ADA tersirat kagum yang semakin kentara, lahir opini publik yang turut pula memberikan sinyal positif terhadap perbaikan sistem Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Polres Labuhanbatu. Kali ini, dikomandoi AKBP Wahyu Endrajaya S.I.K.,M.Si, yang telah menjabat sejak 13 Januari 2026.
Baca Juga:
Seperti istilah nasional dengan sebutan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Polres Labuhanbatu telah pertontonkan situasi yang sebenarnya. Bohong kalau masyarakat tidak meng- iya kan kondisinya semakin cenderung baik hari ini. Lihat saja, pelayanan semakin terintegrasi dan mengedepankan humanis.
Nyata sekali, kita pasti tidak sadar, ketika sosok Kapolres turut duduk di-emperan makan bersama para pengemudi becak (saat gelar Warung Polri Presisi pada Jum'at pertama), gradasinya telah berhasil menghantam ruang jenuh masyarakat secara permanen, dan menciptakan harapan baru yang memberikan efek kembalinya Polisi Humanis di wilayah Polres Labuhanbatu.
Penulis meyakini, pola sikap yang dilakukan Kapolres tersebut bukan dibuat-buat, akan tetapi terwujud dari niat tulus menjadi Polisi sebagai jalan untuk mengabdi. Selaras sejumlah Banner dan Spanduk yang kerap terbaca bertuliskan 'Polri Untuk Masyarakat'.
Sambang Ulama, Sinergitas TNI/Polri, bahkan penguatan soliditas bersama Ormas, Tokoh masyarakat dan Mahasiswa, juga telah kembali menjadi simbol bahwa Polisi di dua Kabupaten Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara ini tetap berada di pelukan rakyat.
"Saat ini, dibawah komando Kapolres bapak AKBP Wahyu Endrajaya, Polisi di Labuhanbatu tampil lebih humanis, hampir menyerupai dengan masa kepemimpinan pak Frido Situmorang terdahulu. Kami yakin, Labuhanbatu akan lebih sejuk kedepan," ujar Nasir Watdiansyah S.H, Minggu (10/5/2026).
Lebih intens, Praktisi Hukum Labuhanbatu ini mengemukakan, sosok Kapolres adalah merupakan simbol dan cerminan terhadap seluruh jajarannya. Bahkan, tak jarang sikap bersahaja yang diperlihatkan pimpinan di masyarakat mampu menutupi sedikit celah kesalahan bawahannya.
"Retorikanya begitu, pimpinan salah kebawahnya cenderung akan salah, namun karena pimpinannya orang baik sehingga mampu menutupi kesalahan anggota. Dan saya yakin, pak Kapolres ini orang baik, dan tak ada salahnya kita mendukung kinerja beliau kedepan," pintanya.
Wilayah Hukum Sebagai Zona Viral
Wilayah hukum Polres Labuhanbatu, belum lama ini menjadi zona viral di media sosial dengan munculnya Lagu 'Siti Mawarni' dan 'Ocehan' Konten Kreator yang notabene katanya membela hak kakak kandungnya. Namun, kedua konsentrasi ini secara cepat langsung ditepis dan diakomodir dengan melakukan pendekatan persuasif serta konfrontasi intelektual sehingga situasi tetap kondusif.
Terlihat pula, Polres Labuhanbatu khususnya Satreskrim tampak lebih dewasa dalam menyikapi persoalan yang ada. Bukannya gegabah pada menentukan sikap dan kebijakan, akan tetapi terus dan terus mengedepankan etika humanis tanpa menghilangkan norma hukum yang terjadi.
Demikian melalui munculnya 'Siti Mawarni', Kapolres lebih memilih mengundang para konten kreator khususnya Amin Wahyudi Harahap sebagai arranger lagu viral tersebut, dengan diboncengi bukti hasil kerja Satres Narkoba dibawah pimpinan Kasat AKP Hardiyanto S.H.,M.H, dalam pengungkapan jaringan Narkoba jenis Sabu sebanyak 50 Kg.
Metode dan langkah dalam mengaplikasikan suatu polemik menjadi sebuah ide/gagasan ini bukan terjadi begitu saja, akan tetapi di implementasikan dengan daya fikir yang pure untuk norma dan tujuan positif, serta upaya melestarikan budaya keterbukaan informasi publik.
"Dengan basic-nya adalah merupakan anak pesantren, intinya saya melihat pak kapolres ini orang bijak. Pintar saja tidak cukup, tetapi biasanya kalau orang bijak pasti cenderung pintar," bilang H. Mukhlis Hasibuan, tokoh masyarakat Labuhanbatu.
Disisi lain, Direktur LBH Pilar Advokasi Rakyat Cabang Kabupaten Labuhanbatu Raya, Irwansyah Ritonga S.H, menyebutkan saat ini kewibawaan Polres Labuhanbatu dalam menjalankan manajerial kepolisian dibawah kendali AKBP Wahyu Endrajaya S.I.K.,M.Si, semakin terlihat.
"Persepsi berkeadilan dan humanis itu sangat penting. Seperti kita ketahui saat ini, banyak kasus yang diselesaikan lewat Problem Solving, penanganan perkara yang lebih akuntabel dan transparan, serta respon cepat terhadap situasi Kamtibmas yang terjamin," sebut Irwansyah.
SPK Sebagai Satfung 'Mata dan Telinga' Kapolres
Menyikapi praktik humanis, Penulis mencoba sedikit melirik konsentrasi pada Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) di Mapolres setempat. Terdengar beberapa kali satuan fungsi (Satfung) ini lakukan tugas yang membuat bangga.
Kita pasti belum lupa, dengan seorang bocah bernama Azkia Nabila Limbong berumur 5 Tahun yang beralamat di Gg Sado Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu, yang di kabarkan hilang pada Rabu (29/04/2026) belum lama ini.
Kemudian, seorang warga Riau yang mengadukan dirinya tidak memiliki biaya untuk pulang. Kembali, seorang anak berumur 3 tahun yang diketahui bernama Leiv Purba, ditemukan kehilangan keluarga di sekitar SMA Negeri 1 Rantau Selatan. Seluruhnya terselesaikan dengan humanis.
Dirangkai dengan sejumlah peristiwa bencana, baik musibah kebakaran hingga orang hanyut disungai juga turut menjadi prioritas SPK untuk dapat segera dilaporkan kepada pimpinan. Alhasil, warga terdampak musibah inipun mendapat perhatian khusus dari
Kapolres Labuhanbatu.
Konon katanya, 'Mata dan Telinga' Kapolres itu berada di pundak Sat Intelkam, namun penulis menilai satuan fungsi ini saat sekarang yang dijabat AKP Rubenta Tarigan sedikit 'Masuk Angin', karena masih belum memperlihatkan kepiawaiannya bila dibandingkan dengan capaian kinerja yang dilakukan Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK).
Satreskoba Pemersatu Pers
Sebagai perwujudan menuju Polres Labuhanbatu semakin Presisi dan Humanis, juga tidak terlepas dari dorongan Satuan Reserse Narkoba yang terus mendukung
Kapolres Labuhanbatu dalam realisasinya.
Sejatinya, penulis menilai Satreskoba dibawah asuhan AKP Hardiyanto S.H.,M.H, mampu menjadi pemersatu Pers yang dibuktikan pada pelaksanaan Rantauprapat Fun Run 2026 dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) di Simpang Enam Rantauprapat, 17 Februari 2026 lalu.
"Terimakasih kepada bapak Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, yang telah mendukung penuh kegiatan HPN ini," sebut Erni M Hasibuan SE.,MM, Ketua PWI Labuhanbatu, waktu itu.
Namun, 'benang merah' kedekatan insan Pers dengan Satres Narkoba tetap berlangsung hingga kini. Tentunya, kemitraan yang berlangsung baik inipun juga menjadi salah satu penopang terpeliharanya Kamtibmas di wilayah hukum Polres Labuhanbatu.
"Bang Didot (Panggilan Akrab Kasat Narkoba-red) juga sosok polisi humanis, apalagi dengan wartawan. Selain prestasinya luar biasa, dia juga terus mendukung tugas- tugas wartawan," cetus Ucok Sitorus, Ketua Satuan Wartawan Polres Labuhanbatu.
Kendati demikian, dengan situasi kamtibmas yang terbilang stabil saat ini, tidak menutup kemungkinan akan muncul polemik baru di masa mendatang sejalan dengan transformasi Polri. Maka dari itu, dengan terus lahirnya polisi humanis di wilayah hukum Polres Labuhanbatu, menjadi paradigma terciptanya Polri Presisi yang berkelanjutan, semoga. (*)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News