Ratusan Warga Dairi Geruduk Kantor Bupati Dan DPRD Dairi, Tolak PT DPM Perusak Tanah Leluhur
Dairi, MPOL Ratusan warga Kabupaten Dairi yang berasal dari berbagai Desa terdampak dan kelompok masyarakat sipil melakukan aksi di depan K
Sumatera Utara
Jakarta, MPOL - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan dukungan terhadap PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) untuk melindungi masyarakat dari praktik-praktik tidak bertanggung jawab yang dilakukan pengembang (developer) dan notaris dalam penyelesaian sertipikat mereka sebagai debitur. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menikmati hak kepemilikan hunian dengan perlindungan hukum oleh negara.
Baca Juga:
Dalam paparannya, Menteri BUMN Erick Thohir meminta BTN melakukan percepatan penyelesaian sertipikat debitur dengan melakukan perbaikan sistem dan menerapkan tata kelola yang baik (Good Corporate Governance/GCG) untuk menyukseskan Program Tiga Juta Rumah yang diusung Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Saya mengapresiasi BTN yang melakukan self-correction dan perbaikan sistem, apalagi BTN mau terus berkembang. Program Tiga Juta Rumah ini adalah program yang harus disukseskan dan BTN mengayomi 82% dari perumahan subsidi," ujar Menteri BUMN dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/6).
Pada kesempatan ini Menteri BUMN mengapresiasi developer dan notaris yang sudah bekerja dengan baik. "Tapi minta maaf, saya minta black list developer dan notaris yang bermasalah dan saya harapkan Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) berbagi data untuk memastikan perlindungan rakyat bisa dimaksimalkan. Jadi, kalau perlu semua pengembang yang di-black list juga di-black list bank Himbara," tegas Erick. Menteri BUMN mengatakan, percepatan perbaikan dari penyelesaian sertipikat merupakan salah satu pondasi penting Program Tiga Juta Rumah, sehingga program tersebut bisa berjalan lancar. Dalam prosesnya, Program Tiga Juta Rumah melibatkan banyak pihak termasuk swasta dan menggunakan sistem perbankan baik Himbara maupun bank swasta. Lebih lanjut, Erick mengatakan, kompleksitas tersebut dapat diurai dengan pembukaan data. "Pembukaan data yang sebesar-besarnya, mana developer yang akan diberi kesempatan oleh pemerintah untuk dikembangkan apakah dari daerah menjadi nasional. Itu yang harus kita dorong, karena ini visi dari Bapak Presiden langsung. Kami menjaga jangan sampai uang pemerintah yang sudah digelontorkan salah sasaran," jelas Erick. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan sektor perumahan Indonesia masih menghadapi masalah developer yang sertipikatnya masuk kategori Luar Ambang Toleransi (LAT). Developer dengan sertipikat LAT merupakan developer bermasalah dalam hal administrasi penyelesaian Dokumen Pokok atau sertipikat karena melewati batas waktu yang telah ditetapkan oleh bank. Padahal, sertipikat merupakan hak masyarakat yang harus diserahkan setelah debitur melunasi KPR. Nixon mengatakan bahwa BTN mengakui proses penyelesaian sertipikat terus diperbaiki oleh BTN. "Hari ini sejak 2019, sebanyak 80 ribu sertipikat sudah diselesaikan oleh BTN dibantu Badan Pertanahan Nasional (BPN) sehingga proses bisa lebih cepat," ujar Nixon. Nixon menjelaskan, upaya perbaikan yang dilakukan BTN antara lain melakukan profiling dan membuat rating developer dari Platinum, Gold, Bronze, hingga non-rating. Untuk kategori non-rating, kata Nixon, tidak diberikan prioritas untuk KPR ataupun Kredit Yasa Griya. "Kami melakukan perbaikan melalui pembentukan task force (Satuan Tugas/Satgas) untuk menyelesaikan permasalahan ini. Upaya lainnya adalah membuka call center untuk pengaduan permasalahan sertipikat yang dialami masyarakat dengan developer," tutur Nixon. Dengan upaya tersebut, Nixon menargetkan penyelesaian sertipikat LAT pada tahun ini sebanyak 15.000 dari total 38.144 sertipikat. Lebih lanjut, Nixon menegaskan BTN akan menghentikan kerja sama dengan developer dengan sertipikat LAT dan akan membagikan daftar hitam kepada BP Tapera, agar developer tersebut tidak menyalurkan program KPR Subsidi lagi. Dengan begitu, berdasarkan database BP Tapera, bank mana pun tidak dapat menerima program KPR Subsidi. Tidak hanya membidik developer bermasalah, BTN juga membidik notaris bermasalah dengan melakukan profiling perbaikan sistem dan mendata ulang notaris, serta menerapkan rating pada mereka, sehingga BTN dapat mengetahui notaris yang baik dan bertanggung jawab. "Kami akan membuat Service Level Agreement (SLA) sekian hari untuk menyelesaikan sertipikat, biasanya SLA-nya tiga bulan. Kalau sudah sampai threshold kita akan freeze," ucap Nixon.( Pung)
Dairi, MPOL Ratusan warga Kabupaten Dairi yang berasal dari berbagai Desa terdampak dan kelompok masyarakat sipil melakukan aksi di depan K
Sumatera Utara
Medan, MPOL Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., menghadiri pertemuan dalam
Sumatera Utara
Taput, MPOL Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni P Lumbantoruan, M. Eng didampingi Kadis Pendidikan Freddy Panjaitan dan Kepala BKPSDM Jen
Sumatera Utara
P.Siantar, MPOL Demi Kelancaran Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba Kota
Sumatera Utara
Medan, MPOL Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia Provinsi Sumatera Utara (DPD AMPI Sumut) melakukan kunjungan audiens
Sumatera Utara
Jakarta, MPOL Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana dorong DPR RI jadikan Parlementaria saksi zaman dan sumber sejarah nasional demikian
Nasional
Jakarta, MPOL Untuk penjngkatan pelayanan dukung peremajaan gerbong kereta api demikian anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun menga
Nasional
Jakarta, MPOL Demokrasi Pancasila dan kedaulatan ekonomi kebijakan tak sekedar wacana demikian anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin me
Nasional
Pancur Batu, MPOL,Untuk mewujudkan Lapas Kelas II A Pancur Batu yang bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba (Halinar), Kepala Lap
Hukum
Hamparan Perak, MPOL Dua Siswa/i SMA Swasta Harapan Paya Bakung lulusan tahun ajaran 20252026 lolos masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), m
Pendidikan