Medan, MPOL -Kordinator Wilayah (Korwil)Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs
Gandi Parapat menyebut tidak merasa heran dengan berbagai ungkapan seperti pidato Presiden
Prabowo tentang upah mengupas bawang Rp 700.000 per Kg dalam acara resmi.
Baca Juga:
"Kami tidak merasa heran dengan ungkapan Presiden
Prabowo walau Istana meminta hal itu jangan digoreng. Sepertinya Istana ahli goreng", kata
Gandi Parapat di Medan, Selasa (18/8/2026).
Permintaan istana itu pun menurut Gandi sangat lucu, sepertinya mereka berlomba memuji Presiden.
"Kami juga harus menyatakan bangga kepada Presiden RI
Prabowo yang begitu gagah tidak mau terpengaruh seperti dalam MBG, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih walaupun diprotes berbagai lapisan masyarakat.
Prabowo tidak goyang, Pembangunan Sekolah Rakyat tetap, padahal SD Negeri atau SD INPRES gedungnya banyak tapi murid-muridnya yang sedikit. Pum pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih aduhai", kata Gandi.
Jadi tambah Korwil
PMPHI Sumut itu, semangat yang luar biasa
Prabowo bisa dinilai berbagai pihak. Itu semua merupakan prestasi.
"Namun kami PMPHI tidak mampu menilai ungkapan ataupun pekerjaan Presiden
Prabowo karena kami sangat takut bisa dia marah atau tersinggung. Semua itu cap jempol", ujarnya.
Mengenai keinginan
Prabowo maju di Pilpres 2029, Gandi menyebut dengan mengandalkan berbagai hal pasti
Prabowo menang kecuali berhadapan dengan
Jokowi.
Karena menurut Gandi,saat ini
Jokowi masih juara satu dimata masyarakat.
" Kami menyakini apabila
Jokowi maju di 2029 siapapun lawannya pasti tidak berimbang.
Prabowo juga pasti koreksi diri", katanya.
"Kami tidak mau pusing, namun kami sangat berharap keutuhan NKRI tetap terjaga", tutup
Gandi Parapat.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News