Jakarta, MPOL: Anggota DPR RI Komisi XIII Dr
Maruli Siahaan mendorong
Komnas HAM dan Komnas Perempuan saling melengkapi khususnya dalam menangani Isu-Isu strategis.
Baca Juga:
Dia juga menekankan pentingnya perencanaan program yang terukur, akuntabel, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu perlu sinergi antara
Komnas HAM dan Komnas Perempuan agar program yang dijalankan saling melengkapi, khususnya dalam penanganan
isu-isu strategis terkait perlindungan kelompok rentan dan pemenuhan hak-hak perempuan.
Penekanan itu disampaikan Kombes Pol (P) Dr.
Maruli Siahaan,SH.,MH dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Sumatera Utara 1 saat rapat kerja Komisi XIII DPR RI bersama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dengan menghadirkan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Rapat tersebut dilaksanakan di Ruangan Komisi XIII, Nusantara II, DPR RI Senayan Jakarta, Kamis (15/1).

Rapat ini membahas Rancangan Kerja dan Persetujuan Anggaran Tahun 2026 bagi
Komnas HAM dan Komnas Perempuan. Pembahasan difokuskan pada kesesuaian program kerja dengan mandat kelembagaan masing-masing serta efektivitas alokasi anggaran dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia di Indonesia.
Selain itu, pembahasan anggaran tahun 2026 diarahkan untuk memastikan bahwa dukungan fiskal yang diberikan negara dapat memperkuat kapasitas kelembagaan
Komnas HAM dan Komnas Perempuan, baik dalam aspek pencegahan pelanggaran HAM, penanganan pengaduan masyarakat, maupun peningkatan edukasi dan kesadaran publik tentang hak asasi manusia.

Rapat kerja ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan dan penganggaran DPR RI, khususnya Komisi XIII, dalam memastikan setiap lembaga negara menjalankan tugasnya secara efektif, transparan, dan bertanggung jawab demi penguatan sistem perlindungan hak asasi manusia di Indonesia.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan