Senin, 28 September 2026

Mahasiswi Sastra Inggris USU Ditemukan Meninggal di Kos, Isu Bullying Beredar, Kampus : Belum Ada Indikasi

Why - Senin, 28 September 2026 12:54 WIB
Mahasiswi Sastra Inggris USU Ditemukan Meninggal di Kos, Isu Bullying Beredar, Kampus : Belum Ada Indikasi
Medan, MPOL: Kabar duka menyelimuti sivitas akademika Universitas Sumatera Utara (USU). Seorang mahasiswi Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU, berinisial VJEB, dikabarkan ditemukan meninggal dunia di tempat tinggalnya di sekitar kawasan Pajak USU (Pajus), Medan, Minggu (27/9/2026).

Baca Juga:
VJEB disebut merupakan mahasiswi angkatan 2026 dan masih berusia 18 tahun.

Informasi mengenai peristiwa tersebut beredar setelah korban disebut tidak terlihat mengikuti aktivitas kampus sejak Jumat (25/9/2026). Rekan-rekannya kemudian berupaya mencari keberadaan korban ke tempat kosnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari salah satu media lokal, korban kemudian ditemukan dalam kondisi yang diduga mengarah pada bunuh diri. Namun, hingga kini proses penanganan dan penyelidikan oleh pihak berwenang masih berlangsung. Karena itu, penyebab pasti kematian korban belum dapat disimpulkan.

*Isu Bullying Beredar*
Di tengah kabar duka tersebut, muncul pula isu yang mengaitkan kematian VJEB dengan dugaan perundungan atau bullying.

Namun, informasi tersebut sejauh ini belum terverifikasi. Bahkan, sumber yang dikutip dalam pemberitaan sebelumnya menyebut belum diketahui apakah dugaan perundungan tersebut terjadi di lingkungan kampus atau di tempat lain.

Universitas Sumatera Utara telah memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.

Melalui pernyataan yang disampaikan Manajer Humas dan Promosi USU, Dr. Irsan Mulyadi, S.Sos., M.I.Kom., universitas menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya salah seorang mahasiswa USU yang ditemukan meninggal dunia di tempat tinggalnya.

"Universitas menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah serta seluruh pihak yang merasa kehilangan. USU berharap keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini," demikian pernyataan resmi USU.

USU menegaskan bahwa proses penanganan dan penyelidikan masih dilakukan oleh pihak yang berwenang.

Universitas juga menyatakan menghormati sepenuhnya proses penyelidikan tersebut dan tidak akan mendahului kesimpulan aparat penegak hukum.

*Belum Ditemukan Indikasi Bullying*
Sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi awal, USU mengaku telah melakukan penelusuran internal dengan meminta keterangan dari sejumlah rekan serta lingkungan pergaulan korban di kampus.

"Berdasarkan informasi awal yang diperoleh, sejauh ini belum ditemukan adanya indikasi perundungan (bullying) yang berkaitan dengan peristiwa tersebut," demikian pernyataan USU.

Meski demikian, universitas menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

USU juga menyatakan akan mengambil tindakan tegas apabila berdasarkan hasil penyelidikan dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kemudian ditemukan adanya indikasi perundungan yang melibatkan sivitas akademika USU.

*Tidak Ingin Ada Spekulasi*
USU mengimbau sivitas akademika dan masyarakat agar tidak membuat spekulasi, menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, maupun menarik kesimpulan sebelum proses penyelidikan selesai.

Universitas juga menyatakan akan terus menghormati proses hukum yang berlangsung serta memberikan dukungan dan informasi yang relevan kepada pihak berwenang apabila diperlukan.

"Universitas Sumatera Utara menyampaikan kembali duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhumah. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," demikian pernyataan tersebut.

Hingga saat ini, informasi mengenai penyebab pasti kematian VJEB masih menunggu hasil penanganan dan penyelidikan pihak berwenang.

Sementara soal isu mengenai dugaan bullying juga belum dapat dinyatakan sebagai fakta. Pernyataan resmi USU menyebutkan bahwa dari penelusuran internal awal, belum ditemukan indikasi perundungan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.(kcu)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru