
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru