Kamis, 29 Oktober 2026

GKR Hemas Minta Perajin Kulit Bantul Perketat Mutu dan Siapkan Generasi Penerus

Zainul Azhar - Kamis, 29 Oktober 2026 22:40 WIB
GKR Hemas Minta Perajin Kulit Bantul Perketat Mutu dan Siapkan Generasi Penerus
Jakarta, MPOL - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas meminta perajin kulit di Kabupaten Bantul memperkuat kendali mutu dan menyiapkan generasi muda, demikian Pesan saat mengunjungi rumah produksi dan galeri CV Djoen Leather Kamis (29/10) di Kabupaten Bantul.

Baca Juga:
Dalam kunjungan tersebut, GKR Hemas meninjau proses produksi dan berdialog dengan pelaku UMKM serta pemerintah daerah. Hadir dalam pertemuan tersebut yaitu GKBRAA Paku Alam X; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY; Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Bantul; para istri Forkopimda DIY; perwakilan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bantul; Forkopimcam Banguntapan; Lurah Baturetno; pemilik CV Djoen Leather Harjuno Wiwoho; serta pelaku UMKM sekitar.

GKR Hemas menekankan bahwa UMKM merupakan bagian penting dari fondasi ekonomi daerah dan kehidupan masyarakat, karena itu harus didukung oleh ekosistem usaha yang berkelanjutan. Ia menyoroti pentingnya peningkatan quality control dan pengembangan desain agar produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas.

"Begitu saya lihat ada perajin kulit, sebetulnya dari produknya itu sudah bagus, mungkin perlu ditingkatkan quality control-nya. Potensi lokal apabila dikelola dengan keterampilan dan kreativitas dapat berkembang menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas," tutur GKR Hemas.

GKR Hemas juga mengingatkan bahwa penguatan UMKM tidak hanya berorientasi pada omzet, tetapi juga menyangkut perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar serta pentingnya menjaga keberlanjutan regenerasi perajin di tengah dinamika zaman.

"Kita harus selalu melakukan regenerasi perajin. Keterampilan dan ketekunan para perajin senior harus ditularkan kepada generasi muda agar warisan keterampilan ini tetap hidup dan berkembang," tegasnya.

Sementara itu, pemilik CV Djoen Leather, Harjuno Wiwoho, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran GKR Hemas yang memberikan perhatian langsung kepada para pelaku usaha kecil menengah di tengah tantangan kondisi ekonomi saat ini. Ia menceritakan perjalanan usahanya yang dirintis sejak tahun 2015 dengan melibatkan sebagian besar tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

"Sebagian besar pekerja kami adalah warga sekitar yang awalnya tidak memiliki penghasilan, lalu kami latih hingga mandiri. Tantangan saat ini memang cukup berat di tengah situasi global, namun dengan sinergi bersama pemerintah dan komunitas, kami terus berupaya menjaga roda produksi tetap berjalan," tutur Harjuno.

Kepala Bappeda Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, menyebut kerajinan sebagai salah satu tumpuan ekonomi Bantul. Ia memaparkan bahwa industri pengolahan menyumbang PDRB lebih besar dibanding sektor pertanian.

"Salah satu kekuatan perekonomian di Bantul adalah kerajinan, terbukti dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bantul yang terbesar adalah industri pengolahan dari UKM Bantul sebesar 14%, bahkan lebih tinggi dibandingkan sektor pertanian yang sebesar 13%.

Ari juga meminta dukungan bagi Bantul yang tengah mengikuti seleksi jejaring kota kreatif dunia UNESCO (UNESCO Creative Cities Network / UCCN) tahun 2026 dengan mengunggulkan sektor kerajinan serat alam.

Dari sisi provinsi, Kepala Disperindag DIY, Anton Raharja, menjelaskan fasilitasi yang disiapkan Disperindag DIY bagi perajin, antara lain temu bisnis (business matching), penyediaan fasilitas yang mendukung proses produksi di nDalem Kulit Jogja (NKJ) dan ruang kolaborasi melalui Sinergi Kerajinan Kulit Yogyakarta (SIKKY), serta pendampingan sertifikasi mutu agar produk industri kecil menengah siap menghadapi pasar ekspor.

Para perajin yang hadir menyampaikan kendala serta usulan, diantaranya harapan adanya ruang pamer bersama untuk memasarkan produk lokal dan akses untuk bertemu langsung dengan pembeli, terutama pembeli luar negeri untuk ekspor.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, GKR Hemas menyatakan komitmennya untuk membawa seluruh aspirasi dan persoalan tersebut ke tingkat pusat melalui fungsi dan kewenangan DPD RI demi kemajuan kesejahteraan masyarakat daerah, tuturnya. (ZAR)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru