Senin, 22 Juni 2026

Pemulihan Bencana di Aceh dan Sumbar, Bank DBS Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp 6 Miliar Lebih

Why - Senin, 22 Juni 2026 18:39 WIB
Pemulihan Bencana di Aceh dan Sumbar, Bank DBS Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp 6 Miliar Lebih
Jakarta, MPOL: Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung masyarakat rentan, Bank DBS Indonesia menyalurkan donasi Sumatra Disaster Relief senilai lebih dari Rp 6 miliar untuk pemulihan bencana Aceh dan Sumatra.

Baca Juga:
Bantuan tersebut disalurkan sebagai respons darurat dalam meningkatkan ketahanan komunitas terdampak dan membantu 11.475 keluarga atau 67.653 individu rentan pasca bencana banjir dan tanah longsor di 222 Desa.

Melalui DBS Foundation, Bank DBS Indonesia bersama mitra lokal Plan Indonesia menyalurkan bantuan dari Januari hingga April, dan sekaligus memastikan bantuan sampai kepada penerima yang paling membutuhkan sehingga upaya pemulihan pasca bencana berjalan secara komprehensif dan berkelanjutan.

Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong menyatakan, "Bank DBS Indonesia menjunjung tinggi komitmen yang melampaui sektor perbankan. Sebagai mitra terpercaya dalam mendukung ekonomi inklusif, kami memiliki tanggung jawab sebagai salah satu sumber kekuatan serta pendorong kebaikan yang berdiri bersama komunitas, terutama di masa-masa sulit.

Kondisi masyarakat di Aceh dan Sumatra Barat dalam melewati masa pemulihan yang krusial ini turut menjadi prioritas dalam berkontribusi secara jangka panjang. "Program respons darurat ini dirancang untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak, dan sekaligus membantu mereka melangkah dengan pemulihan yang berkelanjutan.

Keberlangsungan bantuan kemitraan ini telah menjangkau sejumlah wilayah Aceh mulai dari Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Tengah, dan Aceh Utara. Sinergi dukungan juga sampai di wilayah Agam dan Padang Pariaman di Sumatra Barat.

Bank DBS Indonesia menyalurkan bantuan secara gotong royong bersama mitra strategis seperti Plan Indonesia, Mercy Corps Indonesia, Nazava, Adena Coffee, dan sejumlah mitra lokal lainnya yang diawasi pelaksanaannya oleh DBS Foundation.

Fokus utama program bantuan mencakup pemenuhan kebutuhan mendesak mulai dari penyediaan akses air bersih, sanitasi, fasilitas dan perlengkapan kebersihan, rehabilitasi sumber air dan sistem perpipaan, hingga dukungan hunian darurat dan kebutuhan pokok rumah tangga.

Program itu mencakup dukungan bagi anak-anak dan keluarga terdampak melalui distribusi perlengkapan sekolah, penyediaan ruang belajar sementara, serta bantuan tunai multiguna yang mampu membantu pemenuhan kebutuhan prioritas selama masa pemulihan.

Secara total pelaksanaan program ini menjangkau hingga 6 Kabupaten dengan penerima manfaat yang terdiri dari 20.085 anak perempuan, 17.625 anak laki-laki, 12.635 perempuan dewasa, dan 17.308 laki-laki dewasa.
Dari keseluruhan penerima manfaat itu, program juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, termasuk 356 lansia berusia di atas 50 tahun dan 20 penyandang disabilitas.

Selain memberikan bantuan utama, Bank DBS Indonesia juga berkontribusi dalam penguatan aspek perlindungan dan pemulihan sosial masyarakat terdampak. Dukungan ini mencakup sesi pendampingan psikososial, penguatan ketahanan serta perlindungan masyarakat, pelatihan pencegahan kekerasan berbasis gender, sampai dengan peningkatan kapasitas sektor pendidikan dalam situasi darurat.

Bank DBS Indonesia juga turut mendukung penguatan koordinasi respons bencana bersama pemerintah daerah, platform koordinasi kemanusiaan, BNPB, dan organisasi masyarakat sipil lokal agar upaya pemulihan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti mengucapkan, terima kasih kepada Bank DBS Indonesia atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Plan Indonesia.

"Kolaborasi ini memungkinkan kami untuk menyalurkan bantuan secara efektif kepada komunitas yang membutuhkan, terutama bagi kelompok paling rentan. Kami optimis kemitraan ini akan menciptakan dampak positif yang signifikan sekaligus mempercepat upaya pemulihan masyarakat," kata Dini Widiastuti.

Keberlanjutan bukanlah agenda semata untuk Bank DBS Indonesia, melainkan sebagai identitas dengan tiga pilar keberlanjutan yang pendorong utama nilai jangka panjang, yang mencakup, Perbankan bertanggungjawab dalam memberdayakan nasabah menjadi lebih berkelanjutan dan memperluas akses ke layanan keuangan esensial.

Selain itu, praktik bisnis bertanggung jawab yang memastikan korporasi bertindak secara etis dan bertanggung jawab sebagai sebuah organisasi. Dan dampak melampaui Bisnis Perbankan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat rentan serta mendorong kegiatan sukarelawan karyawan.

Donasi kemitraan pasca bencana merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bank DBS Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat rentan yang sejalan dengan prinsip memberikan dampak melampaui bisnis Perbankan.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru