Medan, MPOL - Momentum Wisuda Periode ke-76 Universitas Pembangunan Panca Budi (
UNPAB) Medan pada 18–19 Agustus 2026 tidak hanya menjadi perayaan kelulusan para mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum penguatan peran perguruan tinggi swasta dalam pembangunan pendidikan nasional.
Baca Juga:
Wisuda yang berlangsung di Regale International Convention Center, Jalan H. Adam Malik No. 66–68, Medan, tersebut turut diwarnai kabar strategis dari Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Pusat terkait rencana pembentukan mentor rektor nasional.
Rektor
UNPAB, Prof. Dr. H. M. Isa Indrawan, SE., MM., disebut sebagai salah satu rektor yang terpilih untuk menjadi mentor dalam program tersebut.
Hal itu disampaikan Ketua Umum APTISI Pusat, Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I., dalam wawancara eksklusif dengan CEO Sumut24 Group, Rianto, SH., MH., atau yang akrab disapa Anto Genk, yang juga merupakan alumni Magister Hukum
UNPAB.
Prof. Budi mengungkapkan, APTISI tengah menyiapkan program strategis dengan mencari dan membentuk 30 rektor terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka nantinya diproyeksikan menjadi mentor bagi para pimpinan perguruan tinggi.
"Kami meminta panitia agar mencari rektor terbaik di seluruh Indonesia, sebanyak 30 orang. Mereka yang terpilih nantinya akan dididik selama dua minggu sebelum diwisuda untuk resmi menjadi mentor," ujar Prof. Budi.
Program tersebut tidak berhenti pada pembentukan mentor. Ke-30 rektor terpilih nantinya diharapkan menjalankan fungsi pembinaan dan pendampingan terhadap pimpinan perguruan tinggi di berbagai daerah.
Sasaran program mencakup unsur pimpinan kampus, mulai dari rektor, wakil rektor, dekan hingga ketua program studi, dengan jumlah sasaran yang diperkirakan mencapai sekitar 60.000 orang.
Prof. Isa Indrawan Dinilai Inspiratif
Dalam wawancara tersebut, Prof. Budi secara khusus menyebut nama Rektor
UNPAB Prof. Isa Indrawan sebagai salah satu figur yang masuk dalam jajaran mentor.
"Salah satu mentornya adalah Pak Isa. Beliau menjadi salah satu rektor yang menginspirasi kemajuan pendidikan di Indonesia," ungkap Prof. Budi.
Pernyataan tersebut menempatkan kiprah Prof. Isa Indrawan tidak hanya dalam konteks kepemimpinan
UNPAB, tetapi juga dalam pengembangan tata kelola perguruan tinggi swasta di tingkat nasional.
Selain menjabat sebagai Rektor
UNPAB, Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, S.E., M.M., juga menjabat sebagai Ketua APTISI Wilayah I Sumatera Utara periode 2025–2029, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB ISMI) masa bakti 2025–2030, serta Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Sumatera Utara periode 2024–2028.
Bagi
UNPAB, keterlibatan rektornya dalam program mentor nasional menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa perguruan tinggi yang berkembang di daerah memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam agenda strategis pendidikan tinggi Indonesia.
APTISI Dorong Akselerasi Mutu Perguruan Tinggi
Melalui program tersebut, APTISI mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi agar tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga mencakup kepemimpinan, tata kelola, inovasi, serta kemampuan menghadapi perubahan lingkungan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.
Model mentoring diharapkan menciptakan transfer pengalaman dari para rektor yang dinilai memiliki rekam jejak dan inovasi kepemimpinan kepada pimpinan perguruan tinggi lainnya.
Dengan demikian, peningkatan kualitas perguruan tinggi dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya APTISI memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi swasta serta mendorong lahirnya pemimpin kampus yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi di masa depan.
Wisuda ke-76 Jadi Momentum Strategis
Wisuda ke-76
UNPAB akhirnya tidak sekadar menjadi seremoni akademik bagi para lulusan. Kehadiran Ketua Umum APTISI Pusat dan munculnya nama Prof. Isa Indrawan dalam program mentor rektor nasional memberikan dimensi strategis bagi perhelatan tersebut.
Momentum ini menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi perguruan tinggi di Sumatera Utara untuk terlibat dalam agenda pengembangan pendidikan tinggi di tingkat nasional.
Bagi
UNPAB, keterlibatan Prof. Isa Indrawan dalam program mentor tersebut sekaligus menjadi tantangan baru, yakni bagaimana pengalaman dan praktik baik dalam memimpin perguruan tinggi dapat ditransformasikan menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi institusi pendidikan tinggi lainnya di Indonesia.
Dengan target pembinaan yang mencapai puluhan ribu pimpinan perguruan tinggi, program APTISI tersebut berpotensi menjadi salah satu agenda strategis dalam memperkuat ekosistem kepemimpinan pendidikan tinggi nasional. (Rin)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani