Senin, 20 April 2026

Tukang Ojek Tewas Dihantam Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Iwan Suherman - Senin, 20 April 2026 18:29 WIB
Tukang Ojek Tewas Dihantam Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Ist
Jasad korban mau dievakuasi.(ist)

Medan, MPOL -

Baca Juga:
Kecelakan maut kembali terjadi di perlintasan kereta api jalur Medan - Kuala Namu, Senin (20/4/26).


Kali ini, tukang ojek online (tojol) tewas dihantam kereta api di perlintasan tanpa palang pintu.

Lokasinya di Jalan Elang Kelurahan TSM 3, Kecamatan Medan Denai,

Korbannya Rajali (38) warga Jalan Pelita II Gang Tangga Batu, Kelurahan Sidorame Barat II, Kecamatan Medan Perjuangan.

Begitu ditabrak kereta api, tubuh korban terlempar ke kandang babi milik warga

Sementara itu, penumpang ojol mengalami luka ringan dan syok pasca kejadian.

Sedangkan sepeda motor korban terseret hingga ratusan meter.

Informasi yang dihimpun wartawan di menyebutkan, sebelumnya korban tengah mengantarkan penumpangnya wanita dari arah Jalan Rajawali Perumnas Mandala tujuan Jalan Padang.

Namun saat melintas di perlintasan kereta api, korban diduga tidak memperhatikan kondisi sekitar dan tidak melihat arah kanan dan kiri.

Tanpa menyadari adanya kereta yang melaju dari arah Medan menuju Bandara Kualanamu, korban langsung memasuki perlintasan tanpa palang pintu.

Dalam hitungan detik, kereta api melintas dan menabrak korban dengan keras.

Akibatnya, korban terpental hingga masuk ke area kandang babi di sekitar lokasi.

Sementara penumpang wanita yang dibonceng hanya mengalami luka ringan.

Sepeda motor korban terseret hingga ratusan meter dari titik tabrakan.

Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut langsung bergegas mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan.

Namun korban dipastikan telah tewas dengan kondisi kaki kanan robek, tangan kiri patah dan sejumlah luka di tubuh korban.

Pada waktu yang bersamaan, sekitar seratus driver ojol tiba di lokasi untuk memastikan kondisi rekan mereka.

Tidak lama kemudian, personel dari Polsek Medan Area dan Polisi Khusus Kereta Apis (Polsuska) datang, dan menunggu Tim Inafis Polrestabes Medan.

Setelah lebih dari satu jam, Tim Inafis akhirnya tiba di tempat kejadian.

Di lokasi, keluarga korban bersama para driver ojol kemudian mengangkat jenazah korban dari kandang babi.

Selanjutnya, Tim Inafis melakukan identifikasi terhadap jenazah korban.

Namun, jenazah belum dapat segera dievakuasi ke rumah sakit karena belum ada ambulans yang tersedia.

Akhirnya, jenazah dibawa ke Jalan Rajawali untuk menunggu kedatangan ambulans.

Sementara itu, ratusan warga dan driver ojol tetap berkerumun di lokasi untuk menjaga jenazah korban.

Sejumlah warga sekitar mengungkapkan bahwa kecelakaan di perlintasan kereta api tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi, melainkan sudah berulang kali.

Selama ini, perlintasan tersebut sempat dijaga secara swadaya oleh warga yang bertugas menghentikan kendaraan saat kereta melintas.

Namun belakangan, menurut pengakuan warga, sering terjadi perselisihan antara penjaga perlintasan dengan pengendara sepeda motor.

Banyak pengendara yang tidak mengindahkan peringatan, sehingga membuat para penjaga enggan kembali bertugas di lokasi tersebut.

Akibatnya, saat kecelakaan terjadi, tidak ada lagi yang berjaga.

Warga pun berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait, khususnya dengan pemasangan palang pintu resmi di perlintasan tersebut, guna mencegah terjadinya kecelakaan dan jatuhnya korban lagi.

Kapolsek Medan Area, AKP Ainul Yaqin saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kecelakaan itu.

"Saat ini kita masih menunggu mobil ambulan untuk mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit," ujar Kapolsek.(*)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Iwan Suherman
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru