Asahan, MPOL -Sedikitnya ratusan warga masyarakat kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara turun kejalan lakukan aksi unjuk rasa tuntut perbaikan jalan rusak kisaran -Bp.Mandoge persisnya di desa Sei Silau Timur, kecamatan Buntu Pane, kabupaten Asahan, Senin,(27/4/2026).
Baca Juga:
Aksi masyarakat yang tergabung bersama DPD
Demokrasi 14 GBPU Asahan yang di ketua oleh Maulana Annur dan koordinator lapangan Suman Jaya dan Zul Erwin Manurung menuntut dan meminta kepada Gubernur Sumatera Utara dan Wakil Gubernur Sumatera Utara H.Surya, B.Sc serta Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, ketua DPRD Asahan serta DPRD untuk segera melakukan perbaikan jalan rusak penuh lubang.
Dalam orasi yang di sampaikan Maulana Annur atau yang akrab disapa A'an ini menyatakan dan menuntut pemerintah provinsi Sumatera Utara yang bertanggung jawab atas jalan provinsi kisaran -Bp.Mandoge kini kondisinya sangat rusak dan memprihatinkan.
"Puluhan tahun sejak tahun 1992 jalan ini dibangun, hingga sekarang di tahun 2026 belum pernah ada perbaikan.Lubang disana sini menciptakan ancaman dan kecemasan bagi warga pengguna jalan yang setiap harinya melalui jalan rusak ini.Kami masyarakat meminta segera diperbaiki, karena akibat kondisi jalan yang rusak parah menimbulkan ancaman keselamatan bahkan sudah ada korban jiwa." kata A'an.
Akibat aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat membuat kemacetan panjang mobil pribadi dan truk-truk berat yang melintas terpaksa berhenti.
Camat Buntu Pane Mohd.Ibnu Afandi, S.STP,. M.AP sempat menyampaikan tanggapan ditengah-tengah pengunjukrasa dengan mengatakan terimakasih atas kepedulian masyarakat terkait jalan rusak ini. Saya akan menyampaikan aspirasi ini ke pimpinan, dan sudah berkoordinasi dengan pihak kabupaten.Semoga apa yang menjadi keresahan masyarakat saat ini untuk jalan rusak segera diperbaiki,kata Camat.
Sementara perwakilan dari Dinas PU PR Provinsi Sumatera Utara melalui UPT Bina Marga Tanjung Balai yang disampaikan oleh H.Satibi Simangunsong ditengah-tengah pengunjukrasa mengatakan bahwa untuk saat ini provinsi masih terfokus terhadap kerusakaan jalan Siongang dan Bandar Pasir Mandoge.Sementara untuk ruas jalan yang berada di Desa Sei silau Timur belum ada anggarannya ditahun 2026 ini, katanya.
Aksi unjuk rasa berjalan baik dan damai, mendapatkan pengawalan dari personel Polres Asahan hingga selesai pada pukul 16.00 wib.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News