Senin, 05 Oktober 2026

Ditandai Penekanan Tombol Sirene , Kepala KPwBI Pematangsiantar Bersama Bupati Simalungun Tutup Karya Hita Festival 2006

Neti Herawati - Senin, 05 Oktober 2026 14:23 WIB
Ditandai Penekanan Tombol Sirene , Kepala KPwBI Pematangsiantar Bersama Bupati Simalungun Tutup Karya Hita Festival 2006
Ist
Kepala KPwBI Ahmadi Rahman Pematangsiantar Bersama Bupati Simalungun Tutup Karya Hita Festival 2006.
Parapat, MPOL-Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Pematangsiantar Ahmadi Rahman bersama
Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, secara resmi menutup Karya Hita Festival 2026 sekaligus meluncurkan Sinergi Program Tahun 2026, Minggu (4/10/2026), di Ruang Terbuka Publik (RTP) Pantai Bebas Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Sumatera Utara.

Kegiatan yang berlangsung sejak 2 hingga 4 Oktober 2026 ini diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Baca Juga:
Dengan Mengusung tema "Harmoni Simalungun untuk Indonesia", festival ini menjadi wadah kolaborasi pengembangan budaya, kreativitas, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), ekonomi kreatif, serta pariwisata di Kabupaten Simalungun.

Berbagai kegiatan memeriahkan acara penutupan tersebut, antara lain bincang santai dan demo masak bersama Chef Marinka, lokakarya kerajinan tangan, babak final Kompetisi Juru Masak Halal (Halal Chef Competition), peragaan busana, serta penampilan hiburan dari Gok Malau.

Kepala KPwBI Pematangsiantar Ahmadi Rahman dalam sambutannya mengatakan, Pematangsiantar, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Simalungun dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara.

"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Simalungun beserta seluruh pihak yang mendukung, mulai hari Jumat hingga hari ini puncaknya," ujarnya.

Ahmadi menegaskan bahwa pelaksanaan Karya Hita di Pantai Bebas Parapat merupakan yang pertama kali digelar di lokasi tersebut. Ia berharap ke depannya festival ini dapat diselenggarakan lebih besar lagi.

Menurutnya, Karya Hita dirancang untuk mendorong UMKM tumbuh dan berkembang, termasuk sektor kopi, teh, kuliner, serta kerajinan.

Sementara itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara tersebut. Menurutnya, festival ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang nyata untuk mempromosikan potensi daerah sekaligus membuka peluang bagi para seniman, pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan pelaku pariwisata.

"Karya Hita adalah bukti bahwa Simalungun kaya akan budaya, kaya akan talenta, dan kaya akan kreativitas," ujar Bupati.

Pada kesempatan itu juga diluncurkan Sinergi Program Tahun 2026 dengan empat fokus utama, yaitu: - Pemberdayaan Masyarakat; Pengembangan Ekonomi Daerah; Pengembangan Desa Wisata; Penyelarasan Usaha untuk Ekspor Kopi Simalungun (Business Matching)

Program pemberdayaan masyarakat diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperluas akses ekonomi masyarakat. Sementara pengembangan ekonomi daerah difokuskan pada penguatan dan pengolahan lanjutan potensi lokal agar bernilai tambah serta mampu menjangkau pasar nasional hingga internasional.

"Keberhasilan program jangan hanya diukur dari berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari berapa banyak masyarakat yang usahanya berkembang, seberapa luas akses pasar yang terbuka, berapa banyak lapangan kerja yang tercipta, dan seberapa besar peningkatan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Di sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Simalungun terus mendorong pengembangan desa wisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Potensi alam dan budaya Simalungun sebagai bagian dari kawasan Danau Toba diharapkan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Sementara, melalui penyelarasan usaha ekspor kopi Simalungun, pemerintah membuka akses yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha kopi untuk memperkuat jaringan serta menembus pasar internasional.

"Kopi Simalungun memiliki cita rasa khas yang telah diakui. Melalui agenda penyelarasan usaha ini, kita membuka jalur yang lebih luas bagi para petani kopi kita untuk menembus pasar ekspor internasional," ungkap Bupati.

Bupati menegaskan, keberlanjutan program-program tersebut memerlukan kerja sama seluruh elemen, mulai dari pemerintah, lembaga perbankan, dunia usaha, petani, pelaku UMKM, hingga masyarakat luas.

"Festival boleh berakhir, tetapi sinergi harus terus berjalan. Penutupan Karya Hita Festival bukanlah akhir, melainkan awal untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, memperkuat UMKM, mengembangkan desa wisata, serta membawa produk unggulan Simalungun menuju pasar yang lebih luas," tegasnya.

Pada giat itu, juga diserahkan Selebrasi kepada, Program Cangkir Barista, Program Sertifikasi Pelatihan Petani Kopi Kab. Simalungun, Program Tani Berkah, Pengembangan UMKM Global, Program Pengembangan Desa Wisata Warna Warni dan Program Gerakan Perluasan Nazir.

Hadir dalam acara tersebut jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Simalungun, Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Yulince Mixnon Andreas Simamora, jajaran Pemerintah Kabupaten Simalungun, Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar beserta jajaran, serta undangan lainnya.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru