Renville Minta Pemerintah Pastikan Penuhi Kebutuhan Pokok Masyarakat
Menjamin kesejahteraan masyarakat, Anggota DPRD Kota Medan, Renville Pandapotan Napitupulu, meminta Pemerintah untuk memberikan bantuan
Sumatera Utara
Medan, MPOL - Sejumlah narasi yang disebut-sebut berbentuk laporan pengaduan dari Whats'App (WA) tentang dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oleh Kasubbid Paminal Bid Propam Polda Sumatera Utara (Sumut), Kompol AC, viral di media sosial (medsos). Bahkan, sejumlah dugaan pemerasan dirincikan di dalam narasi yang diduga dilaporkan kepada pimpinan Polri. Ada apa sebenarnya di internal Propam Polda Sumut?
Baca Juga:
- Satgas Pangan Polda Sumut Sidak Pasar Medan Deli dan Bengkok Stok Bapokting Aman dan Harga Relatif Stabil
- Satgas Pangan Polda Sumut Sidak Pasar Sei Sikambing, Harga Minyakita Terpantau Masih Sesuai HET
- Tampang-Identitas 2 Pelaku Kasus Pembunuhan Wanita Tanpa Busana Dimasukkan ke Dalam Boks, Begini Peran Keduanya
Akun @tan_jhonson88 membeberkan sejumlah laporan dugaan pemerasan yang dipostingnya di akun medsos Tiktok. Laporan itu diketik, diposting dan kemudian viral menjelaskan tentang bobroknya Bid Propam Polda Sumut. Diduga akun tersebut sengaja dibuat oleh oknum yang menjadi salah satu korban dugaan pemerasan yang diduga dilakukan Kompol AC dan anggotanya. Bahkan, informasi yang beredar, postingan itu berasal dari ungkapan isi hati dari mereka yang berada di 'barisan sakit hati' karena merasa jadi korban pemerasan.
"Kepada Yang Terhormat, Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Tim Reformasi Polri, DPR Republik Indonesia, Media Pers. Melalui ini kami para personil Polda Sumatera Utara menyampaikan pengaduan kepada bapak mengenai di Polda Sumatera Utara ada Propam zolim yang merusak institusi kepolisian ini. Akibat ulah dan perilakunya yang membuat kami para anggota Polda Sumut selalu dibayangi kapan lagi akan menjadi korban pemerasan," bunyi isi chat WA yang di-screenshot dan diposting akun tan_jhonson88.
"Kami sangat membutuhkan bantuan bapak karena sebelumnya kami juga sudah mengirimkan laporan kepada pimpinan kepolisian tetapi pengaduan kami malah diretas dan diabaikan dan tidak ditindaklanjuti yang terkesan Kabid Propam Kombes J dan Kasubbid Paminal Kompol AC dilindungi," sambung tulisan tersebut.
Selain itu, akun tersebut juga membeberkan kebiasaan buruk yang diduga dilakukan Kompol AC yang suka bepergian ke tempat hiburan malam (THM) dan mabuk-mabukan.
"Seorang Kasubbid Paminal punya ajudan (sopir) 2 polisi aktif bernama Bripda S dan Bripda C yang selalu diperintahkan mendampinginya ke tempat maksiat hingga mereka bedua pun sebenarnya sudah tidak tahan dan tertekan, inilah gaya-gaya pemimpin zolim," ungkapnya.
Menjamin kesejahteraan masyarakat, Anggota DPRD Kota Medan, Renville Pandapotan Napitupulu, meminta Pemerintah untuk memberikan bantuan
Sumatera Utara
Anggota DPRD Kota Medan, Dr. Dra. Lily, MBA, MH, mengajak masyarakat punya tanggung jawab bersama memerangi sampah, minimal tidak membuang
Sumatera Utara
Kualatanjung, MPOL PT Indonesia Aluminium Alloy (IAA) melaksanakan kegiatan Safari Ramadan sebagai bentuk kebersamaan dengan masyarakat di
Sumatera Utara
Ladon Club Indonesia (LCI) kembali mengadakan Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadhan 1447 H/2026 M dengan pengurus, dan warga sekitar.
Sumatera Utara
Medan, MPOL Ketua Fraksi PANPerindo DPRD Kota Medan, T. Bahrumsyah, menegaskan Pemerintah Kota (Pemko) Medan wajib perhatikan Ketentraman
Sumatera Utara
Stabat, MPOL Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Langkat Ny. Endang Kurniasih Syah Afandin mengapresiasi kegiatan berbagi ta
Sumatera Utara
Stabat, MPOL Memasuki penghujung bulan suci Ramadhan, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH memberikan santunan kepada 65 santri Pondok Pesan
Sumatera Utara
Medan, MPOL Ketua Umum Relawan JPKP, Maret Samuel Sueken, menyampaikan pernyataan sikap terkait polemik dugaan ijazah palsu mantan Preside
Sumatera Utara
Padang Pariaman, MPOL Ada kabar gembira untuk masyarakat Kabupaten Padang Pariaman. Bupati Dr H Jhon Kenedy Azis,SH, MH lewat Surat Keputu
Nusantara
Jakarta, MPOL Anggota DPD RI, Pdt. Penrad Siagian mengecam keras peristiwa penyiraman air keras yang menimpa aktivis HAM Andrie Yunus pada
Nasional