Rabu, 24 Juli 2024

Dilaporkan, Ratusan Warga Aek Tangga Garoga Siap Ungkap Kebenaran Pengancaman Dengan Airsoft Gun

Darwin Manalu - Jumat, 14 Juni 2024 19:31 WIB
Dilaporkan, Ratusan Warga Aek Tangga Garoga Siap Ungkap Kebenaran Pengancaman Dengan Airsoft Gun
Ist
Warga Desa Aek Tangga Garoga saat hendak berangkat memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi.
Taput, MPOL -Setelah dilaporkan adanya penganiayaan saat peristiwa pengancaman warga dengan dengan senjata api jenis Airsoft Gun yang dilakukan Togap Simorangkir warga Desa Garoga Sibargot kepada korban Elias Siregar (44) warga Desa Aek Tangga Kecamatan Garoga Tapanuli Utara (Taput).

Baca Juga:

Ratusan warga Desa Aek Tangga siap mengungkap kebenaran atas pengancaman yang dilakukan Togap Simorangkir yang akhirnya dilaporkan Darman Purba ke Polres Taput yang mengaku dirinya dianiaya warga setempat saat cekcok di Desa Aek Tangga pada tanggal 4 Juni 2024.

Akibatnya, warga desa Aek Tangga pun angkat bicara atas tuduhan dugaan penganiayaan ditengah keributan terjadi dimana saat itu posisi mati lampu.

Ahu Silali (28) warga Desa Aek Tangga yang memenuhi panggilan Penyidik sebagai saksi atas laporan Darman Purba dugaan penganiayaan dengan LP/B/112/VI/2024/SPKT/POLRES TAPANULI UTARA/POLDA SUMATERA UTARA mengakui tidak mengetahui ada pemukulan.

Ahu Silali bersama puluhan warga Aek Tangga yang datang ke Polres untuk dimintai keterangan sebagai saksi, Jumat (14/6) menuturkan peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Saat itu Selasa (4/6) sekitar pukul 18.00 Wib, Darman Purba didampingi supirnya serta Togap Simorangkir mendadak mendatangi rumahnya di Desa Aek Tangga Garoga.

Saat itu, Ahu yang mengetahui kedatangan mereka melihat Darman Purba mengintip untuk melihat kondisi didalam rumah selanjutnya menyerobot masuk guna menarik anggota yang diakuinya merupakan pekerjanya.

Ahu sempat menanyakan maksud kedatangan mereka, dan ditegaskan guna membawa dua pekerjanya yang saat itu datang ke rumah mereka atas titipan Abangnya.

Ahu sempat meminta sebelum dibawa agar Darman menelpon abangnya terlebih dahulu, namun tidak dilakukan.

Selanjutnya Darman permisi hendak ke rumah Togap di Garoga, namun pas saat itu melihat ada satu lagi anggotanya menyandang tas hendak menumpang angkutan, Darman menarik dari angkutan selanjutnya meluncur ke Garoga, akunya.

Saat komunikasi dengan abangnya, kenapa dibiarkan pergi karena keduanya masih dibawah tanggung jawabnya.

Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Ahu memutuskan menunggu Darman melintas lewat di Aek Tangga karena main paksa membawa dua orang yang dibawah tanggung jawab abangnya.

Saat itu sekitar pukul 21.00 Wib, mobil Darman Purba melintas dan distop, dan Ahu meminta agar komunikasi ke abangnya via telpon.

" Beberapa kali saya minta agar komunikasi namun ditolak, dan mengatakan apa urusan kalian, bukan kalian yang ngatur," tiru ahu kepada media ini, Jumat (14/6) di Tarutung.

Sempat bersitegang dan adu mulut hingga ada ucapan menyinggung mertua Abangnya, massa mulai datang karena saat itu ada kedai didekat bahu jalan.

" Saat itu Elias Siregar mendekat dan berupaya mendamaikan agar tidak terjadi keributan. Namun karena Darman memaksa kedua pekerjanya yang melarikan diri punya hutang dan harus dibayar. Saat itu kami siap menjamini untuk membayar hutang bahkan Kades pun ikut menjamini hingga mengantar mereka ke Tarutung esok pagi. Namun , Darman tetap memaksa untuk membawa keduanya malam itu juga," paparnya.

Saat terjadi cekcok, tiba-tiba Togap Simorangkir datang kembali sembari emosi, namun berupaya diredam salah seorang warga karena kenal.

" Saat diceritakan masalahnya, bahkan akan dijamini hutangnya hingga dibayar namun tidak ada titik temu, saat itulah saya agak menjauh. Namun tiba-tiba saya melihat Togap telah mencekik Elias. Itulah yang memicu emosi massa yang membludak malam itu," ungkapnya.

Ahu mengaku mendekat untuk membantu, belum sampai satu meter tiba-tiba melihat Togap mencabut senjata api ( Airsoft Gun) dari pinggangnya.

" Dia kemudian menodongkan senjata tersebut ke bagian kepala belakang Elias setelah itu mengacung-acungkan senjatanya kepada masyarakat. Warga teriak karena Dia membawa senjata dan memicu keributan yang lebih besar lagi," tambahnya.

Untuk meredam massa yang emosi, Kepala Desa mendorong dan meminta Togap pulang dari lokasi keributan.

" Togap langsung pulang, tinggal Darman Purba serta supirnya. Saat itu warga sudah emosi akibat ulahnya memantik keributan di Desa Aek Tangga, massa langsung mengerubutinya," katanya.

Namun, Elias dan Mananti merangkul Darman Purba agar tidak terjadi pemukulan.

" Saat itu gelap, lampu mati. Kalau kami dilaporkan menganiaya saudara Darman. Kalau satu tangan saja memukul Dia, disana ada puluhan warga, saya yakini Dia tidak akan selamat bahkan luka parah. Ini tidak ada satu lukapun, karena kami tidak ada tahu menahu pemukulan. Justru saya melindungi Dia dan mengamankan hingga Polsek datang ke lokasi," ucap Elias.

Senada dikatakan Mananti Pasaribu (58) warga yang dituakan hadir untuk memberikan semangat menyatakan tidak tahu menahu ada pemukulan.

" Saat itu malam dan lampu mati. Warga berkerumun, kalau memang ramai-ramai warga menganiaya, saya yakin Dia tidak akan selamat," ungkapnya.

Senada juga disampaikan Herman Sormin (41), Binsar Hasibuan yang hadir sebagai saksi menegaskan ratusan warga Aek Tangga siap jadi saksi.

" Ratusan warga akan siap jadi saksi, dan bila tidak terbukti, kami akan lapor balik saudara Darman atas membuat keributan di kampung kami," ucap mereka.

Seperti dikutip dari sejumlah berita media online, Darman Purba melayangkan laporan pengaduan ke Polres tanggal 05 Juni 2024 dengan no LP/B/112/VI/2024/SPKT/POLRES TAPANULI UTARA/POLDA SUMATERA UTARA.

Laporan berupa dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di jalan Aek Tangga, RT 00, RW 00, Aek Tangga Garoga Kabupaten Tapanuli Utara.

Laporan tersebut dibenarkan Kasi Humas Polres Taput Aiptu Walpon Baringbing .

Saat ini baik kasus laporan pengancaman menggunakan senjata api jenis Airsoft Gun telah menetapkan tersangka Togap Simorangkir (ditahan) dan laporan dugaan penganiayaan terhadap Darman Purba masih proses penyelidikan.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru