Selasa, 06 Oktober 2026

Sinergi TPID Menjaga Stabilitas Harga, Inflasi September 2026 Tetap Terkelola

Neti Herawati - Selasa, 06 Oktober 2026 19:21 WIB
Sinergi TPID Menjaga Stabilitas Harga, Inflasi September 2026 Tetap Terkelola
Ist
P.Siantar, MPOL -Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPWBI)Pematangsiantar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Baca Juga:
Berbagai upaya pengendalian yang dilakukan secara konsisten melalui strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) turut mendukung terjaganya inflasi pada wlayah kerja KPWBI Pematangsiantar sepanjang September 2026.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Bank Indonesia (KPwBI) Pematangsiantar Ahmadi Rahman, pada press rilisnya, Selasa (6/10/2026).

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pada September 2026 Kota Pematangsiantar mengalami inflasi sebesar 0, 16% (mtm), dengan inflasi tahun berjalan mencapai 2, 93%(ytd), kata Ahmadi.

Sementara itu, Kabupaten Labuhanbatu mengalami inflasi sebesar 0, 13% (mtm), dengan inflasi tahun berjalan sebesar 3, 57% (ytd). Secara tahunan, inflasi Kota Pematangsiantar tercatat sebesar 3, 78% (yoy) dan inflasi Kabupaten Labuhanbatu tercatat sebesar 4, 04% (yoy).

Relatif rendahnya inflasi bulanan pada September 2026 menunjukkan bahwa stabilitas harga di kedua wilayah masih terjaga di tengah dinamika pergerakan harga sejumlah komoditas pangan strategis.

Peningkatan harga komoditas didorong oleh penyesuaian pasokan dan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat pada beberapa komoditas pangan.

" Di Kota Pematangsiantar, inflasi terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga cabai merah, daging ayam ras, dan beras. Peningkatan harga komoditas tersebut didorong oleh penyesuaian pasokan dan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat pada beberapa komoditas pangan. Namun demikian, tekanan inflasi yang lebih tinggi berhasil tertahan oleh penurunan harga tomat, cabai rawit, dan kangkung", imbuh Ahmadi.

Sementara itu, di Kabupaten Labuhanbatu, inflasi September 2026 terutama didorong oleh kenaikan harga cabai merah, cabai hijau, dan ikan dencis. Di sisi lain, penurunan harga cabai rawit, tomat, dan bawang merah turut menahan laju inflasi sehingga tetap berada pada tingkat yang terkendali.

Ahmadi juga menyampaikan, mencermati perkembangan tersebut, KPwBI Pematangsiantar bersama TPID terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui berbagai program strategis. Upaya tersebut dilakukan melalui penquatan koordinasi dan sinergi TPID, pemantauan harga dan ketersediaan pasokan pangan secara berkala, serta pelaksanaan berbagai program stabilisasi harga quna menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan.

Selain itu, kata Ahmadi, pengendalian inflasi juga diperkuat melalui pelaksanaan Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada berbagai lokasi strategis untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap komoditas pangan dengan harga yang terjangkau. Pada saat yang sama, penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), terus dilakukan guna memastikan kelancaran distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah defisit sehingga risiko gangguan pasokan dapat diminimalkan.

Sedangkan dari sisi komunikasi, KPwBI Pematangsiantar bersama pemerintah daerah terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola konsumsi yang bijak dan pengelolaan belanja rumah tangga secara cermat.

Ke depan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui implementasi strategi 4K secara konsisten dan berkelanjutan.

Penguatan koordinasi, peningkatan ketahanan pangan, optimalisasi distribusi, serta komunikasi yang efektif diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, mendukung ketahanan pangan daerah, memperkuat daya beli masyarakat, dan menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah kerja KPwBI Pematangsiantar, harap Ahmadi.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru