Serdang Bedagai, MPOL -
Bupati Serdang Bedagai (
Sergai) H Darma Wijaya menghadiri pelaksanaan
Maulid Arba'in malam ke-29 yang digelar di Masjid Nurul Iman, Desa Kelapa Bajohom Bukit Dua, Kecamatan Serba Jadi, Kamis (10/9/2026) malam.
Baca Juga:
Siaran pers Kominfo
Sergai, Sabtu (11/9/2026) menyebutkan, kegiatan yang diselenggarakan Majelis Ta'lim Al-Fatih tersebut menghadirkan Ustadz H M Bambang Irawan Hutasuhut, S.Ag, dan Ustadz Ferry Saptadiputra serta masyarakat yang juga antusias mengikuti kegiatan .
Maulid Arba'in merupakan kegiatan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan selama 40 malam secara berturut-turut. Tradisi keagamaan ini mendapat antusiasme masyarakat karena pelaksanaannya melibatkan jemaah secara bergotong royong.
Antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan
Maulid Arba'in.
Selain sebagai bentuk ibadah dan kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat ukhuwah dan kebersamaan masyarakat.
Dalam kesempatan itu,
Bupati Darma Wijaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang secara konsisten menyelenggarakan
Maulid Arba'in hingga memasuki malam ke-29.
Menurutnya, konsistensi masyarakat dalam melaksanakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen sekaligus kecintaan kepada Rasulullah SAW.
"Ini merupakan bentuk komitmen dan kecintaan terhadap Rasulullah SAW, sekaligus wujud nyata kecintaan yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW, mempererat silaturahmi antarwarga, serta mencari keberkahan," ujar Darma Wijaya.
Ia menilai, pelaksanaan
Maulid Arba'in tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi dan kebersamaan di tengah masyarakat.
"Dengan memasuki malam ke-29, pelaksanaan
Maulid Arba'in di Desa Kelapa Bajohom ini menunjukkan kuatnya semangat masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW," pungkasnya.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan salawat, zikir, tausiah keagamaan, serta doa bersama. Pelaksanaannya juga dapat berpindah-pindah, mulai dari rumah-rumah jemaah hingga masjid, surau, dan majelis taklim yang secara bergantian menjadi tuan rumah. (ARM)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani