Tabrakan Maut, Pick Up Kontra Truk : Satu Tewas, Lima Rumah Warga Rusak
Tabrakan terjadi di Jalan Jalan Jamin Ginting, Desa Hulu, Kecamatan Pancur Batu, Kab. Deli Serdang, Jumat (4/9) sekira pukul 04.30.Akibat
Sumatera Utara
Medan, MPOL - Persoalan oknum perwira polisi Polrestabes Medan yang melarang dan membentak wartawan saat melakukan peliputan mendapat perhatian dan kecaman dari praktisi hukum.
Baca Juga:
- Ngerii.. Dua Bandar Judi Narkoba Sibolangit Tantang Kapolrestabes Medan, Beroperasi di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kapolsek Pancurbatu dan Kanit Pidum
- Kapolri Ganti Sejumlah Kapolres di Sumatera Utara, Kabag Ops Polrestabes Medan Dapat Promosi Jabatan
- Spesialis Curanmor Beraksi di 9 TKP Medan-Aceh Ditangkap, Kedua Kaki Residivis Ini Jebol Ditembak Timsus JCS
Sikap arogan yang ditunjukkan Kasi Keu Polrestabes Medan, Kompol KN kepada wartawan saat bekerja mengumpulkan informasi dinilai tidak pantas karena dianggap melakukan perintangan terhadap wartawan dalam menjalankan tugasnya.
Adalah Direktur Pusat Studi Hukum dan Pembaruan Peradilan (Pushpa) Sumut, Muslim Muis, S.H, angkat bicara. Muslim sangat mengecam tindakan yang dilakukan Kompol KN terhadap wartawan yang sedang bekerja tanpa sedikit pun mengganggu aktivitas perwira menengah (Pamen) Polri tersebut.
"Yang pertama dilihat dulu kok bisa jadi polisi dia. Jangan-jangan dia masuk polisi nyogok, ya kan? Karena apa? Karena sikapnya (kepada wartawan) begitu," kata Muslim Muis kepada Medan Pos, Kamis (2/5/2024).
Muslim mengatakan, sebagai seorang perwira polisi, Kompol KN harusnya paham undang-undang tentang keterbukaan informasi publik. Yang kedua, sambungnya, Kompol KN juga harus mengerti tentang undang-undang pers nomor 40 tahun 1999.
"Lihatlah di situ (undang-undang pers), tugas pers itu untuk menyampaikan yang sebenar-benarnya. Dia (Kompol KN) penegak hukum tapi gak ngerti hukum, besok-besok tidak usah jadi polisi lagi dia," sebutnya.
"Kalau dia melarang, membentak wartawan saat melakukan peliputan itu sama saja merintangi tugas wartawan. Itu bukan sikap polisi sebenarnya. Makanya gak cocok dia jadi polisi, jadi preman aja," ucapnya.
Karena ulah Kompol KN yang sangat menyayat hati wartawan, Muslim pun meminta Kapolda Sumut, Irjen Agung Setya Imam Efendi untuk mencopot jabatannya.
"Intinya kita minta Kapolda Sumut untuk mengevaluasi oknum perwira tersebut. Kalau perlu dalam minggu ini dicopot dia," tegasnya.
Sebelumnya, sikap arogansi yang ditunjukkan oknum perwira Polrestabes Medan kepada wartawan tak pantas untuk ditiru. Sebagai seorang polisi, apalagi sudah menjadi perwira, Kasi Keu Polrestabes Medan, Kompol KN seharusnya mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat bukan malah sok jago melarang dan membentak-bentak wartawan saat bertugas melakukan peliputan.
Perasaan superioritas ditunjukkan Kompol KN saat awak media sedang memfoto mobil milik petugas Sat Resnarkoba Polrestabes Medan yang kacanya pecah dilempari warga kala petugas menangkap terduga bandar sabu di Asrama Glugur Hong, Kelurahan Sidorame Barat 1, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Rabu (1/5/2024) malam.
Saat wartawan sedang memfoto mobil Toyota Rush warna putih BK 1511 IJ, Kompol KN yang sedang berdiri di depan Gedung Sat Resnarkoba melarang dan membentak agar jangan difoto. Padahal, awak media sudah memberitahukan bahwa dirinya adalah wartawan yang kesehariannya bertugas meliput di Polrestabes Medan.
"Hei, kau polisi?," hardik Kompol KN kepada wartawan.
"Kau wartawan? Wartawan mana kok foto-foto," katanya dengan membentak sembari menunjuk-nunjuk ke hadapan awak media.
Awak media yang merasa sudah menjelaskan bahwa dirinya adalah wartawan di Polrestabes Medan terus melanjutkan pekerjaannya. Lagi-lagi terdengar suara keras Kompol KN yang bertanya kepada personel Sat Resnarkoba yang saat itu berada di ruangan piket.
"Wartawan dia ini? Katanya dari Medan Pos. Foto-foto pula dia ini," ucapnya dengan nada tinggi yang didengar wartawan di belakang mobil.
Kompol KN dianggap tidak mengerti bahwa wartawan dilindungi undang-undang nomor 40 tahun 1999 bahwa kebebasan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Selain itu, untuk menjamin kemerdekaan pers, pers mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.
Kapolrestabes Medan, KBP Teddy JS Marbun ketika dikonfirmasi hanya memberikan jawaban normatif.
"Terima kasih infonya," katanya, Kamis (2/5/2024) pagi. *
Tabrakan terjadi di Jalan Jalan Jamin Ginting, Desa Hulu, Kecamatan Pancur Batu, Kab. Deli Serdang, Jumat (4/9) sekira pukul 04.30.Akibat
Sumatera Utara
Medan, MPOL Jasa Marga melalui Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (JNT/Regional Nusantara) bersama Representative Office 1 Jas
Sumatera Utara
Satres Narkoba Polrestabes Medan menangkap seorang wanita karena mengedarkan narkoba jenis pil ekstasi dan Vape mengandung narkoba atau lebi
Sumatera Utara
Jakarta, MPOL Jasa Marga melalui Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (JNT/Regional Nusantara) mencatat sebanyak 735.195 kendara
Nasional
Jakarta, MPOL Tolak Kadin kembaga negara, khawatir muncul dualisne keputussn demikian anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai NasDem Nenga
Nasional
Medan, MPOL Turnamen Catur Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI SumutSTOK Bina Guna Medan menjadi bagian dari upaya pembinaan pecatur sekali
Olahraga
Serdang Bedagai, MPOL Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) AKBP Jhon Hery Rakutta Sitepu, S.I.K, M.H, pamit ke wartawan yang bertugas di unit
Sumatera Utara
Serdang Bedagai, MPOL Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai), H. Adlin Tambunan kembali meninjau dan mengecek langsung pelaksanaan pembangu
Sumatera Utara
Medan, MPOL .Turnamen Catur Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI SumutSTOK Bina Guna Medan menjadi bagian dari upaya pembinaan pecatur sekal
Sumatera Utara
Binjai, MPOL Komitmen Polres Binjai di Sumatera Utara dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali dibuktikan. Dalam kurun waktu du
Sumatera Utara