Selasa, 29 September 2026

Jangan Tunda Keluhan Kesehatan, Prudential Indonesia Ajak Masyarakat untuk Memeriksa Kesehatan Secara Berkala

Hendro - Selasa, 29 September 2026 19:58 WIB
Jangan Tunda Keluhan Kesehatan, Prudential Indonesia Ajak Masyarakat untuk Memeriksa Kesehatan Secara Berkala
Tampak dua Nasabah Prudential Indonesia mengikuti Mini Medical Check-Up yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan jaringan PRUPriority Hospitals di Customer Center Prudential. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Prudential Indonesia untuk mendorong pemeriksaan kesehatan secara berkala dan deteksi dini.
Jakarta, MPOL - Banyak orang menunda memeriksakan batuk atau sesak napas karena merasa masih bisa beraktivitas seperti biasa. Padahal, menunda pemeriksaan dapat membuat kondisi kesehatan baru diketahui ketika sudah lebih serius.

Baca Juga:
Keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan dalam penanganan sejumlah penyakit di Indonesia. Lebih dari 80% pasien kanker baru terdiagnosis pada stadium tiga atau empat1.

Pada tuberkulosis (TBC), keterlambatan diagnosis juga dapat membuat penanganan ikut tertunda sekaligus memperpanjang risiko penularan2.

Bertepatan dengan Hari Paru Sedunia yang diperingati setiap 25 September, kita diingatkan kembali untuk lebih memperhatikan kesehatan paru sejak dini dan memeriksakan kesehatan kita secara berkala di setiap tahapan kehidupan.

Mengapa kita masih menunda perawatan?

Kecenderungan menunda perawatan terlihat dalam studi Prudential plc bertajuk "Suara Pasien Indonesia" yang dilakukan bersama Economist Impact. Sebanyak 9 dari 10 responden mengaku menunda perawatan, sementara hampir setengahnya melakukannya berulang kali.

1 Tekan Angka Kematian Kanker, Kemenkes Tempuh Strategi Ini, Kemenkes RI, 20262 Ending Tuberculosis: Between the Real Burden, System Tests, and Decisions That Cannot Delay, BKPK, Kemenkes RI, 2026Keputusan untuk menunda tidak selalu terjadi karena masyarakat mengabaikan kesehatannya.

Studi tersebut menunjukkan beberapa hambatan, mulai dari kurangnya informasi kesehatan yang jelas, hingga kebutuhan keluarga yang sering kali lebih diprioritaskan dibandingkan kesehatan diri sendiri.

Di antara berbagai hambatan tersebut, biaya menjadi salah satu pertimbangan yang cukup nyata. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 26,6% masyarakat Indonesia masih menghadapi tantangan dalam membiayai layanan kesehatan di tahun 2025.

Pengeluaran kesehatan yang dibayar langsung oleh masyarakat (out-of-pocket) diperkirakan mencapai sekitar Rp175 triliun, bahkan membuat sekitar 12,8 juta penduduk berisiko jatuh miskin akibat beban biaya kesehatan. Artinya, satu kali rawat inap atau tindakan medis besar dapat menguras tabungan apabila belum dipersiapkan dengan baik. Karena itu, perlindungan kesehatan perlu dipandang sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang, sama seperti menabung untuk pendidikan atau masa pensiun.

Kekhawatiran ini semakin relevan di tengah meningkatnya perhatian terhadap penyakit pernapasan dan kenaikan biaya layanan kesehatan akibat inflasi medis. Kementerian Kesehatan mencatat adanya kecenderungan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama di Banten, Lampung, dan Jawa Barat pada September 20263. Pada saat yang sama, kebutuhan biaya untuk perawatan penyakit pernapasan juga semakin besar.

Berdasarkan data industri asuransi Indonesia, rata-rata biaya perawatan penyakit pernapasan meningkat 106,3%, dari Rp49,9 juta pada 2023 menjadi Rp103 juta pada 2025.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini melalui pola hidup sehat, pemeriksaan berkala, dan deteksi dini. Namun, masyarakat juga perlu menyiapkan perlindungan finansial agar tetap siap ketika perawatan dibutuhkan.

Yosie William Iroth, Chief Health Officer Prudential Indonesia, mengatakan,"Di tengah tingginya biaya pengobatan dan perawatan rumah sakit di Indonesia, memilih produk asuransi kesehatan dari perusahaan yang mampu memberikan perlindungan kesehatan sekaligus mendampingi Nasabah dalam tiap tahapan, menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan keluarga agar tidak perlu mengorbankan tabungan maupun tujuan keuangan jangka panjang ketika menghadapi kondisi medis yang tidak terduga.

"Janji, jadi nyata": Perlindungan di Setiap Tahap Kehidupan Nasabah

Kebutuhan kesehatan setiap orang terus berubah seiring bertambahnya usia, gaya hidup, dan kondisi keluarga. Karena itu, Nasabah membutuhkan perlindungan yang tidak hanya hadir ketika risiko terjadi, namun juga membantu mereka dalam mencegah terjadinya risiko sekaligus menjaga kesehatan di setiap tahapan kehidupan. Dengan dukungan yang tepat, Nasabah dapat merasakan manfaat yang Prudential berikan secara komprehensif.

Sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif, Prudential Indonesia secara konsisten menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan melalui berbagai kegiatan perusahaan. Pada Januari hingga Agustus 2026, sebanyak 4.570 Nasabah, Tenaga Pemasar dan karyawan telah mengikuti free mini medical check-up melalui kolaborasi dengan jaringan PRUPriority Hospitals.

Selain itu, melalui kegiatan PRUActive, sejak tahun 2023 Prudential Indonesia berhasil mengajak lebih dari 60.000 masyarakat untuk berolahraga bersama sebagai upaya untuk menjalani gaya hidup sehat. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Prudential Indonesia 3 Kemenkes Siagakan 413 Rumah Sakit dan 830 Puskesmas Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau, Kemenkes RI, 2026 untuk mendorong pemeriksaan kesehatan secara berkala, meningkatkan kesadaran terhadap faktor risiko, serta membantu masyarakat mengambil langkah pencegahan lebih dini.

Manfaat perlindungan kesehatan secara menyeluruh, juga dirasakan langsung oleh Doni Kurniawan, Nasabah Prudential Indonesia sejak 2016. "Saya sempat memanfaatkan fasilitas Mini MCU saat menghadiri Customer Day. Pengalaman tersebut menyenangkan karena tim Prudential sangat informatif dan komunikatif.

Selain itu, saya pertama kali mengajukan klaim pada akhir 2025 saat harus menjalani operasi. Saya mendapatkan diagnosa dokter pada hari Sabtu. Lalu, berkat bantuan agen Prudential yang sigap, saya bisa dirawat inap pada hari Minggu dan langsung menjalani tindakan pada Senin. Biaya operasi sekitar Rp35 juta hingga perawatan pasca-operasi seluruhnya ditanggung oleh Prudential. Prosesnya sangat lancar dan memudahkan, " ujar Doni. Reputasi sebagai pionir asuransi tepercaya di Indonesia, membuat Nasabah kami semakin yakin akan kenyamanan dan rasa aman yang telah dirasakannya selama hampir satu dekade.

"Sejalan dengan semangat "Janji, jadi nyata", Prudential Indonesia menghadirkan berbagai solusi perlindungan yang dirancang untuk menemani kebutuhan kesehatan Nasabah yang terus berkembang, mulai dari langkah preventif, deteksi dini, hingga dukungan ketika membutuhkan perawatan.

Kami ingin memastikan Nasabah memiliki perlindungan yang relevan dengan kebutuhan di setiap tahapan kehidupan, sehingga mereka dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan percaya diri, " tutup Yosie. (Dro/R).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru