Jumat, 01 Mei 2026

Peduli Bencana Simangumban, Ketua Gerindra Erikson Tekankan Perlu Membangun Budaya Peduli Lingkungan

Darwin Manalu - Jumat, 01 Mei 2026 19:03 WIB
Peduli Bencana Simangumban, Ketua Gerindra Erikson Tekankan Perlu Membangun Budaya Peduli Lingkungan
Ist
Ketua DPC Partai Gerindra Taput Dr. Erikson Sianipar bersama pengurus dan relawan saat menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam Simangumban.
Taput, MPOL -Tingginya intensitas curah hujan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Utara pemicu bencana alam banjir dan longsor.

Baca Juga:
Ketua DPC Partai Gerindra Tapanuli Utara Dr. Erikson Sianipar, MM berharap adanya peran seluruh pihak dan element untuk bersama meminimalkan masalah ekosistem lingkungan.

Hal itu disampaikan Erikson Sianipar, kepada awak media usai sesuai menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana alam di Kecamatan Simangumban, Selasa (29/4/2026).

Katanya, terlebih lagi dewasa ini, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kondisi lingkungan yang dinilai semakin tidak seimbang.

Penyaluran bantuan yang dikoordinir Erikson Sianipar, bersama pengurus dan relawan yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan.

ESI sapaan akrabnya menyebut bantuan yang diberikan sebagai respons cepat atas bencana yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, dia menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi harusnya tidak hanya berhenti pada penanganan dampak, melainkan juga menyangkut penyelesaian akan akar masalah dalam pengelolaan lingkungan.

" Bencana yang terjadi merupakan bagian dari konsekuensi ketidakseimbangan ekosistem yang selama ini belum ditangani secara menyeluruh, " pungkasnya.

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam pengendalian ekosistem di Tapanuli Utara.

Dan penanganan tidak bisa parsial dan cenderung korektif. Harus ada kebijakan yang holistik agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Erikson menekankan pentingnya membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat, seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan penebangan liar, penggunaan air sesuai peruntukan, serta meminimalkan penggunaan limbah kimia.

Di sisi kebijakan, Erikson mendorong tata kelola lingkungan yang lebih efektif melalui pendekatan keberlanjutan terintegrasi yang disertai langkah-langkah pencegahan.

Ia juga menilai perlunya audit lingkungan hidup di Tapanuli Utara oleh lembaga independen sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Selain itu, pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi potensi bencana secara dini dinilai perlu diterapkan secara terintegrasi guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

"Melalui langkah tersebut, penanganan bencana diharapkan tidak hanya berfokus pada respons darurat, tetapi juga pada upaya jangka panjang dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi masyarakat dari risiko bencana di masa mendatang," sebutnya.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru