Sabtu, 17 Oktober 2026

Menjawab Ragu dengan Kualitas, PGM-FI Bawa Honda Menembus Batas

Rifki Warisan - Rabu, 14 Oktober 2026 20:21 WIB
Menjawab Ragu dengan Kualitas, PGM-FI Bawa Honda Menembus Batas
Istimewa
Ketua Komunitas Mekanik Injeksi Sumut (MIS), Abdi Rahman Lubis.
Medan, MPOL -Peralihan teknologi pada industri otomotif tanah air kerap diwarnai dengan dinamika keraguan publik. Situasi ini terekam jelas saat PT Astra Honda Motor (AHM) memulai langkah berani mendobrak tradisi karburator di pasar sepeda motor Indonesia pada pertengahan dekade 2000-an.

Baca Juga:
Langkah monumental tersebut ditandai dengan peluncuran Honda Supra X 125 PGM-FI (Programmed Fuel Injection) pada 2005. Mengusung nama besar "Supra" yang kala itu memimpin segmen motor bebek, Honda resmi memancangkan tonggak sejarah sebagai pelopor penerapan teknologi injeksi pada sepeda motor massal di tanah air.

Bagi pengguna motor karburator maupun mekanik konvensional kala itu, teknologi injeksi dipersepsikan sulit diperbaiki mandiri serta rentan apabila timbul kendala teknis di perjalanan. Rasa skeptis terhadap kesiapan infrastruktur dan biaya perawatan menjadi dinding tebal yang harus ditembus pada fase awal pengenalan teknologi ini.

Menjawab keraguan publik tersebut, Honda bergerak tidak sekadar sebagai penyedia produk, melainkan juga penggerak transformasi teknis secara menyeluruh. Proses adaptasi dipercepat melalui edukasi intensif yang menjangkau konsumen dan tenaga teknis.

Honda secara konsisten menggelar pelatihan berjenjang bagi ribuan mekanik di jaringan bengkel resmi AHASS, sekaligus merangkul para mekanik bengkel umum agar memahami prinsip dasar kerja sistem PGM-FI. Peralatan diagnosis modern disediakan, diikuti ketersediaan suku cadang resmi yang terjangkau.

Langkah edukasi dan kesiapan jaringan layanan purna jual yang masif ini terbukti efektif mengikis keraguan publik. Seiring berjalannya waktu, kepercayaan masyarakat terhadap keunggulan teknologi injeksi mulai diakui.

Efisiensi bahan bakar, ketahanan mesin, hingga kepraktisan perawatan tak terbantahkan. Membawa Honda melampaui batas ekspektasi dan menjadi standar baru dalam industri sepeda motor nasional.

Pada 28 Maret 2014, PT Astra Honda Motor (AHM) meletakkan tonggak sejarah kembali dengan mendeklarasikan Jargon "Mission Accomplished". Yakni pencapaian dimana seluruh lini produk sepeda motor Honda yang dipasarkan di Indonesia resmi 100 persen menggunakan teknologi injeksi (PGM-FI) dan sepenuhnya meninggalkan sistem karburator.

Misi ini diselesaikan dalam waktu 2 tahun 4 bulan setelah Honda pertama kali mendeklarasikan komitmen injeksi massal mereka pada November 2011.

Dua produk terakhir yang diluncurkan pada hari penutasan misi tersebut untuk menggenapi total 15 varian motor Honda menjadi injeksi adalah New Honda Vario 110 FI (segmen matik) dan New Honda Blade 125 FI (segmen bebek).

Ketua Komunitas Mekanik Injeksi Sumut (MIS), Abdi Rahman Lubis, mengaku sejak saat itu profesi mekanik jadi semakin bergengsi. Pasalnya untuk menangani mesin injeksi mekanik harus paham menggunakan laptop, scanner, dan sistem elektronik lain untuk mendeteksi masalah pada mesin injeksi.

Saking cintanya dengan mesin injeksi dan profesi mekanik, Abdi bersama rekan-rekan sesama mekanik mendirikan komunitas Mekanik Injeksi Sumut (MIS) di Provinsi Sumatra Utara sejak tahun 2022. Terinspirasi dari komunitas Mekanik Sedunia (MD) yang berada di bawah naungan nasional asal Jawa, dimana Abdi banyak belajar dari senior seperti Ricky Bondowoso yang ahli dalam teknologi injeksi, sensor motor, pembacaan nilai resistansi, hingga penanganan penyakit mesin.

Kini jumlah anggota komunitas saat ini telah mencapai sekitar 215 orang. Sebagian besar anggotanya adalah pemilik atau owner bengkel, serta ada juga beberapa mekanik. Anggota tersebar di berbagai wilayah, meliputi Sumit, sekitar 5 orang dari Aceh, sekitar 5 orang dari Riau, serta 1 orang dari Jambi.

"Saya sejak SMP tinggal di bengkel milik kakek, jadi waktu SMK saya sudah paham dibanding teman-teman soal mesin. Tahun 2008 saya sewa tempat buka bengkel sendiri. Pada masa ini, masyarakat dan bengkel umum sempat ragu atau takut membeli motor injeksi. Sistem elektronik dan sensor yang kompleks membuat banyak orang khawatir," jelas pria 41 tahun ini.

Komunitas Mekanik Injeksi Sumut, tambahnya, terbentuk berdasarkan prinsip dan semangat kebersamaan para pemilik dan mekanik bengkel sepeda motor injeksi. Berawal dari perkembangan teknologi otomotif yang beralih dari motor karburator ke motor injeksi. Dimana mekanik dituntut untuk melek teknologi menggunakan laptop, scanner, dan sistem elektronik.

Lalu muncullah kebutuhan wadah untuk saling mendukung dan mempererat silaturahmi. Komunitas ini juga diinisiasi sebagai wadah kekeluargaan dan wadah silaturahmi bagi para pelaku usaha bengkel dan mekanik injeksi.

Ke depan, ia merencanakan MIS menggelar program pelatihan mekanik untuk meningkatkan keahlian mekanik, bekerja sama dengan pihak terkait untuk meningkatkan keterampilan anggota.

"Kami juga akan menjalin kerja sama dan berkolaborasi dengan pihak pabrikan atau instansi atau perusahaan terkait untuk mendukung kegiatan komunitas dan anggotanya," bebernya. **

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru