Kamis, 16 Juli 2026

Begini Alasan PT. Pertamina Sumbagut Kelangkaan BBM di SPBU

Josmarlin Tambunan - Kamis, 16 Juli 2026 14:00 WIB
Begini Alasan PT. Pertamina Sumbagut Kelangkaan BBM di SPBU
Karo Ops Poldasu Kombes Dwi Tunggal Jaladri didampingi Kabid Humas Kombes Ferry Walintukan memberikan keterangan kepada wartawan terkait antrian pengisian BBM di SPBU, Kamis (17/7).(foto.jos Tambunan)
Medan, MPOL:Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) disebabkan terjadinya penyusutan BBM yang diantarkan melalui pengangkutan. Selain itu, sering terjadi keterlambatan pasokan BBM sampai ke SPBU.

Baca Juga:
Akibat kejadian itu, pemilik SPBU menyampaikan keluhan tersebut ke Pertamina hingga terjadi pemutusan hubungan kerja dengan AMT (Awak Muatan Transportir) selaku penyedia angkutan.

Penegasan itu disampaikan Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Sumut Kombes Dwi Tunggal Jaladri kepada wartawan, Kamis (16/7).

Jaladri mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Pertamina Sumbagut yang dihadiri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut, Binda dan para PJU di Poldasu pada Rabu (15/7) yang juga diikuti para perwakilan Pertamina di daerah melalui Zoom meeting kemarin dan dalam kesempatan itu, Pertamina menjelaskan penyebab terjadinya kelangkaan dan antrian pengisian BBM di SPBU.


Hasil daripada rapat koordinasi yang pertama itu ada pemutusan hubungan kerja dari Pertamina terutama untuk awak muatan transportir (AMT). Terjadinya pemutusan hubungan ini karena ada keluhan dari para pemilik SPBU.

"Di mana di dalam pengukuran kemarin dari Ibu Eryana itu, cara mengukur, menyampaikan bahwasanya antara T1 dan T2 yang dikirim oleh Pertamina sampai di SPBU itu terjadi penyusutan. Dan juga keterlambatan, di mana estimasi pengiriman yang selayaknya dua jam, ini terjadi kelambatan menjadi dua setengah jam. Ini yang menyebabkan terjadinya pemutusan hubungan kerja dengan AMT," ujar Jaladri didampingi Kabid Humas Kombes Ferry Walintukan.


Dari laporan Kepala Pertamina Sumbagut, sebut Dwi Tunggal Jaladri, bahwa stok BBM cukup, masyarakat tidak perlu kwatir dan pihak Pertamina akan berupaya dalam waktu sesegera mungkin bisa normal kembali.

Namun, mantan Dir Samapta Polda Sumut itu tidak mengetahui siapa yang bermain sehingga terjadi penyusutan BBM tiba di SPBU.

"Itu masih kita selidiki dan kami sampaikan apabila memang ada kejadian segera lapor ke polisi agar kita bisa menyelidiki. Namun apabila ada kejadian kita tidak dilaporkan, tentunya kita tidak bisa menyampuri dalam permasalahan di SPBU tersebut. Sampai saat ini belum ada laporan terkait. Mungkin itu internal mereka sehingga pihak PT Pertamina maupun pemilik SPBU tidak membuat laporan," katanya.

Untuk mengantisipasi terjadinya antrian pengisian BBM di SPBU, sambung Jaladri, pihak PT Pertamina telah meminta bantuan ke Polda Sumut untuk memberdayakan personil Polri menjadi driver truk tangki BBM ke SPBU termasuk pengisian BBM ke truk di Depo.


"Ada belasan orang personil Polri yang kita berdayakan sebagai driver truk tangki membawa BBM ke SPBU dan mengisi BBM ke truk di Depo Pertamina. Personil yang kita turunkan telah memiliki kwalifikasi
kemampuan untuk mengendarai kendaraan truk Fuso, dan ini sudah dilatihkan, tidak serta-merta mempunyai kemampuan transportasi lalu diikutkan, namun sudah diadakan pelatihan," jelasnya.

Mereka dilatih saat terjadi bencana alam hingga terjadi kelangkaan BBM di Sibolga, Taput, Tapsel, beberapa bulan lalu.


Untuk mengantisipasi keterlambatan BBM sampai ke SPBU, Jaladri mengatakan, pihaknya melakukan pengawalan truk selama dalam perjalanan.

Dia mengatakan, pihaknya tengah melakukan pengamanan di 325 SPBU menyusul terjadinya kelangkaan BBM dan antrian pengisian di SPBU. Personel yang dilibatkan untuk pengamanan tersebut selama satu kali 24 jam itu 786 personel, secara bergantian.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru