Senin, 24 Agustus 2026

Proyek Rp3,7 Miliar di Deli Serdang Ganggu Kenyamanan Lansia

Redaksi - Senin, 24 Agustus 2026 10:03 WIB
Proyek Rp3,7 Miliar di Deli Serdang Ganggu Kenyamanan Lansia
Alat berat beroperasi disamping rumah Lansia hanya berjarak sekitar satu meter, Sabtu, 22/8/2026, lokasi Gg.Langgar, Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumut. (Fhoto:Mp/Dedy.Z)
Deliserdang, MPOL -Proyek peningkatan ruas jalan bernilai Rp 3,7 Miliar milik Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Deli Serdang menuai keluhan warga.

Baca Juga:
Salah satu warga yang terdampak adalah Imah (74), lansia yang berdomisili di Dusun II, Desa Dalu Sepuluh A, Kec.Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumut.

Keluhan ini dipaparkan keluarga Imah, bahwa terjadi getaran kuat saat alat berat beroperasi tepat di samping rumah mereka yang jaraknya hanya sekitar 1 meter di pinggir jalan gang yang dikerjakan itu, akibatnya Imah harus diungsikan oleh anaknya keluar dari rumah.

'"Pagi tadi, getarannya sangat kuat. Kami takut rumah ini roboh. Emak saya lansia dan sedang sakit, jadi kami ungsikan ke rumah sebelah pakai kursi roda," kata Ani, putri kandung ke tiga Imah kepada Medan Pos, Sabtu (22/8/2026).

Dari penelusuran Medan Pos di lapangan, getaran kuat itu disebabkan adanya kegiatan penghancuran beton jalan oleh pihak pelaksana CV Baik Budi menggunakan alat berat beckhoe holder seberat 6 ton bukan menggunakan bor beton, sehingga dampak getaran lebih besar dan luas.

Terkait dampak yang dirasakan ibu lanjut usia (lansia) ini, sudah disampaikan oleh pihak keluarga kepada pihak pelaksana, mandor dan pengawas CV tersebut, bahkan sejak awal proyek ini dimulai pada Kamis, 22/8/2026 lalu, sudah diingatkan.

"Saya udah ingatkan diawal kepada pihak CV dilokasi, itu getarannya mungkin akan berdampak, tapi pihak mereka mengatakan tidak akan ada getaran, dalihnya itu cuma alat pengorekan, hari kedua saya ingatkan mandor nya bahwa getaran semakin terasa karena pengerjaannya sudah mulai mendekati rumah kami", kata Dyrwan (40) putra kedua Imah.

Kendati, Dyrwan sudah koordinasikan hal ini kepada Kepala Desa Dalu Sepuluh-A dan Kepala Dusun lI Gg.Langgar, namun kurang direspon.

"Hari pertama saya koordinasikan itu terkait manfaat saluran gorong-gorong itu, dan Kadus nya ada turun ke lokasi, hari kedua dan ketiga saya sampaikan terkait dampak getaran namun Kepala Desa maupun Kepala Dusun nya sudah kurang memberi respon", ungkap Dyrwan pemuda yang aktif dibidang social control ini kepada wartawan, Sabtu, 22/8/2026.

Terkait persoalan ini, Medan Pos telah mengkonfirmasi pihak CV Baik Budi di lokasi proyek, menemui pengawas dan mandor pekerja, dikatakan, mereka akan mengkoordinasikan persoalan tersebut kepada pemborong/ pemilik CV.

"Nanti kami koordinasikan itu bang kepada pak Haji Sugeng (pemborong.red), supaya penghancuran beton menggunakan alat bor beton", kata Jo mengaku sebagai pengawas CV didampingi mandor pekerja, Dito, kepada Medan Pos, Sabtu sore, (22/8/2026).

Dihari yang sama, Medan Pos juga mengkonfirmasi Kepala Desa Dalu Sepuluh-A, Abu Khairi, melalui pesan whats'app, ia menyarankan menemui Kepala Dusun.

"Kepala Dusun ada di lokasi, temui aja disitu bang", tulis Abu Khairi dalam pesan nya kepada Medan Pos.

Saat Medan Pos kembali ke lokasi proyek, Kepala Dusun yang dicari tidak ketemu, setelah sorenya, awak media ini akhirnya menerima balasan whatsapp. "Saya masih ada kegiatan, nanti kalau udah siap saya kabari bang", tulis Shaleh, Kadus-II kepada Medan Pos via pesan WhatsAp, namun hingga saat ini ia belum beri kabar.

Sementara itu, Kadis SDABMBK Deli Serdang, Janso Sipahutar saat dikomfirmasi Medan Pos, Minggu sore, 23/8/2026 membenarkan proyek tersebut milik Dinas yang dipimpinnya.

"Ya pak, itu proyek milik Dinas kami, kalau soal cara menghancurkan jalan bton memang tidak ada spesifikasi harus pakai alat apa, yang penting mana alat yang paling mudah pengerjaannya, tapi kalau ada masyarakan yang mengeluhkan itu nanti bisa dialihkan ya, udah ya", ujar Janso tampak bergegas mengakhiri telponnya.

Perlu diketahui, proyek Dinas SDABMBK ini menggunakan anggaran yang sangat besar, sebagaimana tertulis pada plank Proyek jumlahnya mencapai Rp. 3.723.335.000,- bersumber dari APBD Deli Serdang tahun 2026.


Tidak dijelaskan lebih rinci sejauh mana jalan yang akan di kerjakan tersebut, namun dari amatan Medan Pos di lapangan, jalan Gang Langgar tersebut ukuran panjangnya sekitar 300 meter, lebar jalan sekitar 2,5 meter.

Sebagaimana diamati, tahap pengerjaan proyek ini dimulai dengan menghancurkan jalan beton gang (Gang Langgar) yang masih utuh lalu dikeruk tanahnya untuk meletakkan box beton gorong-gorong di dalam, diinfokan lagi jalan yang sengaja dihancurkan tadi nantinya akan dicor kembali hingga sepanjang ruas jalan Gang Langgar dalam satu proyek ini yang dimungkinkan sisanya akan bersambung ke Gang Subur. *(Dedy)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru