Belawan, MPOL: Di sela hiruk-pikuk Dermaga 103 Pelindo Ujung Baru, sebuah tragedi terjadi nyaris tanpa suara. Selasa siang (28/4/2026), sampan nelayan milik Jainal Abidin (37) terhimpit di antara kapal MV Segara Bali dan dermaga, diduga akibat arus buangan kapal yang tengah sandar. Dalam hitungan detik, perahu kecil itu tenggelam—membawa korban yang tak sempat menyelamatkan diri.
Baca Juga:
Pencarian segera dilakukan. TNI Angkatan Laut melalui Posal Medan Labuhan bergerak cepat, mengerahkan personel Babinpotmar dan berkoordinasi dengan Basarnas serta unsur terkait untuk mengamankan lokasi dan membantu proses pencarian di tengah padatnya aktivitas pelabuhan.
Malam berlalu dengan satu hal yang tetap: keluarga korban bertahan di dermaga, menunggu dan menyisir perairan dengan cara sederhana, menjaga harapan di tengah ketidakpastian.
Jawaban itu datang keesokan pagi. Rabu (29/4/2026) pukul 06.50 WIB, korban ditemukan di bawah badan kapal, tak jauh dari lokasi awal tenggelam. Jenazah kemudian dibawa oleh keluarga melalui jalur laut ke rumah duka di Belawan Bahagia.
TNI AL tetap hadir hingga akhir, mendampingi proses pencarian hingga pemulangan korban. Di tengah kompleksitas perairan pelabuhan, kehadiran ini menegaskan peran TNI AL tidak hanya dalam pengamanan wilayah, tetapi juga dalam memastikan setiap tragedi ditangani dengan cepat, terkoordinasi, dan manusiawi.
Di lokasi kejadian, yang tersisa hanyalah jejak sederhan, potongan sampan dan hasil tangkapan. Namun di balik itu, tersimpan kisah tentang risiko hidup di laut, penantian keluarga, dan respons cepat aparat di saat yang paling dibutuhkan.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan