Selasa, 15 September 2026

Lurah Haranggaol Horison Tegaskan KJA Bulat Milik Warga Setempat Bukan Investor

Efendi Damanik - Selasa, 15 September 2026 21:20 WIB
Lurah Haranggaol Horison Tegaskan KJA Bulat Milik Warga Setempat Bukan Investor
Ist
Lurah Haranggaol saat memberi keterangan pers.
Simalungun, MPOL -Riduan Sinaga, Lurah Kelurahan Haranggaol Horison, Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun, menegaskan Keramba Jaring Apung (KJA) berbentuk bulat yang berada di perairan Haranggaol merupakan milik warga setempat dan bukan milik investor baru.

Baca Juga:
Penegasan itu disampaikan oleh Lurah Haranggaol Horison, tentang adanya informasi yang beredar mengenai keberadaan Circular Floating Cages (Keramba Jaring Apung berbentuk bulat di kawasan perairan Haranggaol Horison, bukan milik investor kata Ridwan Sinaga, Senin 14 September 2026.

Lebih lanjut lurah menjelaskan sesuai data, penelusuran dan informasi yang masuk ke Pemerintahan Kelurahan Haranggaol Horison serta pengakuan pelaku usaha, Keramba Jaring Apung (KJA) berbentuk bulat diketahui milik Mariando Nainggolan, Sopan Haloho, Hotjon Haloho dan Rolio Purba.

Selain itu lurah juga membantah adanya informasi mengenai penambahan jumlah Keramba Jaring Apung (KJA) ataupun masuknya investor baru di kawasan perairan Haranggaol. "Yang benar adalah sebagian pelaku usaha budi daya ikan beralih dari yang petak ke yang bulat.

Keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA)) di perairan Kecamatan Haranggaol telah berlangsung sejak lama , hanya perubahan yang terjadi lebih pada bentuk dan posisi sebagian keramba. "Kalau untuk letaknya, sudah seperti ini sejak dulu", ujarnya.

Circular Floating Cages (Keramba Jaring Apung) berbentuk bulat di kawasan perairan Haranggaol Horison tidak ada menggangu jalur kapal meskipun KJA sudah pindah," katanya.

Ia menjelaskan, lokasi KJA bulat tersebut berada cukup jauh dari garis pantai. Jaraknya diperkirakan sekitar dua kilometer dari bibir pantai, sehingga tidak berada di dekat garis pantai sebagaimana informasi yang beredar,

KJA bulat di perairan Haranggaol merupakan bagian dari terobosan dan mengikuti pekembangan dan kemajuan zaman demi mengurangi resiko.

Sementara itu, seorang pelaku usaha budi daya Ikan, Mariando Nainggolan mengatakan, penggunaan keramba berbentuk bulat merupakan upaya petani untuk mengurangi risiko kerugian akibat gelombang besar (ombak) Danau Toba.

Pengalaman puluhan Keramba Jaring Apung (KJA) berbentuk petak yang tenggelam dihantam ombak membuat sebagian pelaku usaha budi daya Ikan di Haranggaol memilih beralih menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) bulat berbahan fiber.

Konstruksi Circular Floating Cages (Keramba Jaring Apung) berbentuk bulat yang terbuat dari fiber dinilai lebih aman dibandingkan keramba berbentuk petak yang menggunakan rangka besi dan drum sebagai pelampung.


Mariando juga mengaku pernah mengalami kerugian cukup besar setelah puluhan kolam miliknya tenggelam akibat diterjang ombak , untuk mencegah kerugian yang lebih besar ,ia bersama pelaku usaha budi daya ikan lainnya membeli Keramba Jaring Apung (KJA) bekas.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru