Minggu, 25 Oktober 2026

Taput Dorong Sektor Ekraf Berdaya Saing di WCCE 2026

Darwin Manalu - Minggu, 25 Oktober 2026 09:32 WIB
Taput Dorong Sektor Ekraf Berdaya Saing  di WCCE 2026
Ist
Wabup Deni Lumbantoruan bersalaman dengan AHY saat menghadiri WCCE 2026.
Jakarta, MPOL -Dorong sektor ekraf Tapanuli Utara berdaya saing disuarakan di The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk mencermati perkembangan ekonomi kreatif dan menggali peluang pengembangan potensi daerah.

Baca Juga:
Konferensi tingkat dunia yang mengusung tema "Inclusively Creative: Collective Continuity" ini menjadi ruang strategis bagi Pemkab Tapanuli Utara untuk mencermati dinamika tren global, memetakan potensi inovasi, serta menggali peluang kolaborasi lintas negara demi memajukan para pelaku usaha kreatif di daerah.

Turut hadir dalam pembukaan WCCE 2026, antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.

Di sela-sela kegiatan, Wabup Dr. Deni Lumbantoruan menyampaikan bahwa Kabupaten Tapanuli Utara menyimpan potensi ekonomi kreatif yang luar biasa melimpah. Potensi tersebut berakar kuat pada kekayaan budaya Batak, kreativitas masyarakat, serta keunggulan sumber daya lokal.

"Tapanuli Utara memiliki komoditas dan produk kreatif unggulan yang sangat potensial, mulai dari seni tenun Ulos tradisional, olahan Kopi Sumut/Sipirok-Tarutung, kuliner khas daerah, kerajinan tangan, seni musik dan pertunjukan Batak, hingga berbagai produk kreatif berbasis pariwisata," ujarnya.

Menurutnya, percepatan pertumbuhan sektor ekraf di Tapanuli Utara membutuhkan langkah konkret melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan standar mutu dan kemasan produk (packaging), serta perluasan akses pasar.

"Potensi besar ini harus terus kita dorong melalui inovasi dan modernisasi. Kita ingin produk-produk UMKM dan pelaku kreatif Tapanuli Utara tidak hanya menjadi tuan rumah di daerah sendiri, tetapi juga mampu menembus rantai pasok nasional hingga pasar global," ucapnya.

Lebih lanjut, penguatan sektor ekonomi kreatif ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta memicu semangat generasi muda dan pelaku UMKM di Tapanuli Utara untuk terus berkarya dan berinovasi.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru