Rabu, 12 Agustus 2026

Masyarakat Minta APH Atensi Proyek Revitalisasi SMP YAPI Sipare Pare

Muhammad Amin - Rabu, 12 Agustus 2026 22:36 WIB
Masyarakat Minta APH Atensi Proyek Revitalisasi SMP YAPI Sipare Pare
Muhammad Amin
Pekerjaan proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP YAPI Sipare Pare, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Masyarakat meminta pihak berwenang memastikan pelaksanaan proyek sesuai spesifikasi dan ketentuan yang berlaku.
Batu Bara, MPOL - Masyarakat meminta Aparat Penegak Hukum (APH) memberikan perhatian dan melakukan pemeriksaan terhadap proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP YAPI Sipare Pare, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Baca Juga:
"Pemerintah telah menggelontorkan anggaran banyak, jangan sampai bangunan tidak sesuai. Saya minta APH menyelidiki proyek program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan," ujar seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Rabu (12/8/2026).

Proyek tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Direktorat Sekolah Menengah Pertama.

Kegiatan dilaksanakan oleh P2SP dengan sumber dana APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp1.067.926.000 dan masa pelaksanaan selama 100 hari kalender.

Kepala tukang yang mengaku bernama Alpen, warga Desa Pakam, Kecamatan Medang Deras, mengatakan dirinya mengerjakan secara borongan. Menurut dia, upah pengerjaan satu ruang mencapai sekitar Rp90 juta.

"Ini borongan hidup, kalau borongan mati kita yang menanggung risiko. Kusen memakai kayu mahoni, ukuran 25. Mana ada sekarang kusen ukuran 26," katanya.

Alpen juga menyebutkan bahwa sebagian kayu kusen memiliki mata kayu dan menurutnya sulit mendapatkan kayu yang benar-benar bagus di panglong.

"Abang tengoklah, mana ada lagi sekarang kusen yang tidak bermata," ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat sejumlah kayu kusen memiliki mata kayu dan terdapat pula bagian yang mengalami pecah. Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat dan diharapkan dapat diperiksa sesuai spesifikasi teknis serta ketentuan pekerjaan yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, proyek tersebut juga menjadi sorotan setelah muncul informasi dugaan adanya pekerja yang masih di bawah umur. Namun, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Selain itu, sumber lain menyampaikan adanya dugaan permintaan persentase anggaran kepada panitia pembangunan sekolah. Informasi tersebut disebut terungkap setelah adanya pertemuan di sebuah tempat tongkrongan di wilayah Kecamatan Sei Suka/Air Putih.

"Ada dua sekolah yang mendapatkan program revitalisasi, SMP Negeri 3 Medang Deras dan MTs YAPI Air Putih. Katanya orang suruhan dinas terkait melalui orang suruhan A.K., warga Batu Bara. Ada permintaan sebesar 30 persen dan kemudian deal 25 persen," kata sumber tersebut.

Informasi mengenai dugaan permintaan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Karena itu, diperlukan klarifikasi dan pemeriksaan dari pihak-pihak yang disebut agar persoalan tersebut menjadi terang dan tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara, Yasser Abdillah, telah dihubungi melalui panggilan WhatsApp, namun tidak mengangkat. Pesan singkat yang dikirimkan juga belum mendapat tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Masyarakat berharap pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut berjalan sesuai kontrak, spesifikasi teknis, standar keselamatan kerja, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Masyarakat juga meminta APH dan instansi berwenang melakukan pemeriksaan apabila terdapat indikasi pelanggaran, sehingga penggunaan anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. (MA)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru