Rabu, 16 September 2026

Proyek Irigasi Silaumalaha Disangsikan Ketahanannya, Warga Minta Bupati Turun ke Lapangan

Efendi Damanik - Rabu, 16 September 2026 10:38 WIB
Proyek Irigasi Silaumalaha Disangsikan Ketahanannya, Warga Minta Bupati Turun ke Lapangan
Ist
Proyek saluran irigasi yang sedang dikerjakan.
Simalungun, MPOL -Warga Nagori Silaumalaha kecamatan Siantar kabupaten Simalungun mengkawatirkan ketahanan bangunan irigasi yang sedang berlangsung pekerjaannya dilapangan.Selain itu warga disana menyesalkan cara kerja kontraktor sangat lamban bahkan ada pekerjaan yang sudah ditinggalkan tidak diketahui apa alasan yang pasti.

Baca Juga:

proyek senilai Rp 1.3 M terdiri dibeberapa titik tidak menggunakan papan nama hingga warga petani menuding ini proyek " Siluman" .Adanya keluhan warga, Pangulu (kepala desa) Silaumalaha Muliadi tanggap dan langsung turun kelokasi melihat langsung bangunan rabu 16/9.Dilokasi Muliadi juga merasa kesal melihat cara kerja dilapangan dan diakui sangat sulit koordinasi dengan kontraktornya.

Pangulu juga sepaham dengan warga dan berharap Bupati dan setidaknya kepala dinas PUTR Simalungun turun langsung meninjau proyek irigasi yang diharapkan mengairi persawahan ratusan hektare.Pangulu menjelaskan dalam waktu dekat warga petani Silaumalaha akan menyami(turun bibit) jika seperti ini kerjanya sangat lambat dikawatirkan akan gagal.


Uptd PSDA I.Manurung ketika ditanya keluhan warga petani ,pihaknya akan segera turun kelapangan pengawasnya si Horas. Terlihat saat ini kondisi dilapangan sangat memprihatinkan, Pangulu Silaumalaha turun kelapangan jam 8.30 pagi pekerja belum ada kelihatan.


Disalah satu titik proyek yang dinjau pangulu pekerja bangunan menggunakan batu bekas bongkaran bangunan lama itu juga perlu dipertanyakan apakah sudah ada persetujuan pengawas atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).Pengawas proyek Horas berulangkali dihubungi via selulernya tidak ada jawaban walau telepon selulernya nada dering.


Rizal lubis selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga kepala bidang PSDA terlihat tidak mautau kualitas bangunan sesuai keterangan dilapangan tidak pernah kelapangan,cukup hanya terima laporan dari bawahan.


Akibat hanya terima laporan bawahan diduga antara PPK dan kontraktor yang mengerjakan sudah ada persekongkolan atau kong kali kong.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru