Senin, 06 Juli 2026

Rudi Hartono Bangun Beri Masukan Ke PTPN III Terkait Kinerja Keuangan

Zainul Azhar - Senin, 06 Juli 2026 19:49 WIB
Rudi Hartono Bangun Beri Masukan Ke PTPN III Terkait Kinerja Keuangan
Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun dalam rapat kerja dengar pendapat memberi masukan tentang kinerja keuangan usai PLT Dirut PT. PTPN III menyampaikan paparannya terkait kinerja keuangan Tahun 2025, Senin (6/7) di DPR RI Jakarta.
Jakarta, MPOL - Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun dalam rapat kerja dengar pendapat memberi masukan tentang kinerja keuangan usai PLT Dirut PT. PTPN III menyampaikan paparannya terkait kinerja keuangan Tahun 2025, Senin (6/7) di DPR RI Jakarta.

Baca Juga:
Menurutnya dari total asset holding ada Rp158,2 triliun, kemudian pendapatan terbesar dari CPO, (Crude Palm Oil), produk sawit yang menyumbang 75 persen dari total laba. Ia melihat naiknya laba adalah dari CPO, varian dari kebun sawit, bukan dari hasil dari kebun per hektar (intensifikasi kebun).

"Pertanyaan kenapa kita tidak menaikkannya dari hasil produksi panen per hektarnya."

Dalam kesempatan ini Rudi Hartono mengingatkan bahwa di PTPN ini pemupukan tidak kekurangan. Karena ada pemupukan yang rutin dan tepat sasaran, harusnya panen kelapa sawit per hektarnya yang naik.

"Bila hasil panen kebun perhektar yang naik, lalu ditambah harga CPO yang tinggi, tentu totalnya laba yang diperoleh bukan lagi di Rp6 triliun. Tolong saya dikoreksi kalau salah."

Kemudian soal laba yang dipaparkan Rp6,3 triliun, Rudi Hartono Bangun pun meminta agar dijelaskan dengan baik anak usaha mana yang memberikan laba tinggi.

"PTPN III ini kan punya beberapa anak usaha , tolong dijelaskan anak usaha mana yang berkontribusi atas kenaikan laba supaya kita bisa kasih masukkan." Di Dapil saya, itu ada namanya PTPN II dan PTPN IV mempunyai hasil produksi yang lumayan, tapi juga lumayan ninja sawitnya."

Pada sisi lain, Ia mengusulkan agar di PTPN I Aceh diberikan SDM yang handal supaya bisa mengelola lahan PTPN dan tidak mangkrak atau dijarah. Sementara terkait kontribusi laba yang diberikan komoditas teh, Rudi Hartono Bangun mengusulkan untuk dipertimbangkan melakukan konversi kebun teh ke kelapa sawit.

"Ini Komoditas teh hanya memberikan kontribusi satu persen. Sedangkan modalnya besar, seperti gajinya pegawai kebun, pemeliharaannya, pupuknya. Dengan beban operasional yang sangat tinggi perusahaan terpaksa melakukan subsidi . Nah kenapa tidak dikonversi digantikan ke komoditas sawit."

Sementara soal belanja modal atau belanja proyek, Rudi Hartono Bangun menyarankan untuk tidak terlalu tinggi. Belanja modalnya Rp4,09 triliun, sementara laba dari asset total Rp158 triliun hanya Rp6 triliun. Apa tidak terlalu tinggi? Untungnya Rp6 triliun belanjanya Rp4 triliun," tutur Rudi Hartono Bangun. (ZAR)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru