Bqtu Bara, MPOL - Keluhan warga terkait pasokan air
PDAM Tirta Tanjung di kawasan Pagurawan, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, memicu rencana aksi unjuk rasa dari Gerakan Rakyat Pagurawan (
GERAP).
Baca Juga:
Namun, rencana aksi yang sebelumnya dijadwalkan Senin (31/8/2026) akhirnya dibatalkan setelah aliran air
PDAM kembali mengalir.
GERAP memilih menempuh jalur audiensi dengan meminta Camat Medang Deras memanggil Direktur Utama
PDAM Tirta Tanjung.
Koordinator
GERAP Husni S.Sos mengatakan keputusan membatalkan aksi diambil karena kondisi pasokan air telah kembali normal.
"Aksi demo batal, sebab air PAM sudah hidup, tapi kami dari
GERAP melayangkan surat ke Camat Medang Deras untuk memanggil Dirut
PDAM," kata Husni, Sabtu (29/8/2026).
Sebelumnya, ajakan aksi tersebut beredar di media sosial Facebook melalui akun Husni. Dalam unggahannya, masyarakat Pagurawan diajak berpartisipasi dalam aksi yang direncanakan berlangsung pukul 08.30 WIB di Kantor Camat Medang Deras dan lokasi
PDAM Nenassiam.
GERAP meminta persoalan pelayanan air segera mendapat perhatian pemerintah daerah dan pihak
PDAM Tirta Tanjung.
Direktur Utama
PDAM Tirta Tanjung Zulkarnain Ahmad yang dikonfirmasi terkait rencana aksi tersebut menyampaikan harapannya agar masyarakat tidak melakukan demonstrasi.
"Saya mendoakan jangan demo," kata Zulkarnain melalui pesan WhatsApp.
Meski aksi dibatalkan,
GERAP menyatakan persoalan pelayanan
PDAM belum sepenuhnya dianggap selesai. Bidang Pergerakan Massa
GERAP Mhd Hadi Wijaya Kesuma mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan aksi apabila surat audiensi tidak mendapat respons.
"Batal bang, tapi kalau surat kami tidak ditanggapi maka kami akan melakukan aksi demo. Titik lokasi demo masih kami rencanakan," ujarnya.
Hadi mengatakan surat audiensi telah disampaikan kepada Camat Medang Deras. Menurutnya, pertemuan dengan Dirut
PDAM direncanakan berlangsung pada Selasa atau Rabu pekan depan.
"Surat sudah kami masukkan sama Camat, kata Camat hari Selasa atau Rabu depan, sebab Dirutnya meminta hari tersebut," katanya.
Sementara itu, Camat Medang Deras Ahmad S.E. belum memberikan tanggapan ketika dihubungi wartawan. Pesan WhatsApp yang dikirim juga belum mendapat balasan hingga berita ini diterbitkan.
Keluhan warga terutama berkaitan dengan pasokan air yang disebut kerap mengalami gangguan. Di sisi lain, pelanggan tetap memiliki kewajiban membayar rekening air sesuai tagihan.
Seorang warga juga mengaku mengalami pemutusan meteran air. Namun, keterangan tersebut masih merupakan klaim dari sumber dan belum dikonfirmasi kepada pihak
PDAM Tirta Tanjung.
"Air sering mati, namun kami harus membayar, pihak PAM memutuskan meteran air aku," kata sumber tersebut.
GERAP kini menunggu tindak lanjut dari pihak Kecamatan Medang Deras terkait surat audiensi. Pertemuan tersebut diharapkan dapat mempertemukan masyarakat dengan pihak
PDAM untuk membahas keluhan pelayanan sekaligus mencari solusi atas persoalan pasokan air di wilayah Pagurawan. (MA).
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani