Senin, 22 Juli 2024

Lakukan Kejahatan Berat, Ditjen Imigrasi Deportasi dan Cekal 13 WNA Asal Taiwan

Neti Herawati - Sabtu, 06 Juli 2024 20:37 WIB
Lakukan Kejahatan Berat, Ditjen Imigrasi Deportasi dan Cekal 13 WNA Asal Taiwan
Ist
Direktur Jenderal Imigrasi Silmy Karim, saat melakukan pemeriksaan (atas), 13 WNA Asal Taiwan Pelaku Kejahatan Berat dideportasi Imigrasi. (bawah).
Jakarta, MPOL - Direktorat Jenderal Imigrasi mendeportasi dan memasukkan ke dalam daftar cekal 13 warga negara asing (WNA) asal Taiwan yang merupakan pelaku kejahatan berat di tempat asalnya.

Baca Juga:

Sebanyak 11 orang diantaranya telah dicabut paspornya.Adapun tindak pidana yang dilakukan oleh 13 orang tersebut antara lain penipuan,pencucian uang, narkotika, serta melakukan penyerangan di Taiwan.

Mereka dideportasi melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan maskapai China Airlines CI 762yang berangkat menuju Bandara Internasional Taoyuan, Taiwan pada Kamis(04/07/2024) pukul 14.40 WIB.

"Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh petugas imigrasi, ketiga belas WNA tersebut ternyata adalah pelaku kejahatan berat di Taiwan. Mereka akan menjalani proses projustisia di Taiwan," jelas Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim, Kamis(04/07/2024).

Ia menambahkan, Ditjen Imigrasi menyerahkan sejumlah barang bukti kepada pemerintah asal negara pelaku kejahatan.

Sementara itu, polisi asal Taiwan turut melakukan pengawalan ketat kepulangan ke-13 orang tersebut. "Selain deportasi, mereka kami masukkan juga ke daftar cekal supaya tidak bisa kembali ke Indonesia, dan pastinya proses hukum di Taiwan sudah menanti 13 orang ini," terang Silmy.

Silmy juga menekankan, Direktorat Jenderal Imigrasi berkomitmen melakukan deteksi dini dan deteksi aksi, agar Indonesia tidak dijadikan sebagai tempat pelarian para pelaku kejahatan atau DPO dari negara lain.

"Indonesia tidak boleh jadi destinasi pelarian penjahat internasional dan tempat beroperasi kejahatan cyber," tutup Silmy.(rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru